AWAL DESEMBER, POSITIF COVID-19 SBD TERUS MENINGKAT TAJAM

by -627 views

Tambolaka-SJ……… Memasuki akhir tahun bulan Desember tahun 2020 ini, kasus positif Covid-19 di kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) terus menalami peningkatan. Usai meredanya kasus positif covid-19 di kelurahan Langga Lero kecamatan Kota Tambolaka, kasus Puskesmas Waimangura kecamatan Wewewa Barat menjadi sorotan Pemerintah, Satgas Covid-19 dan Publik SBD.

Seperti diketahui untuk data terakhir per 4 Desember 2020, jumlah positif covid SBD sebanyak 45 orang, dirawat 15 orang, sembuh 30 orang.  Hal ini menunjukan sebaran wabah virus corona sudah sampai ke 10 kecamatan di SBD minus kecamatan Wewewa Selatan.

Saat ini juga wabah virus corona sudah masuk melalui lembaga pendidikan dan Pusksmas.  Untuk dosen, staf dan mahasiswa STKIP Weetabula  sudah  dilakukan pemeriksaan swab. Demikan juga dengan Puskesmas Waimangura untuk sementara ini ditutup mengingat ada 3 orang pegawai kesehatan yang dinyatakan positif.

Ketua pelaksana posko Satgas Covid-19/SBD Mathias Jenga kepada keluarga STKIP Weetabula yang melakukan pemeriksaan swab di posko satgas menghimbau untuk segera melakukan karantina mandiri, jika ada mahasiswa atau staf maupun dosen yang belum melakukan pengambilan swab agar sesegera mungkin datang ke posko Satgas Covid SBD di lapangan Galatama.

“Kita harapkan agar lakukan karantina mandiri sambil menunggu hasil swab saat ini. Kita juga tidak perlu takut apabila dinyatakan positif. Daya tahan tubuh yang bagus bisa mematikan virus corona itu, yang kita takutkan adalah ketika kita sudah terpapar dan menularkan ke orang lain yang mempunyai penyakit bawaan atau daya tahan tubuhnya rendah” ungkap Mathias Jenga didepan dosen dan staf STKIP yang melakukan swab di posko Galatama, Jumat (4/12/20).-

Perkembangan selanjutnya yang diperoleh media ini saat ini setelah sebanyak 15 orang dari STKIP prodi PKK dan pastoran Karuni sudah diswab yang berkontak langsung dengan (P.B) dari mereka sudah 6 orang yang menunjukan menunjukkan gejala covid seperti  demam, batuk, sakit kepala, pegal-pegal dan menceret.

“Kami sudah koordinasi dengan RS Karitas dan mereka  sudah check up tadi sore. Hasilnya menunggu besok. Andai ada yang memperlihatkan gejala pneumonia maka akan diisolasi di Ruang Vincentius Karitas” ungkap salah satu petugas kesehatan posko Satgas.

Terbaru malam ini (Jumat 4/12/20) sudah ada beberapa anak STKIP yang mulai gejala sakit kepala, pusing dan mual.  Ini berarti masuk ring 2. Besok Sabtu (5/12/20) merek akan di-rapid test. Untuk swab tidak ada lagi.

Kalau ada yang tahu ada anak STKIP khusus Prodi Agama (PKK) yang punya gejala tolong kabari secepatnya,  supaya penularan bisa diputus secepatnya atau beritahu supaya mereka karantina mandiri secara disiplin” pungkasnya. *** (002/SJ/20),-