Bupati Belu Diduga Gunakan Jurus Siluman Untuk Kepentingan Politik Pilkada

by -1,938 views
Wakil Ketua II DPRD Belu, Cyprianus Temu

Belu-SJ……… Wabah corona virus disease 2019 (covid-19) yang sedang  melanda dunia saat ini menimbulkan banyak dampak bagi masyarakat dan pemerintah baik dibidang kesehatan, ekonomi, budaya dan politik.

Seperti yang terjadi di kabupaten Belu provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga adanya hal yang aneh dengan pembagian uang kepada relawan covid oleh Bupati Belu dan 4  lurah di kecamatan Atambua Barat.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belu Cyprianus Temu, menilai terbentuknya kelompok relawan yang dibuat pemerintah ada unsur indikasi kepentingan politik, karena pemerintah tidak berdayakan RT dan RW untuk berperan aktif sebagai relawan Covid dalam wilayah tersebut.

Kepada redaktur suara jarmas.com Cyprianus Temu mengatakan via telepon pada Sabtu (1/8/20) dirinya menilai telah  terjadi sesuatu yang ganjil dalam tubuh Pemerintah Kabupaten Belu Kerena membentuk tim relawan Covid-19.

“Seharusnya RT maupun RW yang diberdayakan untuk pelaksanaan penjagaan covid bukan membentuk relawan. Mengapa harus ada relawan, mengapa tidak berdayakan RT dan RW untuk mendata KK penerima BLT maupun BST. Ini ada sesuatu yang ganjil ” ketus Cypri.

Dirinya menduga pembentukan tim relawan Covid-19  oleh Bupati Wily Lay ada strategi politik yang dimainkan oleh incumben untuk membayar relawan dengan menggunkan uang Negara.

Tambahnya, incumben menggunakan jurus siluman dengan menggunakan uang pemeritah untuk kepentingan pribadi dan kepentigan politik.

“Lucu dan aneh itu Bupati  bayar relawan, sementara mereka yang jaga pos pemantauan covid seperti di pos Ainiba, pos Motamaro dan pos Teun.  Banyak aparat keamanan yang belum dibayar dan banyak keluhan dari mereka yang menjaga posko selama 24 jam, sulit untuk melakukan pengajuan anggaran. Tetapi kepada relawan ko gampang sekali dibayar,  ini yang menjadi pertanyaan” ungkap Cyprianus prihatin.

Wakli Ketua II DPRD Belu ini minta agar penegak hukum segera telusuri penggunaan dana covid,  karena fasilitas makan minum tidak terjamin dengan baik dan pantauan terhadap pos covid saja tidak efektif.

“Pemerintah mulai amburadul, sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belu saya akan menginvestigasi anggaran yang dipakai untuk bayar honor relawan,  kalau seandainya anggaran tersebut melaui APBD, maka kami akan mempertanyakannya” tutup Cypri. ***** (Team SJ),-