Warga Benda Kesulitan Air Bersih

by -168 views
Camat Pahunga Lodu, Yakub Manggu Yada, S.Pt

Pahunga Lodu-SJ……… Kekecewaan yang begitu dalam dialami oleh warga Benda, Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Sumba Timur karena dilanda banjir bandang yang mengakibatkan ratusan hektar lahan sawah dan kebun warga mengalami kerusakan serta beberapa rumah warga yang ludes terbawa banjir. Banjir tersebut terjadi pada hari Rabu, 20 Mei 2020 dini hari.

Camat Pahunga Lodu, Yakub Mangu Yada, S.Pt didampingi Kepala Desa Pahunga Lodu, Polsek dan Danposramil setempat ketika di wawancara Kamis (21/05/20)  mengatakan, banjir bandang yang melanda warga Benda mengakibatkan kerusakan parah. Sekitar ratusan hektar lahan dan beberapa rumah warga terkena banjir.

“Kerusakan akibat banjir bandang di Benda, Desa Kaliuda sangat parah,  sekitar ratusan hektar lahan warga yang ada tanaman padi, jagung, kacang dan pisang semuanya ludes akibat banjir. Bahkan padi yang sudah di panen dan siap dirontok juga ludes serta ada beberapa rumah warga yang terbawa banjir” ungkap Yakub.

Ia melanjutkan, dampak lain yang dialami warga ialah kesulitan mendapatkan makanan, air bersih karena sumur tercemar serta kesehatan warga ikut terdampak.

“Untuk itu kami akan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumba Timur untuk memberikan sembako, menyalurkan air bersih serta pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terkena dampak” lanjutnya.

Yakub menghimbau kepada warga untuk sementara waktu mengungsi di rumah warga terdekat yang berada ditempat ketinggian agar terhindar dari bencana banjir.

“Saat kita tidak bisa pastikan bencana ini kapan akan berakhir karena saat ini sementara mendung dan pastinya akan hujan. Maka kami menghimbau kepada warga untuk mengungsi dirumah warga yang berada ditempat ketinggian agar terhindar dari bencana banjir” himbau Camat Pahunga Lodu tersebut.

Herman Rihi, salah satu warga Benda mengungkapkan kekecewaannya karena padi yang sudah di potong dari luas lahan kurang lebih 1 hektar dan siap dirontok terkena banjir.

“Saya sangat kecewa karena padi yang sudah saya potong dari lahan yang hampir 1 hektar dan siap dirontok tidak ada yang saya selamatkan dari banjir. Saat ini juga kami kesusahan mendapatkan makanan dan air bersih karena sumur banyak kotoran tidak bisa digunakan lagi” ungkap Herman. ****** (Lit)