Sumba Timur dan SBD Harus Lebih Serius Awasi Covid-19

Tambolaka-SJ…….. Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Barat Daya (SBD) harus lebih serius mengawassi masuknya covid-19 di Pulau Sumba. Mengingat dua kabupaten ini adalah pintus masuk bagi 4 kabupaten di Pulau Sumba yaitu kabupaten Sumba Timur, SBD, Sumba Barat dan Sumba Tengah.

   Demikian dikatakan Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S.IP saat ditemui media usai pelantikan kepala sekolah dan pengawas di Lopo Rumah Jabatan Wakil Bupati SBD, desa Radamata Kecamatan Kota Tambolaka SBD, Senin (6//4/20).

Chris Taka sapaan akrab Wakil Bupati ini menjelaskan sudah ada koordinasi antara Bupati SBD dengan Bupati Sumba Timur demi menyepakati upaya pencegahan tersebut karena banyaknya orang yang masuk dari luar Sumba melalui Bandar Udara dan Pelabuhan di dua kabupaten ini.

Selain itu Chris Taka juga menjelaskan bahwa pada dasarnya hubungan diantara 4 kabupaten ini sudah sangat erat mengingat ada warga dari kabupaten A yang tingga dan berdomisili di Kabupaten B dan seterusnya. Sehingga hubungan dan komunikasi antar keluarga tersebut susah untuk diputus secara tiba-tiba dengan lockdown.

“Misalnya ada kedukaan, ini merupakan hal yang sulit untuk dibatasi hubungan antar keluarga ini, yang bisa kita lakukan adalah mengawasi proses hubungan komunikasi hubungan keluarga antar kabupaten tersebut. Sedangkan kalau dari luar kabupaten kita mengambil kebijakan untuk melakukan karantina dengan tujuan memberikan edukasi sehingga mereka memahami dalam menghadapi covid-19” tuturnya.

Chris Taka juga menjelaskan jika ada indikasi dan ditemukan ada yang terpapar covid-19 maka untuk Pulau Sumba ada dua rumah sakit yang dikrekomendasikan oleh Pemerintah yaitu RS. Umbu Rara Meha Sumba Timur dan RSUD Waikabubak Sumba Barat, sehingga akan langsung dirujuk ke rumah sakit tersebut.

Baca Juga :   Respon Himbauan Presiden Soal Covid 19, Pelatihan MTBS Dihentikan Sementara

“Menutup penerbangan dan pelabuhan bukan kewenangan kita, itu adalah kewenangan pemerintah pusat. Tapi dari segi ekonomi jika tidak ada penumpang yang masuk dan keluar,  pelabuhan dan bandara tersebut akan tertutup dengan sendirinya” ujarnya lagi.

Lebih lanjut Chris Taka menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah saat ini selain ada Satgas di tingkat Kabupaten juga sudah diperluas hingga ke kecamatan-kecamatan dan desa-desa. Sehingga satgas tersebut terus bertuga melakukan sosialisasi dan memberi edukasi pada publik tentang upaya-upaya pencegahan covid-19.

Wabup Chris Taka juga menjelaskan sesuai petunjuk dari Kemendagri bahwa Pemerintah Desa juga bisa mengalokasikan dana ADD untuk membantu upaya-upaya pencegahan covid-19 dengan sosialisasi dan pencegahannya, tetapi kalau sudah masuk dalam PDP maka sudah merupakan wewenang rumah sakit yang dirujuk tadi.

Dirinya juga merasa bersyukur hingga saat ini didaratan Pulau Sumba khususnya dan NTT pada umumnya belum ada yang positif covid-19. Terkait kasus adanya 2 orang pasien asal Sumba Tengah yang dirujuk ke Sumba Timur yang sudah PDP, dirinya mengatakan sudah klarifikasi dari direktur Rumah Sakit Sumba Timur bahwa pasien tersebut memang punya penyakit lain sebelum covid-19 ini, dan informasi bahwa pasien tersebut baru pulang dari Makasar adalah tidak benar, yang benar adalah anaknya yang baru kembali dari Makasar.

“Tetapi walaupun begitu pasien tersebut tetap dirawat dan masuk dalam pengawasan khsusus oleh pihak rumah sakit. Dan kita berharap pasien tersebut benar-benar bukan covid-19 dan marilah kita terus menjaga agar jangan ada covid-19 di Sumba secara khusus” tutupnya.*****

Liputan: Octa Dapa Talu,-

Leave a Reply

Your email address will not be published.