CHRIS TAKA MINTA SEMUA PIHAK TURUT SERTA DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING

Rara-SJ……………. Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Marthen Christian Taka, S.IP., melaunching Percepatan Penurunan Stunting di Desa Weri Lolo Kecamatan Wewewa Selatan Kabupaten SBD Nusa Tenggara Timur, Selasa (17/5/2022).

Hadir dalam kagiatan launching tersebut, Kepala Bappelitbangda SBD, Samuel Boro, ST., Kepala Dinas Kominfo SBD, drh. Rihimeha A. Praing, MP., Kepala Desa Weri Lolo, Rato Umbu Lolo, S.AP., Ketua TP PKK Weri Lolo, Anastasia Loja, Sekcam Wewewa Selatan, Perwakilan beberapa OPD, Ketua BPD dan seluruh aparat desa serta orang tua anak-anak stunting.

Dalam laporannya Kepala Desa Weri Lolo, Rato Umbu Lolo, S.AP., mengatakan jumlah anak stunting yang hadir pada saat ini sebanyak 46 dari 165 anak stunting yang tersebar dari masing-masing dusun. Permasalahan yang dihadapi di desa Weri Lolo, masih kurangnya pemahaman masyarakat akan masalah stunting.

“Untuk bapak Wakil Bupati ketahui, sebagian warga masyarakat tidak mau anaknya disebut stunting, karena merasa anaknya sehat-sehat saja. Masih rendahanya pemahaman masyarakat akan masalah stunting ini” ungkapnya.

Lebih lanjut Rato Umbu Lolo mengatakan pihaknya bertekad akan menurunkan angka stunting dengan  melakukan intervensi bekerja sama dengan Puskesmas.

“Kami bertekad akan sesegera mungkin menurunkan stunting dengan melakukan intervensi dengan bekerja sama dengan petugas kesehatan dan kader posyandu. Untuk itu kami mohon arahan dan bimbingan pak Wakil Bupati serta dukungan untuk mempercepat penuruanan stunting di desa Weri Lolo” jelasnya.

Wakil Bupati Chris Taka (ketiga dari kiri) saat memberikan makanan bergizi bagi salah satu anak penderita stunting

Dalam arahannya sebelum melaunching kegiatan percepatan penurunan stunting di desa Weri Lolo, Wakil Bupati, Marthen Christian Taka, S.IP., minta pemerintah desa bekerja keras dengan melakukan segala upaya-upaya percepatan penurunan stunting.

Baca Juga :   Pembangunan Gedung Poliklinik RSUD Waibakul Selesai Tepat Waktu

Chris Taka sapaan akrabnya wakil bupati SBD  berharap angka penurunan stunting dapat dicapai sebelum waktu yang ditentukan oleh pemerintah.

Kepala Bappelitbangda SBD, Samuel Boro, ST (kiri depan) saat memberikan makanan para anak penderita stunting di desa Weri Lolo

“Stunting adalah penyakit yang ditimbulkan oleh manusia, bukan yang diadakan oleh Tuhan, hal-hal yang dilakukan oleh manusia adalah kurangnya edukasi di bidang kesehatan dan gizi pada pasangan yang siap menikah, ini merupakan salah satu penyebab lahirnya anak stunting” ungkap Chris Taka.

Lebih lanjut Chris Taka menambahkan kebiasaan masyarakat yang lebih memperhatikan tamu dan kepala rumah tangga dalam pelayanan makanan bergizi merupakan suatu kebiasaan yang sering melupakan ibuh rumah tangga yang sedang hamil atau menyusui. Hal ini menyebabkan asupan gizi bagi ibu hamil menjadi berkurang.

“Masalah gizi, kesehatan bagi ibu hamil, menyusui serta anak-anak balita harus menjadi perhatian kita di dalam keluarga, sehingga kita bisa menekan angka stunting tersebut” jelasnya.

Chris Taka menjelaskan stunting dapat menyebabkan rendahnya kualitas SDM anak-anak di masa mendatang, oleh karena itu sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di SBD.

Chris Taka juga menyayangkan adanya masyarakat yang tidak menerima anaknya disebut stunting, ini menunjukan berarti pendataan masih belum optimal, sehingga peran pemerintah desa sangat penting dalam upaya memberikan edukasi serta pemahaman akan pentingnya penanganan masalah stunting.

Dirinya juga minta agar pemerintah desa beserta aparat, BPD, TP PKK, LSM dan pihak-pihak lainnya terlibat dengan sukarela dengan dasar kemanusiaan untuk sama-sama menolong 165 anak stunting di Weri Lolo, jika hal ini dilakukan maka dengan adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten diyakini masalah stunting dapat cepat teratasi.

Baca Juga :   STRATEGI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI SBD STUNTING DENGAN INTERVENSI

Dipantau oleh media ini Wakil Bupati SBD, Kepala Bapppelitbangda SBD dan Sekcam Wewewa Selatan secara simbolis memberikan makanan bagi anak-anak penderita stunting di kantor desa Weri Lolo. Kegiatan launching ini sendiri dilaksanakan dengan tetap mematuhi anjuran protocol kesehatan. Usai membuka kegiatan di desa Weri Lolo, Wakil Bupati bersama rombongan menuju desa Buru Kaghu untuk membuka kegaitan Launching Percepatan Penurunan Stunting. *** (Octa/002-22).-