PSMTI RAYAKAN TAHUN BARU IMLEK 2571 DI TAMBOLAKA

Tambolaka-SJ……………………Paguyuban Sosial  Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) kabupaten Sumba Barat Daya (SBD)   merayakan Tahun Baru Imlek 2571/2020 di aula GSG Paroki  Katedral Weetebula Kecamatan Kota Tambolaka SBD, Jumat (07-02-2020).

Tampak hadir dalam perayaan Imlek 2571/2020 ini Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete bersama ibu Margaretha Tatik W. Mete, ibu Wakil Bupati SBD Ny. Octaviani T. Samani, Dandim 1629 SBD Letkol Kav. Sigit Priyo Utomo, perwakilan Polres SBD, beberapa pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh gereja dan seluruh keluarga besar PSMTI dari SBD, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Timur.

Perayaan Imlek didahului dengan misa ekaristi yang dipimpin oleh Pater Adie Prinanto, SDB. Imlek adalah perayaan budaya Tionghoa sebagai ungkapan syukur atas rejeki yang berlimpah, sisi baik dari sebelum merayakan Imlek membersihkan rumah dan makan bersama keluarga besar untuk menyambut yang baik dimasa mendatang.

“Membersihkan rumah artinya membuang semua keburukan, harusnya juga ingat untuk jiwa kita sendiri. Dengan makan bersama keluarga besar bisa menjalin kembali hubungan dalam tali persaudaraan yang harmonis” tutur Pater Adie.

P. Adie Prinanto, SDB saat memimpin misa ekaristi perayaan Tahun Baru Imlek di GSG Weetebula

Lebih lanjut Pater Adie menegaskan dalam ajaran Katolik, apabila kita melepaskan masa lalu kita atau  menyerahkan masa lalu kita pada Tuhan, apapun yang terjadi baik itu keberhasilan atau kegagalan kita percaya pada Tuhan Maha Pengampun. Tuhan tidak akan tutup mata, Dia yang maha tahu dan maha adil maka pasti semuanya akan diperhitungkan.

Ketua Panitia penyelenggara Margareta Pudjiharwanti dalam sambutannya mengatakan makna yang paling penting dalam parayaan Imlek adalah berbuat, kerja keras dan kepedulian. Dengan berkumpulnya PSMTI dari kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan SBD ini diharapkan yang tua menyayangi yang muda, yang muda menghormati yang tua.

Baca Juga :   JADILAH PROBLEM SOLVER DAN BUKAN PROBLEM MAKER
Ketua Panitia Penyelenggara Margareta Pudjiharwanti saat menyampaikan laporan panitia

“Momen perayaan Imlek ini diharapkan menjadi alat untuk menjaga nama baik keluarga, jika nama baik keluarga menjadi taruhan niscaya semua anggota keluarga akan memperjuangkannya. Kerja keras dan berkarya yang terus dijaga untuk saling mendukung bukan saling menumbangkan, jika suasana ini terjadi dalam kehidupan kita kerja keras, kerja tuntas dan kerja cerdas atas impina terhdap loda weemaringi pada weemalala pasti tercapai” katanya.

Dalam sambutannya Ketua PSMTI, Stephanus F. Umakalada mengucapkan terima kasih pada Pemerintah Republik Indonesia yang sejak tahun 1999 sudah memberikan pengakuan tahun baru Imlek dan pengakuan-pengakuan lainnya. Dirinya juga mengucapkan terima kasih pada Polres SBD dalam hal  perijinan dan pengamanan pelaksanaan Imlek tahun ini.

Keluarga besar PSMTI yang hadir dalam acara Tahun Baru Imlek 2571

“Terima kasih kepada Pemda SBD yang selalu menjadi mitra, yang selalu mendukung warga keturunan yang berada di SBD. Terima kasih juga pada tokoh-tokoh Sumba pada masa lalu dan masa sekarang, terima kasih juga pada penyokong Pak Min  bersama ibu yang telah mendukung kegiatan pelaksanaan Imlek” tandasnya.

