SD Inpres Liango Malagho Yang Terlupakan

Kodi Utara – SJ……………Pendidikan merupakan salah  satu aspek penting dalam membangun sumber daya manusia yang ada di daerah. Namun apa yang terjadi jika pembangunan pendidikan tersebut tidak diikuti dengan fasilitas penunjang. Demikian yang disampaikan oleh kepala sekolah SD Inpres Liango Malagho Rosalia Tamo Ina, S.Pd saat memberikan sambutan pada acara Mengidukasi Anak Negeri (MeAN) yang di selenggarakan oleh Guru Garis Depan (GGD) di SD Inpres Liango Malagho, Desa Limbu Kembe, Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya (SBD) pada hari Senin, (12/11/2018) kemarin.

Rosalia menyampaikan bahwa sejak didirikan pada tahun 1982 hingga sekarang baru satu kali ada penambahan gedung pada tahun 1984 yang masih kabupaten Sumba Barat.

“Pada tahun 1982 sekolah ini didirikan dengan satu unit gedung sekolah dan pada tahun 1984 ditambah lagi gedung unit dua waktu itupun masih kabupaten Sumba Barat, dengan demikian sejak kabupaten ini berdiri sendiri hingga sekarang SD Inpres Liango Malagho belum pernah dapat sentuhan pembangunan dari pemerintah Kabupaten SBD” ungkapnya.

Roaslia juga menambahkan bahwa selain gedung, sarana dan prasarana penunjang belajar lainya juga masih kurang. Ia juga mengatakan bahwa pada tahun 2014 sempat dijanjikan oleh kepala dinas P dan K pada saat itu akan ada renovasi menggunakan dana DAK dan sudah sempat di ambil foto namun hingga saat ini bantuan itu membias begitu saja.

“Selain gedung sarana dan prasarana pendukung lainya kami juga masih kekurangan disini seperti perpustakaan, buku, dan lain-lain.  Ada satu unit gedung yang layak itupun merupakan bangunan bantuan dari PNPM. Di tahun 2014 kami sempat dijanjikan akan mendapat bantuan dari dana DAK dengan menyuruh membuka rekening oleh kepala dinas P dan K pada saat itu masih pak Yeremias dan sudah sempat di foto-foto gedungnya namun hingga saat ini masih belum ada bantuan itu dan membias begitu saja” ucapnya  dengan nada penuh kekecewaan.

Baca Juga :   SLD ORANG MUDA YANG PEDULI PENDIDIKAN

Rosalia berharap pemerintah kabupaten SBD bisa melihat kekurangan yang dihadapi karena animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut sangat besar.

“Saya sangat berharap kepada pemerintah SBD dengan adanya kunjungan dari ibu Kepala Dinas P dan K bisa terkutip dihati kecil untuk bisa melihat kekurangan kami disini karena kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di tempat ini sangat luar biasa. Selain itu dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi momen sehingga anak didik bisa belajar dengan baik dan bisa menjadi anak-anak yang cerdas” kata rosa mengakhiri sambutanya.

Kepala SekolahSD Inpres Liango Malagho Rosalia Tamo Ina, S.Pd

Pantauan SJ saat menyaksikan gedung sekolah tersebut melihat atap plafon yang terbuat dari anyaman bambu sudah mulai rusak serta atap seng sudah berwarna coklat dan banyak lubang pengaruh sudah lapuk dimakan usia membuat ruang sekolah ini bocor saat hujan turun ditambah dengan bangunan gedung dan pintu kondisinya sudah mulai berlubang. Kondisi saat ini jumlah siswa di SD tersebut sebanyak 414 siswa dengan ruang kelas yang masih tergabung yaitu kelas satu, dua dan tiga. (JNL),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.