Uskup Weetebula Pimpin Misa Requiem Alm. Pater Wagener

Tambolaka-SJ….. Uskup Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR mempimpin Misa Requiem Alm. P. Wilhelm Ernst Wagener, CSsR di Gereja Katedral Paroki Roh Kudus Weetebula Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Senin (13/4/20) sebelum diberangkatkan ke biara Redemptoris Wano Gaspar Sumba Barat ketempat perisitirahatannya yang terakhir di pekuburan Redemptoris.

Uskup Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR saat memimpin misa requiem

Dalam khotbahnya Uskup Weetebula mengatakan meninggalnya P. Wagener sangat istimewa dimana seluruh umat Katolik dan umat Kristiani sedang merayakan hari kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus.  Alm. P. Wagener meninggal sore hari pukul 17.50 wita  dimana kita sedang beristirahat setelah merayakan Paskah di rumahnya masing-masing.

“Almarhum sudah merencanakan untuk meninggal pada saat kita merayakan Kebangkitan Yesus Kristus, dan istimewanya lagi  ketika dia tidak berangkat pada pagi atau siang hari saat kita masih sibuk walaupun di tempat kita masing-masing untuk merayakan pesta Paskah. Beliau memutuskan berangkat pada sore hari ketika kita semua sebagai orang beriman sedang beristirahat dari kelelahan atau kegembiraan perayaan Paskah” ungkapnya.

Bupati SBD bersama Ibu saat memberikan penghormatan terakhir pada Alm. P. Wagener

Uskup Edmund Woga mengatakan sungguh luar biasa, dan itu merupakan mahkota dari seluruh perbuatannya pada masa hidup P. Wagener sebagai misionaris di gereja Sumba, sebagai misionaris gereja keuskupan Weetebula dan sebagai misionaris dari konggregasi Redemptoris.

Lanjut Uskup, saat ini kita bersama-sama menjalankan pribadi yang kita sayangi ini dengan tulus hati kepada Bapak di Surga yang merasa bahwa sudah waktunya Ia memanggil kembali P. Wagener kembali kepangkuanNya.

“Kita mohon Allah mengampuni segala dosanya, tapi mungkin lebih pasti kita mohon supaya beliau mendoakan kita disamping,  disisi Allah sang pencipta” katanya.

Baca Juga :   WABUP TONY AJAK MEMAKNAI NATAL DENGAN KASIH

Dipantau oleh media ini usai pelaksanaan misa Requiem, jenazah Alm. P. Wilhelm Ernst Wagener, CSsR langsung diberangkatkan ke tempat perisitirahatan  terakhirnya di pekuburan Redemptoris Sumba Barat. Rombongan yang dikawal ketat oleh kemanan dari Polres SBD.

Bupati SBD bersama Ibu mencuci tangan sebelum masuk kedalam gereja untuk memberikan penghormatan terakhir pada Almarhum

Dikarenakan wabah virus corona yang sedang melanda Indonesia saat ini dan Sumba khususnya serta himbauan dari Polres SBD, maka dibatasi umat dan masyarakat yang hendak melayat atau mengantar almarhum ke rumahnya yang terakhir. Tampak Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete dan ibu bupati Ny. Margretha Tatik Wuryaningsih melayat pada pagi hari sebelum misa.

Misa  Requiem mohon keselamatan abadi P. Wilhelm Ernst Wagener, CSsR hanya dihadiri oleh Pater Redemptoris, Romo, Biarawan/Biarawati, beberapa petugas tim Satgas Covid-19 dan keamanan Polres/Kodim 1629 SBD yang menjaga pelaksanaan misa serta menghimbau masyarakat untuk tidak berkumpul dan tetap menjaga jarak untuk menghindari penyebaran virus corona.

Tim Satgas Cocid-19 SBD, dr. Helena Sanger, dr. Elfrida Marpaung dan Pater Redemptoris saat bertugas memberi arahan pada pelayat

Salah satu tim satgas covid-19 yang bertugas dr. Elfrida Marpaung kepada media mengatakan turut berbela sungkawa atas kepergian P. Wagener yang sudah lama tinggal di Sumba menjadi misionaris. Dirinya menyadari bahwa ada begitu banyak kesedihan dari umat Katolik, masyarakat Sumba maupun Pater, Romo, Biarawan/biarawati, tetapi kita harus bisa menahan diri dalam situasi saat ini dimana wabah covid-19 sudah menyerang dan masuk NTT.

“Kami himbau pada para Pastor, beberapa orang yang melayat untuk tetap menjaga jarak, selalu mencuci tangan dan menggunakan masker. Kalau bisa setelah melayat langsung kembali lagi ke rumahnya masing-masing” tuturnya.

Baca Juga :   Turut Merasakan Apa Yang Sesama Rasakan Lewat Berbagi Kasih

Kata dr. Elfrida bagi yang mengikuti misa dihimbau untuk duduk tida berdekatan, satu bangku hanya boleh diduduki oleh 3 orang dan tidak diperkenankan melepas maskernya saat misa.

Pater Redemptoris Sumba Barat saat mengantar alm. P. Wagener ke tempat peristirahatan terakhirnya di pekuburan biara Redemptoris Wano Gaspar Sumba Barat.

“Untuk keselamatan kita bersama lebih baik mencegah dari pada terjangkit covid-19, dan mari kita patuh pada protocol kesehatan dan maklumat Kapolri untuk tidak berkumpul banyak-banyak” pungkasnya.

Selamat jalan Pater Wagener damailah bersama Allah di surge dan doakan kami yang masih melanjutkan kehidupan di dunia yang fana ini. Amin,- *****

Liputan: Octa Dapa Talu,-