Darurat DBD Vs Minimnya Alat Foging Pembasmi Nyamuk DBD

Waingapu-SJ……………Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si mengunjungi pasien Deman Berdarah Dangue (DBD) di RSU Imanuel, Kabupaten Sumba Timur yang didampingi oleh direktur RSU Imanuel, dr. Danny Christian beserta jajaranya, 02 Februari 2019. Kunjungan tersebut merupakan bentuk keprihatinannya kepada masyarakat pengidap penyakit DBD yang kian marak di Sumba Timur.

“Penyakit DBD sudah ditetapkan sebagai kasus atau Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh pemerintah kabupaten untuk melakukan penanganan khusus dan untuk sementara kami melakukan foging dan beberapa kegiatan lain untuk membasmi nyamuk. Tetapi yang paling penting sebenarnya adalah bagaimana kesadaran rumah tangga untuk membersihkan rumah dan lingkungan sekitarnya karena jika tidak dibersihkan, nyamuk akan berkembang” kata Gidion Kepada media.

Gidion juga  mengatakan bahwa Pemda akan meningkatkan penanganan terhadap penyakit DBD karena sudah banyak korban meninggal dunia akibat penyakit DBD.

“Kami akan meningkatkan penanganan terhadap penyakit DBD karena sudah banyak korban meninggal dunia. Per desember 2018 sebanyak 3 orang dan per Januari 2019 sebanyak 4 orang yang telah meninggal. Dan alat foging yang tersedia hanya 5 unit, sedangkan biaya tak terduga sebasar 5 miliar. Dan kami akan perjuangkan itu untuk dianggarkan dana penanganan penyakit DBD” katanya.

Bupati Sumba Timur (ketiga dari kanan) saat mengunjungi pasien DBD di RSU Imanuel didampingi dr. Danny Christian (kanan)

Direktur RSU Imanuel, dr. Danny Christian juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap penyakit DBD.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap penyakit DBD. Jika terjadi gelaja-gejala langsung ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, biarkan pihak medis yang menentukan apakah terjangkit penyakit DBD. Jangan menunggu, lebih awal lebih baik” imbuhnya. (JSW),-

Baca Juga :   350 Orang Ikut Vaksinasi Massal di Koramil 1613-03/Katikutana

Leave a Reply

Your email address will not be published.