MAHASISWA ASAL PERANCIS DIJEMPUT OLEH MASYARAKAT DESA LOLO OLE

Tambolaka – SJ…………… Mahasiswa dari Prancis yang turun praktek dijemput oleh masyarakat Desa Lolo Ole Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Propinsi Nusa Tenggara Timur dengan penuh sukacita. Para Mahasiswa dijemput dengan tarian Woleka disertai dengan teriakan pyawau dan pakallaka oleh masyarakat desa dan langsung dikenakan pakaian adat budaya Sumba khususnya SBD dengan atribut yang lengkap di halaman Kantor Desa Lolo Ole Selasa, (09/07/2019).

Mahasiswa yang dijemput oleh masyarakat desa untuk melakukan kegiatan praktek berjumlah 16 orang, laki-laki 11 orang dan perempuan 5 orang. Desa Lolo Ole mendapat mahasiswa praktek dari Perancis melalui Yayasan Harapan Sumba. Desa Lolo Ole merupakan desa yang baru lahir (mekar Tahun 2016) dari Desa Reda Pada sebagai desa induk.

This image has an empty alt attribute; its file name is 1-1-1-300x200.jpg
Wakil Bupati Ndara Tanggu Kaha saat menghadiri penjemputa mahasiswa Prancis

Kepala Desa Lolo Ole Martinus Lelu Keda dengan dalam sambutannya mengatakan mahasiswa melakukan praktek di Desa Lolo Ole dengan 3 kegiatan sosial utama diantaranya yang pertama di bidang kesehatan dimana mereka membangun sanitasi dalam hal ini berupa wc/toilet. Kedua di bidang pendidikan dengan membangun pondok belajar atau perpustakaan umum bagi siswa siswi yang ingin belajar dengan luas bangunan berukuran 5 x 8 meter yang lokasinya berada di Dusun 03 Wee Lorro. Ketiga adalah di bidang pertanian dimana mahasiswa praktek ini membantu masyarakat Desa Lolo Ole cara menanam sayur, lombok, tomat, terong dan yang lainnya.

“Bukan hanya itu mereka juga membantu semen, pasir paku dan seng sedangkan yang lokal berupa batu, kayu dan yang lainya ditanggung oleh masyarakat pihak penerima bantuan” tuturnya.
Lebih lanjut kata Marten sapaan akrab kepala desa ini dengan adanya mahasiswa praktek dari Prancis, desa ini sedikit demi sedikit akan terlihat dengan kemajuan dan perkembangan karena desa ini baru mekar tahun 2016 sekarang tahun 2019 masuk usia 3 tahun seperti usia bailta. Di Desa Lolo Ole berbagai macam kekurangna, kalaupun ada dana desa dari Pemeritah Daerah (Pemda) untuk desa kami tetapi masih banyak hal yang menjadi kekurangan kami.
“Lewat kesempatan ini kehadiran mahasiswa dan kita semua saat ini kami mohon dukungan dan topangan dari Pemda SBD sehingga desa kami ini mungkin kedepannya akan terlihat dan pada akhirnya maju seperti desa yang lain” katanya.
Marten juga menyampaikan uangkapan rasa terima kasih kepada Yayasan Harapan Sumba yang sudah berkomitmen dengan desanya dan saat ini hadirlah mahasiswa dari Prancis. Semoga kedepan ada tanda-tanda kebaikan dan kemajuan buat kami tetap berpacu bahwa Yayasan tetap membantu kami mendukung kami sehingga kedepan desa Lolo Ole semakin maju.

Baca Juga :   Taklukan Dunia Dengan Menguasai Bahasa Inggris
This image has an empty alt attribute; its file name is 1-3-1-300x200.jpg


Marten juga menghimbau seluruh masyarakat Desa Lolo Ole dari 4 dusun agar menjaga etika dan saling menghargai dalam menjalin hubungan kerja sama dengan mahasiswa praktek dari Prancis ketika berada di lokasi kerja baik saat bekerja membangun wc/toilet, bekerja membangun pondok belajar maupun bekerja tanam sayur disawah dan diladang. Mahasiswa melakukan praktek di Desa kita selama 21 hari kurang lebih 3 minggu, untuk itu saya mohon kerja sama yang baik, berkolaborasi baik dengan para mahasiswa. Sehingga nanti mereka pulang ke Perancis dengan kesan yang baik buat keluarga mereka di Kota Lyon Perancis, demikian himbauannya.
Hal senada juga di sampaikan oleh Direktur Yayasan Harapan Sumba Stefanus Zegu, mahasiswa praktek dari Prancis turun ke Sumba sejak dari tahun 2010. Jadi setiap tahun mereka datang ke Sumba dan mereka ini adalah mahasiswa dari 2 perguruan tinggi di Lyon Prancis. Dan setiap tahun pada musim panas sekitar bulan Juli mereka menyebar ke negara-negara Asia, Afrika dan Amerika Latin. Dan syukur bahwa sampai saat ini mereka masih tetap ke Sumba dan juga mereka sangat apresiasi masyarakat Sumba dan mereka sangat senang untuk datang ke Sumba.
“Mereka senang mengenal budaya Sumba dan senang bisa melihat pariwisata yang sangat indah di Sumba dan lewat kesempatan ini kita bisa mempromosikan pariwisata yang ada di Sumba secara umum” tuturnya. (Isto),-