Marius Boko Dinilai Tidak Taat AD/ART Partai Demokrat

Malaka-SJ………… Anggota Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Malaka menyikapi sikap dan kebijakan Pelaksana Tugas (Plt) Marius Boko (MB) yang dinilai tidak taat prosedur AD-ART Partai Demokrat.

Menurut mereka, alasan penolakannya tersebut tentunya mengkerucut pada berlakunya masa waktu MB telah usai sesuai AD-ART sebagai Plt Ketua Partai Demokrat tahun 2020 bab 6 pasal 82 ayat 3  huruf c dan huruf d.

Kepada media ini, Egidius Atok menyampaikan pada  Senin (27/9/2021), pihaknya sudah mengambil langkah strategis dengan mengirim berkas-berkas ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dengan perihal penolakan tegas terhadap Plt Ketua Demokrat Malaka MB.

Disampaikannya, muncul keputusan sepihak yang dilakoni MB seperti pemberitaan PAC Malaka Barat secara tiba-tiba,  kemudian tidak melibatkan sebagian pengurus DPC dan PAC dalam mendukung figur calon DPD Demokrat Nusa Tenggara Timur dan bawa-bawa kubu AHY dan Kubu Muldoko ditubuh Partai Demokrat Malaka.

“Kami sudah bersurat dengan mayoritas tanda tangan dari 12 PAC yang tanda tangan 10 PAC” ungkap Politisi muda itu.

Jelasnya, jangka waktu pelaksanaan tugas paling lambat 1 tahun serta mempersiapkan Muscalub untuk memilih dan mengangkat ketua Partai yang baru.

“Untuk saudara Marius Boko, urusan Musda jangan bawa-bawa blok Muldoko dan blok AHY,  karena bagaimanapun kami ini adalah pengurus DPC dan PAC di bawah komandan Agus Harimurti Yudhoyono. Kami satu tim untuk kemajuan partai Demokra Malaka” ungkap politisi muda itu.

Sementara itu, Bernadus Nahak Seran,S.Pd.,  Ketua PAC Demokrat Malaka Barat membenarkan bahwa dirinya diberhentikan secara sepihak oleh Ketua DPC Demokrat Marius Boko secara sepihak.

“Saya mendengar bahwa saya telah diganti dengan orang lain, ini tidak prosedural bagaimana bisa saya diberentikan tidak melalui satu mekanisme AD/ART dari partai Demokrat” ungkap Bernadus.

Baca Juga :   Momentum Valentine, SN-KT Kompak Lanjut Dua Periode

Tak hanya itu, Ketua BPOKK Partai Demokrat juga mengomentari sikap Plt Partai Demokrasi yang tidak prosedural disaat masa jabatannya sudah selesai.

Menurutnya, jika kita berpacu pada AD/ART masa jabatan MB sebagai  Plt Ketua Demokrat  sudah berakhir di bulan Januari 2021.

“Saya selalu sampaikan untuk MB untuk segera melakukan Muscalub untuk kita bisa memilih ketua baru,  karena masa jabatan anda sudah berakhir, tetapi Sampai dengan detik ini MB tidak pernah melakukan itu” jelasnya.

Tambahnya, MB melakukan pertemuan dengan beberapa PAC itu tidak memenuhi korum,  sebab dari 12 kecamatan/PAC yang hadir hanya beberapa orang saja. *** (Viki/017-21),-

error: Content is protected !!
https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ slot gacor