BUPATI SBD TEGASKAN PENTINGNYA KARANTINA UNTUK EDUKASI ISOLASI DIRI

(ki ke ka) Wabup Chris Taka, Direktur RSUD Pratama Reda Bolo, Elsy Luku Lewa, Bupati Kornelius K.Mete, Kadis Kesehatan Yulianus Kaleka

Tambolaka-SJ……….. Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete menghimbau penumpang maskapai Wings Air dan Nam Air yang dikarantina di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Reda Bolo, desa Watu Kawula Kecamatan Kota Tambolaka SBD, Sabtu (4/4/20).

Dalam arahnnya Bupati Kornelius mengatakan dilakukannya karantina untuk menyikapi pandemic covid-19 saat ini yang sedang menyerang seluruh dunia. Dan khusus untuk mereka yang datang dari daerah merah wajib dikarantina dengan tujuan untuk memahami betul pentingnya isolasi diri.

“Karantina ini wajib dilakukan agar mereka benar-benar memahami betul isolasi diri itu seperti apa,  prilaku untuk pencegahan covid-19, hidup bersih mulai dari memakai masker, cuci tangan dan lain-lainnya untuk menjadi guru ditengah keluarga mereka” ungkapnya.

Bupati Kornelius juga berpesan untuk keluarga dari penumpang yang terpaksa dikarantina agar tidak panik dan mendengarkan dari orang-orang yang dikarantina saat ini upaya-upaya pencegahan covid-19. Keluarga atau masyarakat agar selalu datang ke posko satgas di tingkat desa maupun kecamatan untuk selalu melakukan pengecekan kesehatan.

“Melawan virus corona ini harus secara bersama-sama, seluruh elemen masyarakat harus terlibat. Karantina ini akan dilanjutkan terus, sepanjang orang datang dari luar dari daerah merah wajib kita karantina untuk pastikan Pulau Sumba ini tidak ada virus. Sampai kapan nanti kita akan putuskan” tuturnya lebih jauh.

Bupati Kornelius juga mengharapkan dukungan doa dari seluruh masyarakat agar dengan cara yang dilakukan sekarang Sumba tidak terjangkit covid-19.

Direktur RSUD Pratama Reda Bolo dr. Elsy Luku Lewa kepada awak media mengatakan RSUD Pratama Reda Bolo menyediakan 4 gedung untuk menjadi rumah sakit perantara menangani covid-19 sebelum di rujuk ke RSU Waikabubak Sumba Barat yang merupakan rumah sakit rujukan covid-19.

Baca Juga :   SOSIALISASI STUNTING DI PUSKESMAS WERI LOLO

“Kami menyediakan 4  gedung untuk karantina orang-orang yang datang dari daerah-daerah yang zona merah baik dalam negeri maupun luar negeri” ujarnya.

Lebih lanjut dr. Elsy menjelaskan saat ini kapasitas ada 110 bad yang sudah dipersiapkan, sedangkan untuk tenaga medis akan disiapkan dokter, perawat dan bidan yang bertugas dari pagi sampai malam hari.

“Setiap hari akan ada 3 shift yang bertugas untuk pagi, sore dan malam hari serta akan dibantu oleh TNI/Polri. Setiap pasien yang akan datang akan diberikan edukasi bagi pasien yang keluar, sedangkan apabila ada gejala akan diperiksa langsung oleh tim dokter” tutur dr. Elsy.

Apabila ada pasien yang mempunyai gejala-gejala covid-19, dr. Elsy mengatakan akan memberikan terapi sesuai protap yang ada. Untuk diketahui saat ini ada 60an orang yang datang dari luar Sumba dari zona merah covid-19 yang sedang dikarantina di RSUD Pratama Reda Bolo. Setelah satu atau dua akan dikembalikan ke keluarganya masing-masing dan harus melanjutkan dengan karantina mandiri selama 14 hari dirumahnya masing-masing untuk menjaga dan mencegah penyebaran virus corona jika ada. *****

Liputan: Octa Dapa Talu,-

Leave a Reply

Your email address will not be published.