POPULASI TERNAK DI SBD SEMAKIN BERKURANG

Tambolaka-SJ…….  Usai menggelar upacara memperingati Hari Pahlawan 10 November,  Kodim  1629/SBD, melanjutkan dengan Penyelenggaran Program Bhakti Kemandirian Masyarakat di wilayah Kodim 1629/SBD di garasi Makodim 1629/SBD Jln Jalur 30 Desa Watu Kawula Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1629/SBD,  Letkol Inf. Alfat Denny Andrian, Kasdim 1629/SBD Mayor CZi Sunoko, para Perwira Staf Kodim 1629/SBD, Kabid sarana dan prasarana Dinas Peternakan,  Ibu Ani, Kepala UPT Kehutanan,  Marthen B., seluruh anggota Staf Kodim 1629/SBD dan para Babinsa 1629-01/Laratama serta  Babinsa 1629-02/Kodi.

 Adapun penyampaiannya Kabid sarana dan prasarana Dinas Peternakan,  Ibu Ani,mengatakan, kami selaku Pemerintah Daerah berupaya bersosialisai terkait pemotongan hewan pada saat acara adat dan sulit sekali untuk dikendalikan karena sudah hutang dari nenek moyang, mau tidak mau kami sebagai anak/cucu harus mengikuti adat tersebut.

“Yang terjadi selama ini di SBD  akibat pemotongan hewan ternak,  kebutuhan dan pemeliharaan hewan berkurang, dilihat dari populasi ternak” tuturnya.

Lebih lanjut Ani menjelaskan, di SBD contohnya ternak sapi 3.800, Kerbau 14.000 ekor. Sedangkan ternak sapi di Kabupaten Sumba Timur 52.000 ekor sapi dan kerbau 32.000 – 40.000 ekor kerbau, karena Kabupaten Sumba Timur tidak mempunyai budaya pesta. Sedangkan di SBD mempunyai budaya pesta, makanya selama ini kami dari Dinas Peternakan sering bersosialisasi kepada masyarakat supaya bisa mengendalikan/mengurangi acara pesta/acara adat.

Sosialisasi tentang pertenakan dengan cara pengelolahan ternak, merawat ternak dengan memberikan pakan yang teratur dan baik, sedangkan harga ternak khususnya di SBD sangat tinggi.

Dinas peternakan berupaya memanfaatkan bahan baku lokal seperti batang pisang, daun keladi, jagung dan pa’u untuk diolah menjadi pakan ternak yang cukup tinggi. Kalau ada pelatihan, kami bisa mempraktekannya, karena permentasi pakan ternak ini ditutup diwadah yang tertutup tanpa oksigen hanya membutuhkan waktu 3 hari dan tidak perlu dimasak dan bisa langsung diberikan kepada ternak

Baca Juga :   DPRD SBD MINTA TINDAK TEGAS PERAHU YANG MENURUNKAN PENUMPANG ILEGAL

“Dan ini dinamakan rekayasa rekologi yang kita upayakan, di Kabupaten SBD,  bahan bakunya cukup banyak” tutur ibu Ani.

Sementara itu Kepala UPT Kehutanan, Marthen B., mengatakan ekonomi dan sosial kita tidak bisa menuntut satu fungsi berjalan dan fungsi lainnya tidak berjalan tetapi semuanya harus berjalan. Untuk kedepan bahwa  fungsi utama tadi di SBD,  kita mempunyai wilayah proses hutan seluas 19.000 H.

“Kalau untuk Anggota TNI wilayah seluas itu akan dirasa sedikit untuk membuka lahan pertanian karena bagi Anggota TNI tidak ada yang tidak bisa” tuturnya.

Marthen menjelaskan untuk anggota TNI-Polri dan PNS tidak bisa membuka atau mengolah lahan kehutanan karena Aparat sipil Negara hanya menjaga kelestarian hutan. Masyarakat bisa menanam pohon di Wilayah kehutanan seperti Mahuni dan Jati akan tetapi harus ada ijin dari Dinas Pertanian dan Kehutanan.

“Masyarakat yang menanam pohon Mahuni dan Jati kalau sudah waktunya panen bisa menebang pohon tersebut dengan menunjukkan surat ijin dari Dinas Kehutanan dan Pertanian” katanya.

Pantauan media kegiatan tersebut berjalan lancar dan aman dan selesai pada pukul 11.45 Wita. *** (Muel/008-21),-