Stephanus menyampaikan pesan-pesan Imlek 2571 tahun tikus merajut persaudaraan, membagi harapan dan menggapai sukses. Stephanus  juga menjelaskan bahwa driinya warga Tionghoa keturunan Kodi (Indonesia). Dirinya berbangga hati bisa menjadi ketua PSMTI SBD dari warga keturunan yang sekian banyak di Sumba.

“Arti dari merajut persaudaraan tadi adalah agar kita lebih terbuka lagi menjadikan teman atayu sahabat dengan kalangan pribumi di Sumba. Membagi harapan artinya bagi kita yang sudah berhasil atau mempunyai kelebihan agar bisa berbagi dengan teman-teman kita yang masih dibawah kemiskinan. PSMTI sejak terbentuk pada tahun 2019 kita akan mengadakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan, dari hal-hal tersebut kita akan mencapai kesuksesan yang lebih sempurna” jelasnya.

Baca Juga :   Wabup Chris Taka Prihatin Dengan Parona Baroro

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete dalam sambutannya menegaskan sesuai dengan program pemerintah 7 Jembatan Emas dengan kata kunci membangun dari desa. Perjalanan warga Tionghoa di Sumba mereka juga hadir mulai dari desa.

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete saat memberikan sambutan dan arahannya dalam perayaan Tahun Baru Imlek

“Di Kodi kami kenal warga Tionghoa dengan nama baba. Perayaan Imlek seperti ini tidak untuk pendekatan, tetapi untuk kita merenung kembali. Jangan sampai orang Cina duluan di Sumba daripada orang lain, Tionghoa sudah mempunyai sejarah yang tertulis kalau orang Kodi belum ada” ungkapnya.

Bupati Nelis juga menjelaskan kita tidak perlu mempertanyakan masalah sejarah itu, kita diciptakan sama. Merajut persaudaraan yang merupakan kata kunci peryaan Imlek saat ini untuk kita melangkah pada kehidupan yang baru.

Paguyuban PSMTI hadir untuk mengangkat yang mereka yang belum sejahtera sesuasi dengan program Negara Republik Indonesia disetiap dekade diprogramkan untuk mengangkat pada tatanan sejahtera semua.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Nelis juga mengucapkan terima kasih karena sebelumnya salah satu indikator ketidak sejahteraan adalah semrawutnya jalur-jalur  komunikasi. Dan di SBD jalur komunikasi yang buruk itu sudah dibenahi bersama. Misalnya pasar Rada Mata yang menentukan sendiri kapan mereka pindah ke pasar yang baru. Hal ini dapat terjadi karena adanya dukungan warga yang tinggal di Loura dan Kota Tambolaka.

Penerima hadiah utama doorprize

“Kalau saja saudara-saudaraku yang punya toko di pinggir jalan tidak mendukungnya maka tidak mungkin perpindahan pasar itu bisa terjadi” ungkapnya.

Bupati Nelis juga menegaskan dalam mendukung program wisata yang sedang digalakan sekarang ini dirinya mengharapkan dukungan agar warga Tionghoa yang berada di SBD bisa mengajarkan bahasa mandarin pada masyarakat SBD.

Baca Juga :   ORANG NOMOR SATU LEMBATA MENINGGAL DUNIA

“Saya punya kerinduan agar orang Kodi bisa berbahasa Mandarin. Ajarkan kami bahasa Mandarin dan juga bahasa cinta” tutupnya mengakhiri sambutannya.

Ines saat menghibur dengan lagu dan goyangannya

Pantauan media kegiatan perayaan Imlek ini berjalan semarak dan meriah yang diselingi dengan hiburan-hiburan tarian daerah Sumba, Mandarin dan artis Ines yang meramaikan acara dengan lantunan suara merdunya. Dalam acara Imlek ini juga dibagi door prize dan kuis berhadiah bagi anak-anak yang mengikuti perayaan Imlek 2571 tahun 2020 di Tambolaka SBD ini. *****

Liputan: Octav Dapa Talu,-