Tokoh Muda Yang Peduli Pada Media

Loura-SJ….. Tokoh Muda Johanes Ngongo yang akrab disapa Joni Maju Jaya sangat peduli pada media yang ada di kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Bertempat di peternakan miliknya di Menanga Aba desa Rama Dana Loura SBD Minggu (8/3/20), Johanes menyarankan agar dibentuk organisasi/paguyuban wartawan SBD, untuk memperkuat persatuan dan kerukunan para wartawan.

Dalam diskusi masalah perkembangan dunia pers baik media cetak maupun media online yang ada di SBD, Joni Maju Jaya sapaan akrab tokoh muda Loura ini merasa prihatin dengan peran dan perkembangan media di SBD khususnya media lokal.

“Kita melihat peran media di SBD seperti kurang mendapat perhatian baik dari Pemerintah maupun masyarakat, mungkin disebabkan belum adanya kesatuan dan kekompakan para wartawan yang ada di SBD” ungkapnya.

Lebih lanjut Joni menjelaskan peran media seharusnya sebagai alat kontrol pemerintah didalam  menjalankan program-programnya di masyarakat dan dalam pelayanan publik. Joni melihat belum adanya penghargaan pada wartawan di SBD yang disebabkan para wartawan juga belum kompak karena belum mempunyai wadah untuk berdiskusi dan saling sharing informasi di lapangan.

“Mungkin karena rata-rata setiap wartawan berasal dari media yang berbeda sehingga belum adanya kekompakan dan terkesan jalan sendiri-sendiri. Padahal sebenarnya pemerintah membutuhkan wartawan untuk ikut mempromosikan obyek-obyek wisata yang ada di SBD sekaligus sebagai alat control bagi badan publik dalam memberikan pelayanan pada masyarakat” tuturnya lebih jauh.

Johanes Ngongo (kanan), Fransiskus Woda Lado (tengah) diskusi bersama wartawan SBD

Dirinya berharap jika adanya organisasi yang resmi para wartawan SBD menjadi sebuah kekuatan yang tidak akan dianggap sepeleh oleh pihak-pihak tertentu, karena kelompok wartawan ini jelas identitas dan medianya.

Baca Juga :   Berkaca dari Seroja, Caritas Adakan Pelatihan Tanggap Darurat

“Sering kita temukan adanya wartawan tanpa surat khabar yang beredar di SBD, ada yang mengaku sebagai wartawan televisi, bahkan ada yang menulis berita di fb serta menipu masyarakat dan beberapa kantor dengan identitas palsunya” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Fransiskus Woda Lado selain adanya organisasi wartawan tersebut agar ditindaklanjuti dengan grup teman wartawan atau sahabat wartawan, sehingga bisa saling berbagi informasi dan membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengirimkan berita jika diperlukan.

“Dengan adanya grup sahabat wartawan ini, kita bisa berbagi informasi-informasi penting di lapangan yang perlu dipublikasikan. Dan jika ada yang ingin menulis berita bisa mengirimkan ke media tertentu untuk dipublikasikan” ujarnya.

Ribertus merasa peran wartawan harus mendapat perhatian serius dari Pemerintah, karena mempunyai banyak informasi-informasi yang berguna bagi pembangunan kabupaten SBD dan peningkatan pelayanan publik yang menyentuh masyarakat.

Menanggapi saran masukan dari tokoh muda tersebut, Petrus Piter wartawan Pos Kupang mengatakan saran tersebut sangat bagus untuk ditindak lanjuti, mengingat keberadaan wartawan di SBD yang tidak banyak dan terkesan berjalan sendiri-sendiri sehingga kurangnya  kekompakan didalam peliputan dan pemberitaan.

“Jika sudah ada organisasi wartawan maka pemerintah maupun masyarakat dapat mengetahui media-media yang resmi di SBD. Sahabat wartawan juga bisa menjadi  informasi awal untuk ditindak lanjuti oleh wartawan” tuturnya.

Petrus Piter juga mengharapkan agar Pemerintah sebaiknya sebulan sekali melakukan diskusi dengan wartawan agar informasi-informasi yang dipublikasikan bisa diupdate dan pemerintah juga mendapat masukan-masukan dari wartawan karena sering berada di lapangan dan bertemu masyarakat.

Fredi B. Ladi wartawan Times NTT mengatakan perhatian Pemerintah pada wartawan masih sangat rendah, hal ini dibuktikan dengan sulitnya wartawan memperoleh informasi tentang kegiatan-kegiatan Bupati/Wakil Bupati di lapangan.

Baca Juga :   KONDISI HUTAN ROKO RAKA MENJADI SALAH SATU USULAN KECAMATAN KODI UTARA

“Sering kita mendapat informasi mendadak, bahkan kadang setelah kegiatan selesai baru ada informasi kegiatan-kegiatan penting Pemerintah. Mungkin setelah adanya organisasi wartawan ini lebih memudahkan kita berkoordinasi dengan pemerintah” tuturnya.

Dipantau oleh media ini diskusi dengan tokoh muda  Joni Maju Jaya ini diikuti oleh wartawan dari Pos Kupang, Victory News, Times NTT, NTT News dan Suara Jarmas berjalan serius dan menyepakati aka ditindak lanjuti oleh para wartawan yang ada.

Franky Keban wartawan VN mengatakan akan menindak lanjuti saran dari tokoh muda Joni Maju Jaya yang juga adalah ketua Partai Hanura SBD. Dirinya melihat sangat penting organisasi wartawan ini dibentuk sehingga bisa menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas wartawan di SBD.  

“Saya dengan wartawan Jarmas masih akan mengikuti pelatihan media investigative akhir bulan ini, sekembali dari sana kita akan duduk bersama untuk segera bentuk Organisasi Wartawan SBD, kami pasti mengharapkan dukungan dan masukan dari pak Joni dan lain-lain sehingga organisasi ini segera terbentuk” tutup Franky.*****

Liputan: Octa Dapa Talu,-

Leave a Reply

Your email address will not be published.