BUPATI MAKAN NASI GORENG, BUKAN GORENG NASI

Tambolaka-SJ………… Saat ini Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) sedang menantikan kehadiran seorang Sekretaris Daerah (Sekda) defenitif. Kurang lebih 2 tahun jabatan Sekda SBD dipegang oleh Plt  Sekda dan Pj. Sekda.

Tim Pansel sedang melalukan tugasnya untuk menyeleksi 5 orang putra-putra terbaik SBD yang mengikuti Pansel yaitu: Johanis Tende, SH., Drs. Etmundus Nobertus Nau, Fransiskus M. Adilalo, S.Sos.,  Christofel Horo,SH drh. Rihimeha A. Praing, MP. Tentunya masyarakat dan Pemda SBD berharap yang terbaik yang akan dipilih untuk menjadi Sekda SBD.

Salah satu calon peserta Pansel yang ditemui media ini, drh. Rihimeha A. Praing, MP., mengatakan dirinya mengikuti seleksi calon Sekda SBD sebagai abdi negara yang sudah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), merasa terpanggil untuk ikut membantu dan mendukung Bupati SBD dalam membangun Kabupaten SBD yang baru berusia 15 tahun saat ini.

Umbu Praing sapaan akrabnya menuturkan seorang Sekda diharapkan mampu menjalankan visi misi Bupati, Sekda harus memilih pengetahuan tentang manajerial pemerintahan, manajerial pembangunan dan manajerial kemasyarakatan.

“Kalau kita berbicara tentang pemerintahan,  dia harus paham bagaimana seorang sekda itu memetakan SDM yang baik pada masing-masing OPD  yang berperan penting dalam menyukseskan visi misi Bupati, itu yang paling penting karena Bupati adalah bosnya” ungkapnya di ruang kerjanya di Dinas Kominfo SBD, Senin (23/5/2022) yang lalu.

Dirinya menjelaskan peran Sekda sangat penting dalam bidang pembangunan, sebagai ketua tim anggaran, Sekda harus mengelola dan memanager APBD untuk membangun kabupaten ini. Sekda harus benar membantu Bupati, sehingga dana yang terbatas itu dapat menyelesaikan visi misi Bupati.

“Kalau Sekdanya pintar, Bupati itu makan nasi goreng bukan Bupati goreng nasi,   itu yang paling penting tugas seorang Sekda” kata Umbu Praing menjelaskan.

Baca Juga :   CALEG DPR RI STEVANO DUKUNG PEMEKARAN DESA DI SBD

Lebih lanjut ia mengatakan,  peran Sekda dalam bidang kemasyarakatan, seorang Sekda harus mampu mewakili Bupati, Sekda harus memberi perasaan khas dari rakyat, memberi kepercayaan dari rakyat dan mampu memberi pelayanan pada rakyat sesuai dengan visi misi Bupati.

Lanjutnya, di lain pihak, Sekda juga harus mampu menjembatani kepentingan legislatif dan eksekutif, dalam hal ini Bupati dan DPRD. Sekda harus mampu mengatasi perbedaan di lembaga politik itu.  Konspirasi boleh ada, tetapi ketika dia sudah melahirkan, tidak boleh  ada konspirasi,  karena itu milik rakyat, sehingga kebijaka yang dikeluarkan untuk kesejahteraan rakyat.

Apabila dirinya mendapat kesempatan menjadi Sekda SBD, Umbu Praing menyadari bahwa tantangan yang dihadapi SBD saat ini adalah kemiskinan, di atas 28% angka kemiskinan di SBD, maka dirinya akan melakukan pemetaan birokrasi sehingga penempatan SDM yang tepat pada masing-masing OPD, untuk mampu mengimplementasikan kebijakan Bupati dalam membangun SBD.

“Kemudian pembangunan itu harus terfokus untuk prioritas visi misi Bupati,  kalau memang tidak ada penting,  misalnya kebutuhan rakyat di desa jauh lebih penting dari perjalanan dinas, ya biaya perjalanan dinas kita potong.  Jadi harus kita harus mengerti bagaimana mengatasi permasalahan rakyat ini,  jangan lebih banyak belanja modal, kepentingan rakyat itu adalah kepentingan yang paling tinggi” tegas Kadis Kominfo SBD ini.

Ketika dimintai tanggapannya atas pernyataan Bupati bahwa ke-5 peserta Pansel saat ini, semuanya bukan pendukung Bupati pada Pilkada 2018 yang lalu, Umbu Praing mengatakan Bupati SBD adalah seorang negarawan yang mampu membedakan mana kepentingan politik dan kepentingan SBD.

Adik kandung Bupati Sumba Timur ini mengatakan Bupati Kornelius Kodi Mete telah memberi contoh dan teladan bagi adik-adiknya, anak-anaknya di SBD, bahwa untuk mambangun SBD menuju tanah loda wee maringi, pada wee malala, semua pihak harus bisa bergandengan tangan dan bahu membahu untuk membangun, masalah politik adalah masalah lain. Pesta politik sudah ditetapkan setiap 5 tahun sekali.

Baca Juga :   CALEG DPR RI STEVANO DUKUNG PEMEKARAN DESA DI SBD

“Pak Bupati adalah seorang negarawan sejati yang telah memberi contoh pada kami, perbedaan yang ada bukanlah jurang untuk membangun SBD ini. Beliau memberi kesempatan yang sama pada semua ASN di SBD untuk mengikuti seleksi Sekda saat ini. Ini adalah contoh seorang negawaran di SBD” pungkasnya. *** (Octa/002-22).-