SOSIALISASI STUNTING DI PUSKESMAS WERI LOLO

Rara-SJ ……………… Bertempat di Puskesmas Werilolo Rara Mata Kecamatan Wewewa Selatan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD); Jumad (23/08/19) Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Ahli Gizi (DPC Persagi) SBD menggelar bakti sosial percepatan penurunan stunting. 

Desa Werilolo merupakan salah satu desa fokus stunting di SBD. Jumlah kasus stunting di Weri Lolo 23 orang yang terdiri atas bayi pendek 11 orang dan jumlah bayi sangat pendek 12 orang dengan total presentase  2,25% dari jumlah keseluruhan bayi balita 1.023 orang di desa Weri Lolo.

Hadir dalam kesempatan tersebut ketua DPC Persagi SBD,  Putri Astuti, Kepala Desa Werilolo Dappa Bulu, Sekretaris Desa Yan Dapa Suda, sejumlah ahli gizi, bidan dan sejumlah besar ibu dan anak anak balita yang mengikuti sosialisasi stunting dengan motto “bergerak bersama cegah stunting”.

Ketua DPC Persagi SBD  Putri Astuti mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan tata laksana gizi buruk di SBD yang diselenggarakan beberapa hari yang lalu. Para petugas kesehatan Gizi yang menjadi peserta pelatihan tersebut mengaplikasikan materi pelatihan dengan memberikan penyuluhan kepada para ibu di Puskesmas Werilolo.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa dalam kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan beberapa rangkaian kegiatan diantaranya penyuluhan terkait stunting, pengukuran berat dan panjang/tinggi badan anak dan pemberian PMT untuk anak anak.

“Selain bakti sosial tersebut, Persagi akan mengadakan beberapa kegiatan lagi di desa yang menjadi fokus penanganan stunting yakni pertemuan dengan pemerintah desa untuk memastikan bahwa pemerintah desa menganggarkan dana untuk kegiatan pemberantasan stunting, penyuluhan kepada para ibu mengenai pentingnya pemberian makanan bergizi bagi anak anak dan beberapa kegiatan lainnya” ungkapnya.

Baca Juga :   SALURKAN TABUNG OKSIGEN, BHAKTI KADIN UNTUK SBD

Kepada media Dappa Bulu kepala desa Werilolo mengatakan bahwa pemerintah desa bersyukur dengan kegiatan bakti sosial tersebut  karena desa Werilolo adalah salah satu  desa dengan kasus stunting yang agak banyak. 

“Kami pemerintah desa syukuri kegiatan ini. Karena disini anak anak gizi buruk dan stunting agak banyak. Ini karena masyarakat di kampung kurang paham tentang pengolahan makanan, orang tua tidak kontrol anak anak. Kadang anak makan sekali dalam sehari” katanya.

Terkait program desa dalam menggempur stunting dirinya mengatakan bahwa karena APBDes tahun 2019 sudah selesai dikerjakan, bahkan sebagian dana sudah cair sebelum mengetahui bahwa desa Werilolo menjadi salah satu desa dengan kasus stunting yang banyak, maka anggaran untuk program gempur stunting di desa Werilolo tahun 2019 masih kecil. Namun dirinya berkomitmen untuk menganggarkannya lebih besar pada tahun 2020 mendatang.

Ketua DPC Persagi SBD, Putri Astuti kanan saat menggendong salah satu bayi di desa Weri Lolo Kec. Wewewa Selatan SBD

“Ini sudah terlambat. Kami baru tahu, dokumen sudah selesai. Tapi kami nekat, tahun 2020 kalau perlu kita anggarakan 200 juta untuk gempur stunting. Kami ingin kasus stunting ini tidk ada lagi di desa Werilolo ini” katanya.

Sementara itu Meriana Dapa Loka warga dusun 4 desa Weri Lolo  salah seorang peserta kegiatan bakti sosial mengaku sangat bersyukur dengan kegiatan tersebut. Dirinya menjadi sadar bahwa sebenarnya sumber gizi itu ada dirumahnya, dan tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli di toko atau pasar. Dirinya mengakui masih ada bayi yang umurnya 9 bulan tetapi tingginya baru 68,2 cm.

“Melalui soisalisasi ini saya paham sekarang dan mengolah makanan yang ada di rumah untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya” katanya.

Baca Juga :   IKATAN JURNALIS SUMBA TIMUR SUMBANGKAN BELASAN KANTONG DARAH UNTUK KORBAN DBD

Pantauan media ini kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 tersebut dipadati oleh peserta yang umumnya adalah ibu hamil, ibu menyusui, ibu balita bersama anak anaknya. Sebagian peserta yang tidak mendapat kursi rela duduk di lantai beralaskan tarpal untuk mendengarkan arahan sekaligus mengukur berat dan tinggi badan bayi balitanya. (OC$),-