WLF DUKUNG KONSEP PARIWISATA SATU SUMBA

Michele Soeryadjaya, Direktur Eksekutif WLF

Tambolaka-SJ…………. Proyek Tour Guide Training yang dilaksanakan oleh Yayasan Sumba Hospitality (SHF) bekerjasama dengan Asosiasi Pariwisata Berkelanjutan Sumba dan didanai oleh William & Lily Foundation (WLF) selama 1 tahun sejak Juli 2018 berakhir sudah. Puluhan pemandu wisata dari 4 kabupaten Sumba terlibat mengikuti program ini yang fokus pada penguatan aspek kapasitas maupun finansial sehingga mereka dapat menekuni profesi ini secara serius dan total.

Michele Soeryadjaya, executive director of  WLF yang mengikuti kegiatan closing event proyek Tour Guide Training di Rumah Budaya Desa Weelonda Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada Kamis, 22/8/19  kepada media mengatakan WLF akan terus mendorong 4 kabupaten untuk bekerja sama dan berkoordinasi untuk mengembangkan konsep Pariwisata Satu Sumba. Untuk mewujudkan hal tersebut salah satunya adalah dengan mendanai proyek tour guide training ini sehingga bisa menghasilkan pemandu wisata yang profesional sebagai ujung tombak pariwisata.

Peserta Proyek Tour Guide Training berpose bersama usai kegiatan

“Konsep WLF adalah pemberdayaan masyarakat sehingga kalau 4 kabupaten di Sumba serius dalam pengembangan pariwisata kami berencana untuk coba meluruskan apa yang sudah dilakukan oleh SHF dan mendorong  4 kabupaten terus bekerja sama dan berkoordinasi untuk kembangkan konsep Pariwisata Satu Sumba ini” ungkapnya.

Michele menjelaskan WLF adalah lembaga non profit yang bergerak dalam bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Saat ini fokus WLF pada peningkatan kualitas masyarakat guna menunjang peningkatan mata pencahariannya. Untuk SBD ada 2 program yang sedang berjalan saat ini,  pendampingan pilot project 2 desa wisata Kodi bekerjasama dengan IRE dan SHF untuk Tour Guide Training.

Lebih jauh Michele menjelaskan Pariwisata merupakan salah stau sektor yang berpotensi memajukan ekonomi Sumba, jika dikelola dengan baik bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat karena pariwisata merupakan sektor yang kurang mendapat tantangan apabila kualitas SDM masyarakat sudah baik serta adanya dukungan dari semua pemangku kepentingan.

Baca Juga :   DINAS PARIWISATA SBD GELAR SOSIALISASI SADAR WISATA

“Kalau sudah ada respon di bidang pariwisata, ada banyak hal atau kegiatan yang bisa dilakukan untuk bisa menunjang ekonomi masyarakat. Itulah alasan kenapa kami tertarik pada program ini karena bisa membantu masyarakat banyak” tutur Michele lebih jauh.

Yudi Umbu T.T Rawambaku Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Sumba Timur

Ditempat terpisah Yudi Umbu T.T. Rawambaku, SE, Kabid  Destinasi dan Industri Pariwisata kabupaten Sumba Timur mengapresiasi program ini karena sangat membantu pemandu wisata yang ada di Sumba dan SHF bisa memfasilitasi sehingga 4 kabupaten di Sumba berkomitmen untuk mendukung masyarakat di Pulau Sumba untuk mengembangkan industry pariwisata secara berkelanjutan.

Dirinya berharap dalam pertemuan berikutnya yang direncanakan September mendatang ini adanya kesepakatan bersama antara Pemerintah 4 kabupaten dan DPRDnya sehingga bisa masuk dalam anggaran pembangunan masing-masing kabupaten, karena potensi pariwisata sangat besar di Sumba.

“Jangan lupa Sumba dikatakan pulau terindah karena kita mempunyai wisata alam, wisata bahari dan wisata budayanya. Taman nasional Manupeu Tana Daru dan Laiwanggi Wanggameti. Tempat-tempat inilah yang memberikan pasokan oksigen 90% buat masyarakat Sumba. Dan taman nasional itu juga menyimpan sesuatu yang sangat unik dan tidak ada dimana-mana, misalnya burung kakatua, kupu-kupu dan masih banyak lagi yang hewan-hewan tersebut hanya ada di Sumba” ujarnya mengingatkan.

Lebih jauh Yudi mengatakan dengan potensi wisata yang dimiliki Sumba ini maka sudah saatnya kita mempersiapkan SDM yang bagus khususnya dibidang pemandu wisata. Dirinya juga mengapresiasi SHF yang mengkhususukan diri di bidang pendidikan pariwisata.

Salah satu peserta training dalam pernyataan komitmen bersama 4 kabupaten

“Pastinya kita berterima kasih pada WLF yang sudah mendanai proyek ini, sehingga Pemerintah tinggal menindaklanjutinya dan memperhatikan potensi-potensi wisata yang sehingga pariwisata Sumba bukan lagi nona cantik yang belum mandi” katanya.

Baca Juga :   40 Warga Masyarakat Ikut Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata Alor

Salah satu peserta training Tour Guide Cornelias Ina Kii dari SBD mengatakan sangat puas dengan adanya pelatihan ini dan dirinya berharap ada tindak lanjut dari Pemerintah sehingga pemandu-pemandu wisata yang ada di Sumba akan lebih memfokuskan diri lagi dan adanya keyakinan karena wisatawan yang berkunjung ke Sumba akan terus meningkat.

“Yang paling penting sektor keamanan harus ada jaminan dari Pemerintah, sehingga ada rasa nyaman buat para wisatawan. Tentunya trima kasih buat SHF dan WLF yang sudah menyelenggarakan pelatihan ini karena cukup membantu buat peningkatan kapasitas pemandu wisata” tuturnya.

Pantauan media kegiatan closing event proyek tour guide training ini dihadiri oleh WLF, SHF, Yayasan Harapan Sumba, Kepala Dinas Pariwisata SBD, Sumba Barat, Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata kabupaten Sumba Timur, Kominfo peserta training dan media berjalan baik dan menyepakati keberlanjutan program Pariwisata Satu Sumba. (SJ-OC$),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.