POKTAN KEDE KEHE MEKARKAN 3 POKTAN BARU

Kodi-SJ ……………….. Debut Kelompok Tani (Poktan) Kede Kehe demi mewujudkan Desa berkecukupan pangan yang merupakan salah satu program Pemda Sumba Barat Daya (SBD) dari Program 7 Jembatan Emas dan mendukung program 100 hari Bupati dan Wakil Bupati SBD masa bakti 2019-2024 membuahkan hasil. Poktan  Kede Kehe dimekarkan 3 kelompok lagi yaitu Poktan  Marenge Kehe, Poktan Daha Kehe dan Poktan Mopir Kehe sehingga menjadi 4 kelompok di desa Tana Mete Kecamatan Kodi Balaghar SBD, Sabtu (07/12/19) pagi.

Pemekaran Poktan  ini dihadiri oleh Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, Sekda SBD Drs. A.Umbu Zaza, Anggota DPRD Provinsi NTT dari PDIP  Dominikus Alphawan Rangga Kaka, SP beberapa anggota DPRD SBD, Kadis Pertanian, Kadis Peternakan, Kadis Perumahan, Kepala Bapenda, Kaban Kesbangol, Kabag Humas dan sejumlah pimpinan OPD SBD. Turut hadir juga Kapolsek Urban Loura, Kapolsek Kodi Bangedo, Kapolsek Kodi, Kapolsek Wewewa Timur, Danpos TNI AU,  Anggota Koramil 03, Danpos TNI AU, Camat Kota, Camat Kodi Balaghar, Penjabat Kades Tana Mete dan tamu undangan lainnya.

Sapi yang dibagikan ke Poktan baru ini sebanyak 25 ekor, sedangkan sisanya 16 ekor untuk Poktan Induk Kede Kehe. Sebelumnya 2 ekor sapi dijual untuk biaya pelaksanaan kegiatan Pemekaran Poktan dan Tanam Perdana.

Ketua Poktan Kede Kehe, Melkianus Pati Biri dalam laporannya menjelaskan  sejak berdiirnya poktan Kede Kehe 30-4-2011 dan usaha tani tujuannya adalah  untuk mengembangkan pertanian. Poktan menggarap 150 ha lahan pertanian dengan tujuan memenuhi kecukupan pangan.

Hasil yang dicapai oleh Poktan Kede Kehe pada tanggala 26-3-2012 dilaksanakan panen raya oleh Gubernur NTT saat  itu  Drs. Frans Lebu Raya dengan tingkat produksi 70% (3.2 ton/ha). Sampai dengan tahun 2014 Poktan mendapatkan penghargaan peringkat II skala NTT untuk pengembangan ternak sapi kawasan dan pada tahun 2017 menjadi peringkat I untuk skala NTT.

Baca Juga :   Camat Webar Minta Para Calon Kepala Desa Hindari Kampanye Hitam

“Hasil yang sudah kami peroleh lewat Poktan ini, selain terpenuhinya kebutuhan pokok makanan kami  adalah anak-anak kami dapat melanjutkan sekolahnya  dan telah menamatkan studi sampai dengan Perguruan Tinggi, sedangkan  yang lain sudah membangun rumah dan beli kendaraan” ungkapnya.

Bupati SBD. dr. Kornelius Kodi Mete saat memberikan arahan bagi kelompok tani dan petani di desa Tana Mete Kecamatan Kodi Balaghar

Lebih lanjut Melki menjelaskan dengan kondisi Poktan yang membaik ini ditahun 2012,  Pemda SBD mendorong untuk.menyampaikan proposal ke Provinsi NTT dan mendapat bantuan sapi,  karena keseriusan Poktan maka ternak sapi itu terus  berkembang selama kurang lebih 7 tahun.

“Saat ini jumlah ternak sapi telah berjumlah menjadi 43 ekor sehingga untuk memudahkan pemeliharaan dan  pengembangan Poktan Kede Kehe kami minta untuk dimekarkan menjadi 4 kelompok denngan tambahan 3 kelompok” tuturnya lebih jauh.

Sapi yang dibagi untuk 3 kelompok 25 ekor, sedangkan Poktan Kede Kehe masih memiliki 16 ekor,  2 ekor dijual untuk pembiayaan kegiatan.

Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete  memberi apresiasi yang luar biasa atas capaian Poktan Kede Kehe dan mengatakan dirinyalah  yang paling berbahagia karena dari sekian tahun sejak dibentuk pengembangan ternak sapi tidak hilang bahkan berkembang dan telah banyak capaian yang dihasilkan oleh poktan Kede Kehe.

“Saya yang paling merasa berbahagia dengan prestas Poktan Kede. Keseriusan dan ingin maju oleh anggota Poktan telah terbukti hari ini dengan pemekaran Poktan Kede Kehe” katanya.

Bupati Nelais menjelaskan perkembangan kelompok dengan swadaya dan dukungan pemda telah memelihara kepercayaan pemerintah baik ditingkat Kabupaten maupun Provinsi.

Bupati Nelis juga memberi pesan kepada kadis Peternakan yang hadir pada saat itu untuk memperhatikan Poktan yang sudah ada dan yang baru mekar agar pengembangan ternak dapat berkelanjutan bahkan lebih bagus dari kelompok induknya.

Baca Juga :   GMNI: Orang Miskin Membantu Orang Miskin

Salah satu petani yang juga adalah ketua kelompok  Paulus Pala Daku yang dihubungi media secara terpisah mengatakan merasa bangga dan senang dengan kehadiran Bupati, Sekda dan pimpinan OPD lainnya dalam  kegiatan tannam perdana dan pemekaran kelompok tani Kede Kehe saat ini.

“Ini merupakan bukti bahwa Pemda SBD sangat serius dalam program 7 jembatan emasnya khususnya desa berkecukupan pangan” ujarnya.

Dirinya juga berharap dengan adanya perhatian Pemerintah ini seluruh Kelompok Tani yang ada semakin semangat dan terpacu dalam mengolah lahan dan mengembangkan ternak yang sudah dipercayakan oleh Pemerintah.

Dirinya juga berharap agar Pemerintah terus mendukung mereka dengan penyediaan bibit dan pupuk serta alat pertanian  agar produksi mereka terus meningkat.

Dipantau oleh media pembagian ternak sapi untuk Poktan yang sudah dimekarkan ini didahului dengan kegiatan tanam perdana bersama Petani bersama Bupati SBD pada pagi hari pukul 06. 22 Wita. Dalam kegiatan tanam perdana ini komoditi-komoditi yang yang ditanam adalah Jagung, Padi dan Kelor. Bupati Nelis juga berharap agar seluruh petani segera ikut menanam karena sudah memasuki musim hujan  dan adanya pengembangan komoditi unggulan seperti Pare Wangi.*****

Liputan: Team-SJ,-