PROGRAM BPNT UNTUK ATASI KEMISKINAN DI DESA

Wakil Bupati SBD, Marthen Christiam Taka, S.IP (tengah) saat membuka kegiatan sosialisasi BPNT didampingi Kadis Sosial SBD, Dra. Dery Laka (kanan)

Tambolaka-SJ…………….Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, S.IP, buka kegiatan Sosialisasi  Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Senin 21/10/2019.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Kantor Dinas Sosial tersebut, menghadirkan dua orang narasumber yaitu Yogie H Nainggolan, pimpinan cabang Bank BRI Waitabula dan Norin Samma, Kasie ADA dan PP Bulog Waikabubak.

Dalam sambutannya di hadapan para Camat dan Kepala Desa se-SBD, Wakil Bupati Christian Taka mengatakan   program BPNT yang disosialisasikan hari ini sangat strategis dalam rangka mengatasi masalah kemiskinan masyarakat di pedesaan.  Program ini sejalan dengan salah satu Program Unggulan Tujuh Jembatan Emas Kabupaten Sumba Daya yaitu Desa Berkecukupan Pangan.

Oleh karena itu, Chris Taka menegaskan kepada instansi terkait yang terlibat langsung dalam program BPNT untuk melaksanakan program ini dengan sebaik-baiknya sesuai ketentuan dan memastikan penerima BPNT adalah warga miskin yang terdaftar dalam keluarga penerima manfaat dan harus dilakukan evaluasi dan verifikasi data secara berkelanjutan.

Kemudian Wabup Chris  juga berpesan kepada peserta kegiatan tersebut untuk terus bangun komunikasi sehingga tercipta sinergitas antara Tim Koordinasi bantuan sosial pangan tingkat kabupaten, kecamatan dan desa serta pendamping BPNT se-Kabupaten SBD sehingga setiap permasalahan yang terjadi pada pelaksanaan  program BPNT akan tertangani dengan cepat.

Disamping itu, lanjutnya, supaya program BPNT menjadi bermanfaat dan berperan besar dalam percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten SBD.

Kadis Sosial Dra. Dery Laka, yang dihubungi media usai kegiatan menjelaskan kegiatan sosialisasi BPNT ini adalah transformasi bantuan sosial beras sejahtera atau bansos rastra yang selama ini sudah dilakukan.

Baca Juga :   PSBB DILANJUT, GMKI MINTA PEMERINTAH LAKUKAN INI

Sejak September 2019 Kabupaten SBD ditetapkan sebagai salah satu kabupaten perluasan pelaksanaan BPNT setelah semua kabupaten lain sudah melakukan secara bertahap dari tahun 2018 dan beberapa tahap selama tahun 2019. Tahap terakhirnya adalah bulan September 2019.

Pelaksanaan BPNT ini melibatkan BRI sebagai bank penyalur dan Bulog untuk supplier pangan. Untuk komoditi pangan yang ditentukan adalah beras dan atau telur. Namun untuk sementara saat ini SBD hanya menyalurkan komoditi beras dulu sambil mempersiapkan komoditi pangan telur karena masih mengimpor dari luar Sumba.

BRI sebagai bank penyalur menerbitkan kartu ATM yang dipakai keluarga miskin penerima bansos BPNT dan hanya bisa dicairkan di agen e warung yang sudah ditentukan sesuai kriteria dan memenuhi syarat. 

“Direncakanan distribusi  kartu keluarga sejahtera (KKS) akan dilakukan setelah dijadwalkan bersama BRI dan Dinsos  paling lama akhir minggu ini atau awal minggu depan sebelum masuk bulan November 2019.  Setelah distribusi KKS sudah langsung,  bisa dijalankan e warung yang ditentukan” tutupnya.

Penulis: Octa + Humas SBD,-

Leave a Reply

Your email address will not be published.