
Tambolaka-SJ…… Sebanyak 53 orang yang pernah melakukan kontak dengan OTG terpapar covid-19 asal Sumba Barat Daya (SBD) akan dilakukan pemeriksaan rapid test, guna memastikan apakah tertular virus corona atau tidak.
Demikian diungkapkan Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete saat jumpa pers di Lopo Rumah Jabatan Bupati Desa Radamata Kecamatan Kota Tambolaka Minggu (21-6-20). Pemeriksaan dengan menggunakan rapid test ini untuk memastikan apakah ada yang terjangkit atau tertular virus corona dari pasien PMI asal Malaysia yang dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium RSUD Prof. Yohanes Kupang NTT Sabtu 19 Juni kemarin.
Berdasarkan kronologis perjalanan pasien tersebut, Bupati Kornelius mengatakan pasien tersebut sudah melakukan kontak dengan suaminya walaupun belum bertemu keluarganya yang lain, selain itu pasien juga sempat dikarantina Hotel Sumba Sejahtera sebelum akhirnya dipindahkan ke RSUD Pratama Reda Bolo.
“Dari penelusuran tim kesehatan gugus tugas covid-19, diperkirakan pasien dan suaminya sudah melakukan kontak dengan 53 orang, sehingga suami pasien akan dijemput untuk dilakukan pemeriksaan dengan rapid tes” ungkap Bupati SBD.
Lebih lanjut Bupati Kornelius mengatakan sudah menghubungi kepala desa Kali Ngara Kecamatan Wewewa Tengah untuk melakukan pengawasan bersama tim kesehatan daerah tempat tinggal keluarga korban.
“Saya sudah perintahkan agar semua orang yang ada di kampung pasien, agar tidak keluar dulu dan melakukan hubungan atau kontak dengan orang lain, sebalum kita memperoleh hasil pemeriksaan rapid test dan swab. Masyarakat dari luar juga agar tidak memasuki kampung pasien, sebelum kita memastikan semuanya aman dan bebas dari virus corona” tutur Bupati Kornelius.
Menyikapi situasi yang terjadi saat ini di SBD, Bupati Kornelius menghimbau masyarakat agar benar-benar patuh pada protokol kesehatan. Masyarakat harus patuh dalam menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir serta selalu menjaga jarak.
“Bayangkan pasien yang terpapar saat ini adalah Orang Tanpa Gejala (OTG), bisa jadi kitapun jika diperiksa bisa saja sudah terpapar covid walaupun secara fisik dilihat dalam keadaan sehat. Ini berarti kita harus waspada dan berhati-hati” katanya.
Bupati Kornelius juga berharap tidak ada lagi penambahan pasien terpapar covid-19 di SBD, dan dirinya bertekad pasien yang sudah ada harus sembuh. Dengan adanya kebijakan new normal saat ini Bupati berharap masyarakat jangan malah merasa terlena, tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan.
Pasien terpapar covid-19 PMI asal Malaysia saat ini masih dirawat di RSUD Pratama Reda Bolo, tim gugus tugas covid-19 SBD akan melakukan pemeriksaan dan pembersihan dengan disinfektan di hotel Sumba Sejahtera dan RS Karitas serta RSUD Pratama Reda Bolo serta orang-orang yang sudah pernah kontak dengan pasien.
Dipantau oleh media ini dalam jumpa pers ini Bupati SBD didampingi oleh Dandim 1629/SBD, Letkol Inf. Laode M. Sabarudiin, Plt Sekda Bernardus Bulu, SH, Kadis Kesehatan drg. Yulianus Kaleka dan Kepala BPBD SBD Johanes Tende, SH. ***** (OC$),-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
