Tambolaka-SJ……….. Masyarakat kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya warga kecamatan Kota Tambolaka mulai resah. Pasalnya pasien terpapar covid-19 mulai meningkat terus dan merupakan transmisi lokal.

Seperti yang diungkapkan oleh Marthen (Bapa Ezra) warga kelurahan Langga Lero kecamatan Kota Tambolaka Minggu (15/11/20), dirinya mulai resah dan kuatir akan perkembangan virus corona di Tambolaka.
“Bagaimana tidak panik, anak saya masih SD dan bersekolah di SDM Mata, informasi yang kami peroleh adanya penambahan pasien Covid-19 di Pasar Inpres kelurahan Langga Lero, kami sangat kuatir karena anak-anak belum memahami dengan benar apa itu virus corona” keluhnya.

Dirinya menjelaskan anak-anak sudah dibekali dengan masker pada saat berangkat sekolah, tetapi tidak bisa menjamin apakah setelah sampai di sekolah masker tetap dipakai. Lebih khusus jika mereka sedang istirahat, disaat guru-guru tidak sempat memperhatikan lagi” jelasnya.
Marthen berharap adanya respon cepat dari Pemerintah khususnya pihak terkait untuk meliburkan sekolah-sekolah yang berada disekitar kelurahan Langga Lero. Lebih khusus SDM Mata yang letaknya berkekatan dengan pasien covid-19.

“Kami tahu tim satgas covid-19 SBD sudah bekerja maksimal, tetapi karena ini berhubungan dengan anak kecil, sebagai orang tua kami sangat kuatir” jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Anita Mete, warga Bukit Sunyi kelurahan Langga Lero, yang mengkuatirkan anak-anak sekolah yan setiap hari lewat jalur Pasar Inpres sekitarnya.
“Kami berharap Pemerintah meliburkan anak-anak sekolah dulu semala 1 minggu, mengingat kelurahan Langga Lero ini banyak sekolah mulai dari PAUD, TK, SD, SMP dan SMA” harapnya.
Untuk diketahui berdasarkan press release dari juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Barat Daya, drg. Yulianus Kaleka, bahwa pada Sabtu (14/11/20), berdasarkan hasil pemeriksaan swab pada Laboratorium Biologi Molekuler, Instalasi Patologi Klinik RSUD Prof Dr. W. Z. Johannes Kupang, sebanyak 5 orang warga Sumba Barat Daya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

JS dan E berasal dari Kecamatan Kota Tambolaka tetangga H pasien positif Covid-19 sebelumnya. FA dan J juga berasal dari Kecamatan Kota Tambolaka tinggal serumah dengan E yang merupakan warga Pasar Inpres kelurahan Langga Lero.
Sedangkan MGL berasal dari desa Homba Karipit kecamatan Kodi Utara diketahui 2-3 hari sebelum muncul gejala, memiliki riwayat menghadiri pesta-pesta di Kodi.
Yulianus Kaleka dalam kesempatan itu juga berpesan penting bagi kita semua warga Sumba Barat Daya, mari lindungi diri kita masing-masing, keluarga, tetangga dan orang-orang di sekitar kita dari ancaman bahaya Covid-19 dengan terus disiplin mematuhi anjuran protokol kesehatan.

Pantauan media tim Posko Satgas penanganan COvid-19 dibawah kendali Mathias Jenga segera mengambil langkah cepat dan tegas untuk melakukan penjemputan MGL dari Kodi Utara dan penjemputan J dan FA di pasar inpres kelurahan Langga Lero kecamatan Kota Tambolaka.
Hingga berita diturunkan tim Satgas sedang bersiap-siap melakukan penjemputan. Rencananya penjemputan pasien MGLdi Hombakaripit pada pukul 14.00. wita. Sedangkan pada pukul 14.00 Wita penjemputan pasien J dan FA di pasar Inpres oleh tim yang terdiri atas Brimob, TNI, Dinas Kesehatan untuk dibawah ke RSUD Reda Bolo. *** (002/SJ/20),-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
