Pemda SBD Anggarkan 50 M Untuk Cegah Covid-19

Bupati Kornelius Kodi Mete (kanan) dan Wabup Marthen Christian Taka

Tambolaka-SJ …… Provinsi NTT sejak Kamis (9/4/20) kemarin sudah tidak negative covid-19 lagi, di RSUD  W.Z. Johannes Kupang  ditetapkan satu orang pasien positif covid-19, menanggapi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) melakukan jumpa pers untuk menenangkan masyarakat sekaligus menyampaikan informasi terakhir situasi covid-19 di SBD.

Sejak merebaknya virus Covid-19 di Indonesia, Pemkab SBD sejak Maret yang lalu sudah berupaya mengantisipasi masuknya virus corona tersebut. Salah satunya dengan menerapkan edukasi soal karantina/isolasi diri, yang dimulai dengan mengkarantina 1 hari 1 malam bagi orang-orang yang masuk ke SBD via bandara Tambolaka dan pelabuhan Weekelo.

Bupati SBD dr. Kornelius Kodi Mete didampingi Wakil Bupati SBD Marthen Christian Taka, S.IP, Plt. Sekda SBD Bernadus Bulu, SH,  Kadis Kesehatan drg. Yulianus Kaleka, Kepala BPBD Yohanes Tende dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Bofasius Wungo, S.Sos dalam konferensi pers Jumat (10/4) di lopo Rumah Jabatan Bupati mengatakan edukasi ini sudah dilakukan sejak seminggu lalu dan hingga 9 April sudah ada 1.234 yang mendapat edukasi ini, ODP = 114 orang.  Yang sudah lewat karantina mandiri selama 14 hari ada 25 orang, sehingga tinggal 89 orang yang masih dalam status ODP, PDP belum ada.

“Untuk teknis pelaksanaan isolasi edukasi ini sendiri memang disesuaikan dengan protap yang ada dimana pelaku perjalanan dari wilayah terjangkit akan dijemput di bandara dan diantar ke tempat isolasi di RSUD Pratama Reda Bolo dan di sana mereka akan mendapat edukasi soal isolasi mandiri di rumah. Selain itu ada program olahraga juga di sana” ungkapnya.

Bupati Kornelius menambahkan khusus untuk pelaku perjalanan dari wilayah terjangkit yang bukan berasal dari SBD, saat ini belum ada kebijakan khusus namun dalam teleconference bersama Bupati Sumba Barat dan Bupati Sumba Tengah, sudah ada pembicaraan terkait hal itu. Dimana para pelaku perjalanan dari luar SBD akan dikarantina bersama pelaku perjalanan dari SBD. Pemerintah dari kabupaten Sumba Tengah dan Sumba Barat menyatakan mendukung penuh karantina satu hari yang dilakukan di SBD.

Baca Juga :   Camat Wesel Gandeng TNI/Polri Sukseskan Program 7 Jembatan Emas

“Baru sebatas pembicaraan semata. Belum ada kesepakatan dalam bentuk surat kesepakatan. Dan kita di sini tentu tidak akan berkeberatan soal itu. Paling tidak mereka datang ikut isolasi dan besok dijemput oleh pemkab masing-masing” tambahnya.

Bupati SBD ini juga menjelaskan beberapa waktu yang lalu sempat ada satu catatan dimana satu orang ODP hampir menjadi PDP. Namun, setelah melewati proses penanganan, dan diperiksa secara mendetail oleh tim dokter satu warga itu divonis memiliki penyakit lain.

“Walaupun bukan PDP tapi kita anggap PDP untuk kita belajar menangani itu sekaligus memberikan awasan bagi masyarakat kita untuk tetap waspada. Kita rawat betul dan kemudian kita kirim ke RSUD Waikabubak dan memang gejalanya mirip covid tapi dia kasus lain” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kornelius  menegaskan dan menghimbau masyarakat agar  mengikuti prosedur yang ada termasuk menerapkan hidup sehat dengan rajin cuci tangan dengan sabun, pake masker, serta menjaga jarak dan berdiam diri di rumah. Pemerintah akan menggunakan pendekatan persuasif dan edukasi dan tetap harus saling waspada.

“Kalau  hal ini kita jalankan biar Corona banyak dipinggir-pinggir orang itu tidak akan terinfeksi. Untuk mewujudkan itu seluruh gugus tugas bergerak untuk memastikan di masyarakat seluruh perilaku hidup sehat” pungkasnya.

Menyangkut dana yang disiapkan untuk mengantisipasi covid-19, dirinya mengatakan akan disiapkan anggaran kurang lebih 24 M, penanganan dampak ekonomi 2 M lebih, penanganan dampak sosial/jaringan pengaman sosial 3 M lebih, belanja tak terduga manakala berkepanjangan sebesar 19 M lebih sehingga kalau ditotal semuanya menjadi Rp. 50 Miliar.  *****

Liputan: Octa Dapa Talu,-