POLRES SBD GAGALKAN PENGIRIMAN TKW ILEGAL

Tambolaka-SJ…………………….. KP3 Udara dan Buser Polres SBD yang dibackup oleh anggota Sat Intelkam Polsek Loura berhasil menggagalkan pengiriman tenaga kerja illegal di bandar udara Tambolaka kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Senin (13-01-2020) pukul 12.50 Wita.

Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Omba Tana Rara Desa Wali Ate Kecamatan Wewewa Barat (ALK), (EL) Kanduduka Desa Wali Ate KEc. Wewewa Barat digagalkan keberangkatannya menuju Surabaya.  2 orang korban langsung diamankan di Polsek Loura untuk diambil keterangan. Sedangkan korban (GL) dari Tawo Rara berhasil melarikan diri saat akan diamankan.

Penyidik Polsek Loura saat mengambil keterangan korban

Kapolsek Loura Kompol I Ketut Mastina, S.Sos  yang dihubungi wartawan usai penyelidikan oleh satreskrim membenarkan adanya penahanan tersebut. Kapolsek menjelaskan diduga adanya pengiriman TKW ilegal, sehingga pada saat TKW tersebut chek-in pihaknya melakukan penahanan untuk mengambil keterangan.

“Tadi pagi sekitar pukul 11 petugas KP3 Udara melakukan penahanan dan mengantar TKW illegal, sekarang ini lagi didalami oleh penyidik, masih proses penyelidikan, apakah TKW ini legal atau illegal” ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolsek Loura menjelaskan jumlah yang dibawa ke Polsek Loura ada 2 orang, sedangkan yang satunya kabur dari Taworara.

Kapolsek Loura Kompol I. Ketut Mastina, S.Sos saat memberikan keterangan pers pada awak media

“Hasil penyelidikan sementara TKW ini direkrut oleh koordinator Masrun, nanti dari Masrun ini akan kita dalami sejauh mana keterlibatannya, siapa yang menyediakan tiket, proses perekrutannya bagaimana, dari PT mana, nanti kita selidiki lebih mendalam lagi” tuturnya lebih jauh.

Hingga saat ini penyidik Polsek Loura masih melakukan penyelidikan, Polsek Loura akan selalu berkoordinasi dengan dinas Nakertrans, TKW yang akan diberangkatkan ini diiming-imingi gaji 4,5 juta/bulan oleh perusahaan penyalur.

Baca Juga :   Hormati Budaya Sumba, Kapolres Kenakan Kain Adat Saat Hadiri Pemakaman Istri Wabup Sumba Barat Terpilih

Berdasarkan pengakuan sementara dari (EL) rute perjalanannya dari Tambolaka-Surabaya kemudian akan dijemput lagi oleh Mr. X untuk dibawa ke Malaysia.  Mr. X ini yang belum diketahui siapa sebenarnya. Sedangkan adapun perusahaan yang merekrut mereka adalah  PT. Jaya Mandiri, bahkan dirinyapun sempat menyebut nama Mansyur dari Weekelo dan bapa Rian dari pasar lama.  Dirinya menyatakan menyesal dan tidak menduga bahwa perusahaan yang merekrut mereka adalah perusahaan illegal yang belum terdaftar di Depnaker.

“Saya menyesal dan tidak akan mau berangkat lagi, walaupun harus mengurus berkas-berkas secara resmi, karena kami sudah benar-benar ditipu” ujarnya disertai isak tangis. 

Kabid PHI dan Pengawasan Ketenaga kerjaan Disnakertrans SBD Yakub B. Mesang yang dihubungi media di Polsek Loura mengatakan pihaknya memperoleh informasi siang tadi setelah adanya penahanan terduga TKW illegal oleh Polsek  Loura dan KP3 Udara. Untuk memastikan legalitas dari pengiriman TKW tersebut pihaknya langsung melakukan pengecekan legalitas dari perusahaan yang besangkutan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan oleh penyidik diperoleh informasi PT. Jaya Mandiri yang merekrut TKW tersebut, setelah kami lakukan pengecekan dokumen, PT. Jaya Mandiri ini belum tedaftar di Depnaker SBD” ujarnya.

Yacob B. Mesang (depan kiri) Kabid PHI dan Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans SBD

Lebih lanjut Yakob menuturkan sehingga dengan adanya penangkapan ini merupakan kewenangan pihak kepolisian untuk menindak lanjuti. Dirinya juga menyayangkan masih ada perusahaan gelap yang melakukan perekrutan tenaga kerja.

Dengan berhasilnya KP3 Udara dan Polsek Loura menggagalkan pengiriman TKW illegal ini Yacob berharap ini menjadi contoh bagi masyarakat SBD, apabila ada yang punya keinginan untuk bekerja keluar negeri ataupun agar sellau mengikuti proses yang benar melalui Dinas  Nakertrans dan mendaftar pada PT yang resmi.

Baca Juga :   Bupati SBD Launching Pembagian Dana Bansos Kemensos RI

“Saya berharap pelaku-pelaku yang illegal ini agar ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku sehingga mendapatkan sanksi hukum. Kami akan komunikasikan dengan korban dan akan mengajak serta mengarahkan mereka pada perusahaan yang resmi jika memang ingin bekerja ke luar negeri” katanya.

Koordinator Bumi Mas Citra Mandiri David Tamo Ama, S.Pd yang turut hadir di Polsek Loura  menyayangkan kasus human trafficking masih menjamur di SBD yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang membuka perusahaan tetapi tidak melakukan rekom lewat dinas Nakertrans SBD.

David Tamo Ama, S.Pd Koordinator Bumi Mas Cittra Mandiri

“PT yang resmi melakukan perekrutan dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten, kabupaten itu Dinas Nakertrans setelah itu ditindak lanjuti ke tingkat Provinsi. Sedangkan PT. Jaya Mandiri ini adalah perusahaan illegal, mereka berdalih buka PT tanpa rekom ke Dinas Nakertrans dan langsung mengirim tenaga kerja lewat bandara. Secara tidak langsung perusahaan seperti ini merugikan kami yang memproses secara legal” ungkapnya.

David Tamo Ama menjelaskan perusahaan illegal ini menggunakan jalur penerbangan dari Tambolaka-Denpasar-Surabaya-Batam. Proses pembuatan paspornya dilakukan di Surabaya atau Batam, bahkan kadang-kadang melakukan pengiriman tenaga kerja dengan selundupan tanpa paspor naik perahu ke Malaysia.

“Saya sangat mendukung Polres SBD untuk membersihkan PT yang illegal ini, apalagi sesuai dengan program Gubernur NTT untuk memberantas kasus human trafficking di NTT khususnya SBD. Kami berharap Polisi memproses secara tegas sehingga memberikan efek jera bagi pelaku-pelaku utama” tutupnya. *****

Liputan: Octav Dapa Talu,-

Leave a Reply

Your email address will not be published.