KAJARI SUMBA BARAT MENDAPAT VAKSINASI TAHAP I

by -79 views

Waikabubak-SJ………. Dalam rangka mendukung Vaksinasi COVID-19 seluruh pegawai, honorer serta Ikatan Adyhaksa Dharmakarini (IAD) Kejari Sumba Barat mengikuti vaksinasi tahap I yang dilaksanakan di SMA Kristen Waikabubak Kabupaten Sumba Barat.

Kegiatan ini diikuti 33 orang pegawai yang terdiri dari Kasubbagbin, para Kepala Seksi, Jaksa Fungsional, Staff serta Tenaga Honorer dan Anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini pada Kejaksaan Negeri Sumba Barat.

Turut dihadiri dalam pelaksanaan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Sumba Barat Sundoro Adi, S.H.,M.H., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Dr. Bonar Bernandus Sinaga, M.Kes, dalam rangka meninjau pelaksanaan vaksinasi yang juga diikuti oleh beberapa instansi lainnya.

Sebelum dilaksanakan vaksinasi Covid-19, seluruh pegawai dan anggota IAD mengikuti alur dan prosedur pemeriksaan kesehatan, meliputi pemeriksaan data, pemeriksaan anamnesa untuk melihat kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyerta atau (Komorbid) serta melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi suhu tubuh dan tekanan darah oleh Petugas Vaksinasi Kabupaten Sumba Barat.

Setelah mendapatkan vaksinasi kepada seluruh pegawai diberikan waktu observasi selama 30 (tiga puluh) menit untuk mengetahui efek setelah vaksinasi.

Kepala Kejaksaan Negeri Sumba Barat di dampingi Kepala Seksi Intelijen , Senin (5/4/21) kepada media mengatakan bahwa ikutnya pegawai Kejari Sumba Barat dalam pelaksanaan vaksinasi ini merupakan bentuk dukungan dalam rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Diesease (covid-19).

Diharapkan dengan adanya pemberian vaksin ini, imun tubuh seluruh pegawai bisa meningkat dan memastikan diri dalam keadaan sehat, sehingga bisa meminimalisir terjangkit virus Covid-19 atau menjadi carrier penularan terhadap orang lain, sehingga Covid-19 bisa segera berakhir.

“Terakhir Vaksinasi ini halal dan aman serta kami yakin memiliki efektivitas menghasilkan imunitas tubuh terhadap Covid-19 sehingga jangan takut mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan oleh pemerintah” ungkap Sundoro Adi. *** (Octa/002-21),-