Panwaslu SBD Klarifikasi Terkait Postingan di Media

Tambolaka-SJ……… Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu)  Kabupaten Sumba Barat daya (SBD)  gelar jumpa pers pada Kamis (14/6) siang di hotel Sinar Tambolaka pada pukul 13.00 WIB. Jumpa pers ini digelar guna mengklarifikasi berita yg viral di media sosial  yang melibatkan panwaslu Kabupaten dalam beberapa hari terakhir.

Dalam kesempatan tersebut anggota panwaslu Kabupaten Niko Kaleka, membeberkan kronologi kejadian tersebut kenapa sampai viral di media sosial.

“Kronologi awalnya yaitu Panwaslu mendapat informasi dari tim paket lain bahwa ada kampanye Pasangan calon (paslon)  nomor urut 1 di wilayah Wewewa Barat yang merupakan zona dari paslon no urut 2, sehingga Panwaslu datang untuk memastikan informasi tersebut guna melakukan pencegahan agar tidak terjadi kampanye diluar zona”.jelasnya.

Tetapi sesampai di tempat tersebut ternyata acara tersebut adalah acara ulang tahun dan masyarakat tidak menghendaki kehadiran panwaslu di tempat tersebut karena masyarakat menilai bahwa acara tersebut adalah acara pribadi diluar kampanye kenapa musti diawasi. Namun panwaslu tetap menemui tuan rumah dan menghimbau pada Paslon no urut 1 untuk tidak berkampanye dan menggunakan atribut-atribut partai. Setelah itu tuan rumah memberikan hidangan makan kepada Panwaslu dan paslon no 1, namun momen tersebut ternyata ada yg mendokumentasikan dan kemudian mengunggahnya ke media sosial Facebook yang kemudian menjadi viral.

Sementara itu Ketua Panwaslu Kabupaten Dicki Daely  membenarkan kronologi kejadian tetsebut,  dirinya juga menegaskan bahwa panwaslu bekerja secara profesional,  independent,  netral,  dan tidak berpihak pada salah satu Paslon.

“Iya memang benar kejadianya seperti yang disampaikan oleh pak Niko.  Dan kami dari panwaslu menegaskan bahwa kami tetap idependent, profesional, netral dan tidak ada keberpihakan terhadap paslon manapun”, ungkapnya.

Baca Juga :   Layanan PLN Premium Menjangkau Labuan Bajo

Lebih lanjut Dicki mengatakan bahwa kedatangan panwaslu di acara tersebut karena ingin memastikan bahwa di acara tetsebut tidak ada kampanye dan atribut partai yang digunakan.

“terkait persoalan yang telah viral tersebut kami dari panwaslu tidak ada kepentingan politik manapun,  karena kami datang disana semata-mata untuk tindakan pencegahan dan memastikan bahwa di acara tersebut tidak ada kampanye politik maupun atribut partai yang digunakan”, imbuhnya.

Pantauan SJ, foto dimana pasangan panslon no. 1 dan panwaslu yang sedang makan dalam acara tersebut, sudah menjadi viral dan banyaknya komen dari masyarakat yang menduga independis Pnawaslu sebagai lemabaga penyelenggara pemilu yang memihak pada salah satau paket.

Komisioner Panwaslu SBD saat jumpa pers di hotel Sinar Tambolaka-SBD

Panwaslu juga berjanji akan menindak secara tegas pelaku penyebaran informasi melalui media FB tersebut. Mengenai siapa yang mengunggah foto yang kemudian menjadi viral tersebut,  panwaslu akan membawanya ke ranah hukum dan akan melaporkan pelaku karena dianggap merugikan panwaslu dan merusak citra baik lembaga panwaslu yg independent.

“Mengenai pelaku yang mengunggah foto tersebut kami akan melaporkanya ke pihak yang berwajib setelah kegeatan jumpa pers sore ini. Agar pelaku memiliki efek jera dan tidak tetjadi lagi dikemudian hari. Karena ini sangat mencederai nama baik Panwaslu sebagai lembaga yang independent”, tutupnya.(JNL),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.