PENTINGNYA KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Tambolaka-SJ………………….. Komunikasi sangat penting dalam perkembangan sebuah organisasi baik komunikasi internal maupun eksternal. Demikian disampaikan Martha Hebi dalam pemaparan materi Penguatan Organisasi yang diikuti oleh peserta-peserta organisasi masyarakat sipil, LSM dan organisasi sekolah di villa Redemptoris Waikelo Sumba Barat Daya (SBD), Kamis, 27 Juni 2019.

Martha Hebi saat membawakan materi penguatan organisasi

Koordinator SOPAN (Solidaritas Perempuan dan Anak) Sumba ini menjadi pemateri tunggal dalam kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Organisasi, Kepemimpinan dan Advokasi yang diselenggarakan oleh Humanity dan Inclusion (HI). Menjawab pertanyaan tantangan yang dihadapi organsasi dalam diskusi kelompok ini, Martha Hebi menegaskan pentingnya komunikasi antara pimpinan dan bawahan dalam sebuah organisasi serta komunikasi antara lembaga/organisasi dengan masyarakat.

“Kekuatan organisasi tidak semata-mata bertumpuh pada keuangan, tetapi dengan adanya jejaring diantara organisasi bisa saling membantu dalam mencapai tujuan organisasinya, itulah pentingnya komunikasi” ungkapnya dihadapan peserta pelatihan.

Emiliana Y. Wungo, Project Officer PEIB Humanity Incusions kepada media mengatakan pelatihan ini diselenggarakan untuk memperkuat organisasi masyarakat yang ada di SBD. Ditunjuknya Martha Hebi sebagai narasumber dalam pelatihan ini karena melihat jam terbang dan pengalamannya yang sudah malang melintang dalam pemberdayaan masyarakat sipil khususnya di Sumba.

“Saya memilih ibu Martha karena pengalamannya yang tidak diragukan lagi, sedangkan terkait materi kami serahkan sepenuhnya kepada beliau. Sayang kalau kesempatan ini kita tidak gunakan dengan sebaik-baiknya” tuturnya disela-sela diskusi kelompok.

Pelatihan ini menggunakan metode presentation, discussion & games yang membuat peserta sangat antusias dan tidak jenuh dalam mengikuti materinya, mengingat waktu yang sangat terbatas. Tetapi melihat perwakilan peserta dari lembaganya masing-masing yang sudah memiliki kapasitas yang mumpuni, diyakini pelatihan akan mempunyai dampak yang besar bagi peserta yang hadir.

Baca Juga :   Membangun Sekolah Sembari Membangun Sumber Daya Manusia NTT

“Kalau kita ada waktu yang lebih panjang, untuk membahas organisasi, kepemimpinan dan advokasi kita butah minimal 4 hari, tetapi karena waktunya terbatas Cuma 2 hari saja, saya berharap teman-teman serius mengikutinya dan kita akan lebih banyak berdiskusi. Saya yakin dengan semua peserta yang hadir karena sudah mempunyai pengalaman di lapangan (masyarakat)” tutup Martha Hebi mengakhiri bicang-bincangnya dengan media SJ. (OC$),-