Wisuda Perdana STKIP Bersama Kita Bisa

Ketua STKIP Weetebula Wilhelmus Yape Kii, S.Pt., M.Phil saat pelaksaan wisuda perdana di GSG Weetebula

Wisuda pertama STKIP Weetebula yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) pada Senin, 28 Januari 2019 berlangsung meriah dan penuh suka cita. Hal ini dikarenakan STKIP yang sudah menghasilkan ratusan sarjana yang pernah di wisuda di Undana Kupang, kali ini merupakan sejarah baru karena melakukan wisuda di Sumba Barat Daya (SBD) dari tahun 2009 sejak berdirinya STKIP Weetebula. 

Hadir dalam kesempatan ini, yang Mulia Uskup Weetebula Mgr. Edmund Woga, CSsR,  Bupati SBD Markus Dairo Talu, S.H, kepala LLDIKTI Wilaya VIII Prof.Dr.I Nengah Dasa  Astawa, M.Si, dewan Pembina, dewan pengawas, dewan Pengurus Yapnusda Rm. Marcel P.Lamunde Pr, para kepala sekolah Mitra STKIP, Para kepala desa, para Camat,  Pimpinan Kongregasi Redemtoris, Pimpinana Kongregasi ADM,dosen dan Staf STKIP weetebula serta orang Tua dan tamu Undangan.

Dalam sambutannya Ketua STKIP Weetebula Wilhelmus Yape Kii, S.Pt., M.Phil mengatakan latar belakang pendirian STKIP oleh Keusukupan Weetebula, Pemda SBD dan Yayasan Pendidikan Nusa Cendana (YAPNUSDA) adalah karena kekurangan tenaga guru.  Sebagai contoh pada Tahun 2008 kabupaten SBD kurang tenaga guru SD sebanyak 1.686 belum termasuk guru TK, SMP dan SMA dan 3 kabupaten lainnya di wilayah Sumba.

“Saat ini, STKIP Weetebula memliki 1717 mahasiswa yang terinput dalam data PDDIKTI. Para pendiri STKIP Mgr. Edmund Woga, CSsR, bapak Drs. Emanuel babu Eha, M.Si, dr.Kornelis Kodi Mete, Drs.Hugo Rehi kalembu, M.Si, Rm.Marcel Lamunde, Pr, Ketua STKIP Weetebula yang pertama Alm. Ir. Norbet Ama Ngongo, M.si adalah orang–orang yang luar biasa, mereka berani berpikir dan berbuat hal-hal yang tidak biasa, berkomitmen untuk terus berjuang, memanfaatkan semua kesempatan agar ijin operasional bisa diperoleh.  Motto STKIP “ Bersama Kita Bisa” refleksi dari semangat para pendiri untuk menghadirkan perguruan tinggi di tanah marapu” ungkapnya.

Baca Juga :   Romo Agus buka MABIM STKIP Weetobula

Lebih lanjut Wilhelmus mengatakan kata ini yang selalu menguatkan kami dalam menumbuh mengembakan kampus STKIP sehingga hari ini di wisudakan angkatan perdana sebanyak 75 orang. Untuk saat ini dosen Kualifikasi S2 ada 50 orang dan 3 orang sementara studi. STKIP Weetebula telah mendapat beasiswa untuk mengirim 5 orang dosen tetap Studi Doktor pada April 2019. Pada bulan Februari 2019 akan diberangkatkan 7 orang untuk studi S2 dan 1 staf local untuk studi S2. Dana untuk beasiswa dosen diperoleh dari Misereor Jerman,  DIKTI, KMW Jerman, LPDP, DAAD Jerman.

STKIP JUGA BERMITRA dengan Universitas Osnabrueck dan universitas Cologne Jerman. Sekitar 90% mahasiswa STKIP Weetebula yang berasal dari keluarga sederhana. Hal ini membuat STKIP Weetebula mencarikan beasiswa untuk mahasiswa. Beasiswa dari mahasiswa di peroleh dari Misereor Jerman, SOS, Dondres, Bank NTT, Pemda SBD, Pemba Sumba Barat, Pemda Sumba Tengah, pemda Pemporof  NTT, PPA, Bidik Misi DIKTI, serta Donatur Lainnya.

Wilhelmus juga menjelaskan rencana pengembangan STKIP Weetebula memiliki rencana induk untuk menjadi Perguruan Tinggi unggulan pada tahun 2040. Saat ini berada pada langkah kedua  dari langkah-langkah pengembangnan yang dibagi dalam enam periode, sekarang ini berada pada periode  memperkuat (2018-2023).

“Pada periode ini direncanakan untuk membuka Prodi PAUD dan Prodi IPA,  diakhir periode ini direncanakan untuk perubahan bentuk STKIP menjadi Universitas, mengenai nama dan jumlah fakultas akan ditentukan berdasarkan kajian ilmiah dan pertimbangan para pemangku kepentingan. Direncanakan sebelum tahun 2030 program unggulan termasuk PPG, Program Pasca sarjana sudah bisa dilaksanakan di institusi ini. STKIP  tidak bisa berjalan sendiri, kami tetap membutuhkan bantuan dan dukungan bapak Uskup, bapak kepala LLDIKTI Wilaya VIII, Pemda SBD, Pemda Sumba Barat, Pemda Sumba Tengah, Pemda Sumba Timur, Sekolah Mitra, bapak Camat, bapak Desa, Toko masyarakat serta Orang Tua Mahasiwa/i.” Tuturnya.

Baca Juga :   Kanit Binmas Polsek Loli, Sambang Siswa SD Parerel Karekandoku Selatan

Ketua STKIP ini juga mengucapkan  terima kasih kepada seluruh pihak yang tak terhingga, para undangan, sponsor, donator, dosen dan staf. Keberhasilan mendapat ijin operasional, akreditasi Program studi dan akreditasi Institusi, serta dengan diwisudanya 75 orang sarjana hari ini, berkat Tuhan Bagi kita semua, sebagai manusia biasa refleksi saya adalah semua ini boleh terjadi karena “Bersama Kita Bisa”.

Dalam wisuda perdana ini terdapat 4 orang wisudawan dengan predikat luluan terbaik dari empat program studi yaitu Program studi pendidikan guru sekolah Dasar (PGSD) atas nama Sirilla Gerarda Ngongo, S.Pd dengan IPK 3,79,  Program Studi Bahsa Indonesi Atas Nama Maria Falariana Bupu Eso, S.Pd dengan IPK 3,52, program Fisika atas Nama Yakobus Bili Ngongo, S, Pd dengan IPK 3,52 dan Program Studi Pendidikan Matematika atas NamaDorethea Novia Ludo Lubur, S. Pd dengan IPK 3,62.

Sirilla peraih predikat lulusan terbaik saat diwawancara oleh media mengatakan bahwa dirinya sangat bangga, bahagia dan senang mendapat predikat ini.

“Semua ini atas campur tangan Tuhan bukan karena kehebatan saya. Atas pengahargaan ini secara khusus saya persembahkan kepada ibu saya yang telah meningal, semoga mama bahagia bersama para kudus di surga, banyak tantangan yang dihadapi untuk meraih predikat ini, intinya jangan malas belajar harus kerja keras dan  selalu baca buku” ujarnya pada media SJ.

Pantauan Media kegiatan wisuda angkatan pertama STKIP Weetebula berjalan aman, lancar dan tertib yang juga diringi dengan tarian dari UKM Seni Tari dan Paduan Suara STKIP yang memukau hadirin yang mengikuti acara wisuda perdana ini. (Emil Buga),-