GMNI Waingapu Sayangkan Minimnya APD Tenaga Lapangan

Waingapu-SJ….. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Waingapu melakukan penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan kesehatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Timur, dokter, TNI dan Polres Sumba Timur. Kegiatan tersebut dilakukan saat Kapal Motor (KM). Inerie II menurunkan penumpang dipelabukan Ferry Waingapu, Jumat, 17 April 2020 sore.

Jumlitan Saulus Windi selaku ketua GMNI Waingapu mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pencegahan penyebaran Virus Corona atau COVID 19 di Kabupaten Sumba Timur serta menyayangkan ketersediaan APD bagi tim dilapangan yang minim.

Ketua GMNI Waingapu, Jumlitan Saulus Windi

Lebih lanjut Jumlitan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pencegahan penyebaran Virus Corona atau COVID 19 di Kabupaten Sumba Timur. Untuk memerangi virus tersebut perlu keterlibatan semua pihak dan kita jadikan masalah tersebut sebagai masalah kita bersama.

“Disisi lain kami menyayangkan  ketersediaan Alat Perlindung Diri (APD) yang minim. Seharusnya tenaga atau tim yang bergerak dilapangan harus betul-betul terlindungi. Ini menjadi perhatian khusus bagi pemda Sumba Timur untuk memikirkan APD bagi tim yang bergerak dilapangan” ungkapnya.

Dirinya juga menghimbau agar tetap menjaga kesehatan, selalu menggunakan masker, rajin cuci tangan, menghindari keramain serta mengikuti anjuran pemerintah yang mengatakan tetap dirumah. Langkah ini akan memutuskan mata rantai penyebaran Virus Corona atau COVID 19.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kesehatan, selalu menggunakan masker, rajin cuci tangan, menghindari keramain serta mengikuti anjuran pemerintah yang mengatakan tetap dirumah. Langkah ini akan memutuskan mata rantai penyebaran Virus Corona atau COVID 19” tutur ketua GMNI Waingapu.

Ir. Mikael Jakalaki, M.Si kepala pelaksana BPBD Kabupaten Sumba Timur menjelaskan bahwa KM. InerieII berangkat dari Aimere menuju Waingapu dengan membawa 26 penumpang dan wajib dilakukan pemeriksaan kesehatan penumpang dan awak kapal.

Baca Juga :   Evaluasi Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)

“KM. Inerie II berangkat dari Aimere menuju Waingapu dengan membawa 26 orang penumpang yang notabenenya adalah sopir dan penumpang umum. Setiap kapal yang masuk wajib dilakukan penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan kesehatan penumpang dan awak kapal” jelasnya.

Mikael mengungkapkan dalam proses pemeriksaan kesehatan 26 penumpang dan awak kapal, tenaga medis tidak menemukan kecurigaan adanya Virus Corona atau Covid 19.

“Dalam proses pemeriksaan kesehatan 26 penumpang dan awak kapal, tenaga medis tidak menemukan kecurigaan adanya Virus Corona atau Covid 19 ataupun menemukan penumpang dalam keadaan sakit batuk, demam, menurunnya suhu tubuh serta bersin-bersin dan lain-lain. Sehingga penumpang tersebut dalam kondisi sehat dan mereka melakukan karantina mandiri selama 14 hari” ungkap Mikael. **** (Team-SJ),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.