Saatnya SKPD Dipimpin Orang Muda Yang Punya Mimpi Bangun SBD

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete (kanan) dan Wakil Bupati Marthen Christian Taka, S.IP

Tambolaka-SJ…… Program 7 Jembatan Emas (7JE) merupakan program dari paket KONTAK atau paket Bupati dr. Kornelius Kodi Mete dan Wakil Bupati Marthen Chridtian Taka, S.IP periode 2019-2024. Program yang menyentuh langsung masyarakat dengan  pembangunan dimulai dari desa ini mencakup desa berair, desa bercahaya, desa pintar, desa sehat, desa berkecukupan pangan, desa aman dan desa pariwisata ini diyakini oleh masyarakat sebagai program pokok kehidupan masyarakat SBD.

Bahkan salah satu tokoh masyarakat yang juga adalah mantan birokrat Imanuel Horo, SH mengatakan  7JE lebih tepat disebut Jembatan Kehidupan yang ditawarkan kepada publik dan publik menerima itu sebagai suatu harapan.  

“Tentu secara moril dan moral ada tanggung jawab pada dua pimpinan ini Bupati Kornelius Kodi Mete dan Wakil Bupati Marthe Christian Taka,  harus diterjemahkan sehingga mendatangkan perubahan, mendatangkan kemajuan bagi daerah ini” ungkapnya pada Suara Jarmas Kamis, 11 Juni 2020 yang lalu dirumahnya di Katapa Roro Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).  

Bupati SBD dan Wakil Bupati SBD saat pelantikan pejabat Eselon III dan IV bulan Maret 2020 yang lalu

Kata Nuel Horo yang lebih banyak diam di rumah karena kondisi kesehatannya yang agak terganggu,  7JE ini khan intisari dari kebutuhan kehidupan kita, khususnya daerah selatan Indonesia,  inilah kebutuhan riil kita. Tinggal sekarang para konseptor menerjemahkan dalam bentuk RPJMDnya Bupati dan Wakil Bupati.

“Jangan sampai konten lebih besar dari wadahnya, karena kurun waktu dari 5 tahun efektif hanya 3 tahun. Tahun pertama konsolidasi (penataan kelembagaan)  tahun ke 4 menjelang ke 5 sudah sibuk dengan politik.  Jadi efektif hanya 3 tahun untuk mewujudkan 7JE” katanya.

Baca Juga :   Pengurus Pusat IKAWINA Masa Bakti 2022-2026 Dikukuhkan

Mantan Kepala Bappeda dan Asisten 1 SBD ini berharap para konseptor di Pemda terutama bidang atau SKPD atau OPD posisi-posisi strategis ini meramu sesuai dengan kurun waktu tersebut di atas. Untuk mencapai 7JE ini maka ada dua hal penting yaitu penataan kelembagaan dan perkuat  birokrasi.

Dirinya meyakini kalau dua hal ini bisa jalan, bisa kita capai tahapan demi tahapannya,  kita harus punya target 1 tahun capai yang ini, tahun berikut capai  yang lainnya,  tidak mungkin kita bisa capai semua, tetapi membangun landasannya saja sudah bagus.

“Orang bilang kita punya senjata otomatis, tetapi kalau tidak yang bisa menembak percuma saja biar kita siap peluru satu gudang. Jadi yang dibutuhkan adalah penataan kelembagaan dan perkuat birokrasi supaya  ada orang yang betul-betul membawa perubahan di SBD” tuturnya pada Suara Jarmas.

Kalau hanya harap Bupati dan Wakil Bupati saja tidak bisa kita rubah daerah ini, mereka khan hanya kebijakan umum, kebijakan operasional ini ada di kepala-kepala OPD atau SKPD. Oleh karena itu untuk menduduki jabatan di esleon II saat ini,  untuk menjalankan 7JE Imanuel Horo menyarankan orang-orang yang duduk dalam OPD tersebut harus dilihat  kapasitasnya, kapabilitas, punya mimpi untuk merubah SBD.   

Sekarang ini dibutuhkan orang-orang yang mempunyai kiat-kiat, terobosan jangan rutinitas saja. Orang-orang yang berada di lingkaran-lingkaran inti harus berpikir (Agresif dan progresif) untuk mewujudkan 7JE ini.

“Saya tahu persis watak pak Bupati, orangnya mau akan perubahan, mau maju, yang penting kita proaktif. Apalagi pak Chris orang mantan birokrasi dia tahu persis keadaan lapangan, situasi di SBD ini” ungkapnya.

Saat ini Juli 2020 sudah saatnya Bupati dan Wakil Bupati SBD menata birokrasi dengan mengisi jabatan-jabatan yang lowong dan mengganti beberapa orang eselon II yang akan memasuki  masa pensiunnya.  Nuel Horo berharap orang-ornag di  BKD atau Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya harus mensettingnya berlapis, ada senior ada yunior untuk memback up.

Baca Juga :   Kapolres Sumba Barat Terima Kunjungan Wakapolda NTT
Imanuel Horo, SH mantan Birokrat kabupaten SBD

“Contohnya camat ada sekcam, nah sekcam ini orang dipersiapkan untuk menjadi camat. Birokrasi harus disusun berlapis, jangan begitu camat pensiun bingung cari orang, itu kesalahan fatal.  Untuk dinas ada kepala dinas, sekdis dan kabid. Sekdis dipersiapkan untuk naik menjadi kepala dinas, demikian pula kabid dipersiapkan untuk naik menjadi sekdis. Kemanapun dipindahkan, proses ini yang harus dibuat. Jadi begitu ada yang pensiun tidak perlu kelabakan” jelasnya.

Mengingat akan ada beberapa senior (eselon II) yang akan memasuki  masa pensiun dirinya menjelaskan kader-kader muda dari eselon III sudah saatnya dipromosikan untuk naik jabatan. Banyak adik-adik yang bagus yang ada sekarang diposisi kabid, sekdis layak untuk mendapat promosi jabatan. Sedangkan senior-senior yang sudah mempunyai jam terbang tinggi bisa ditempatkan di Asisten sehingga bisa menggurui, bisa membimbing OPD-OPD tersebut.

Dalam diskusi tersebut bapak Imanuel Horo juga menyebutkan beberapa nama yang layak dan mendapat perhatian dari Bupati dan Wakil Bupati untuk dipromosikan dan dibimbing demi mewujudkan program 7 Jembatan Emas  yang merupakan program Jembatan Kehidupan. ***** (OC$),-