YAPNUSDA Menjawab Tantangan Pendidikan di Sumba

Tambolaka-SJ …………… Pendidikan merupakan hal yang penting dalam meningkatkan kualitas SDM, dengan pendidikan yang baik maka dapat merubah dan memajukan daerah baik kabupaten sampai dengan pusat. Demikian halnya dengan Pulau Sumba  yang secara perlahan terus membangun di 4 kabupatennya.  Peran lembaga pendidikan semakin dirasakan dampaknya bagi peningkatan kualitas SDM. Bicara mengenai pendidikan bukan hanya merupakan tanggung jawab Pemerintah saja tetapi peran swasta juga mempunyai andil sebagai  pendobrak awal demi tercapainya tujuan pendidikan tersebut.  

Yayasan pendidikan Nusa Cendana (YAPNUSDA) adalah Yayayan yang bergerak di dunia pendidikan dan sudah menjawab tantangan Pendidikan di SBD khususnya dan Sumba pada umumnya. YAPNUSDA sudah berperan dengan Sekolah asuhannya mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi (PT). Hingga saat ini YAPNUSDA memiliki 12 TK, 58 SD, 8 SMP, 3 SMA, 2 SMAK dan 1 Perguruan Tinggi yaitu STKIP Weetebula.

Berikut hasil bicang-bincang dengan Ketua YAPNUSDA Rm. Marcel Pingge Lamunde, Pr saat di temui media di bukit Selo Nebo Senin,  29/07/2019. Sekolah pertama asuhan YAPNUSDA adalah SDK Weetebula pada tahun 1929, kemudian SDK Totok pada Tahun 1930, dan diikuti oleh SDK yang lain. Sampai dengan saat ini ada 58 SDK, 4 sudah di Negerikan. Untuk SMP, yang pertama adalah SMPK St. Aloysius pada tahun 1952, kemudian di susul SMPK Wonakaka dan SMPK yang lain, untuk saat ini 4 SMPK  sementara di urus Ijin operasionalnya. Untuk SMA yang pertama SMAK St. Alfonsus yang duluh masih SPG, kemudian SMAK Santa Maria Hamba Karipit, SMAK St. Gerardus Mayela Kalembu weri dan 2 SMAK (Sekolah Menengah Agama Katolik) Khusus Katolik  di bawah Kementriam Agama yaitu SMAK St Dominikus Tambolaka dan SMAK St. Yohanes Neuman Sumba Tengah. Semua sekolah tersebar di 3 kabupaten Sumab Barat Daya, Sumba Barat dan Sumba Tengah.

Baca Juga :   Yayasan Bahtera Gelar Dialog Kebijakan Multi/Pihak Bersama Pemda Dan Komunitas Sekolah

“STKIP Weetebula yang berdiri pada tahun 2009, awalnya dinaungi dan Payung Hukumnya oleh UNDANA Kupang, dan pada 23 Oktober 2013 yang lalu sudah berdiri sendiri dengan SK MENRISTIKDIKTI.  STKIP Weetebula melakukan wisuda perdananya pada tangal 28 Januari 2019 dan akan wisuda ke dua bulan Oktober 2019 ini” ungkap Rm. Marcel.

Lebih lanjut Rm Marcel mengatakan kalau ada rencana sekolah Swasta dinegerikan harus di bicarakan dahulu dengan pihak swasta.  Sejarah pendidikan di Sumba selalu ada MoU antara Yayasan dan Pemerintah.

Rm. Marcel P. Lamunde, Pr., saat memberikan arahan di STKIP Weetebula beberapa waktu yang lalu

“Kalau sekolah swasta dialihkan ke sekolah negeri  itu bagus, harus kita bicarakan apakah semua aset sekolah yang menjadi milik Yayasan di alihkan ke Neregi?. Yayasan pertama bidang pendidikan di Sumba yaitu YAPMAS (Yayasan Pendidikan Masehi ) kemudian YAPNUSDA” ungkapnya.

Rm. Marcel, menyayangkan ada Kepala Sekolah pegawai negeri yang di tempatkan di sekolah Swasta tanpa sepengetahuan YAPNUSDA, demi pendidikan kami terima namun resminya tidak ada tembusan ke Yayasan. Kurang komunikasi Pemerintah terhadap YAPUSDA” tuturnya.

Melalui komunikasi yang baik, Rm. Marcel berharap agar penempatan kepala sekolah negeri ke sekolah yayasan harus yang berkompetensi jangan hanya golongan tertentu dan kerjasama.

“Pemerintah/Bupati janji berapa kali didepan umum pada saat Duta, kepala Kopertis, Rektor datang di Kampus.  Janji jalan, lapangan dan bahkan tower untuk kelancaran sinyal namun saat ini kita tunggu janji tersebut tidak ada realisasinya “ujarnya menyesali.

Lebih jauh Rm. Marcel, mengatakan pendidikan formal jangan terlalu dicampuri oleh Politik, baik Pilkada, Pileg dan Pilpres. Pendidikan harus merubah pola pikir budaya Sumba, budaya ditempatkan pada masanya (budaya penguburan, budaya perkawinan, budaya pesta dan lain-lain disesuaikan).

Baca Juga :   LLDIKTI SERAHKAN IJIN OPERASIONAL POLTEKKES BAKTI SUMBA

Rm. Marcel, Pr juga  akrab disapa bapak Ekologi,  karena ketua YAPNUSDA ini sudah  menanam  ribuan jenis tanaman dan pohon di kampus STKIP Weetebula untuk  penghijaun. Kampus STKIP Weetebula merupakan kampus Swasta pertama di Indonesia yang memiliki luas lahan 100 Ha.

“Minggu depan saya akan bertemu Gubernur Victor Laiskodat untuk membicarakan masalah pendidikan di Sumba” ujarnya mengakhiri perbincangannya dengan media. (Emil Buga),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.