PEJABAT ESELON II DIHARAPKAN DARI KALANGAN MUDA DAN PROFESIONALISME

Tambolaka-SJ……. Pengisian jabatan-jabatan di tingkat eselon II menjadi perhatian masyarakat saat ini. Kepemimpinan paket KONTAK Bupati dr. Kornelius Kodi Mete dan Wakil Bupati Marthen Christian Taka, S.IP saat ini harus memulai pemerintahannya dengan mencegah wabah virus corona yang sedang melanda dunia saat ini.

Terlepas dari kesibukan dalam mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD) harus memenuhi janji-janji politiknya dengan menjalankan visi misinya yatiu program brilian 7 Jembatan Emas (7JE). Masyarakat SBD sangat berharap dan meyakini dengan 7JE ini karena pembangunan dimulai dari bawah, dari desa.

Sejalan dengan itu diperkirakan dalam bulan Juli 2020 ini jabatan-jabatan di beberapa OPD yang kosong harus diisi oleh Eselon II. Bupati akan melakukan rotasi dan selanjutnya jabatan yang masih lowong akan dilelang. Tantangan yang dihadapi saat ini ada beberapa pejabat eselon II yang akan memasuki masa pensiun, sehingga dipastikan promosi jabatan dari eselon III ke eselon II akan terjadi.

 Tokoh muda asal Loura Johanis Ngongo yang ditemui media Jumat (12/6/20) yang lalu angkat bicara memberikan masukannya demi suksesnya program 7JE. Sebagai pendukung paket KONTAK pada waktu itu dirinya melihat program 7JE adalah program yang tepat untuk membangun SBD.

Kata Jhoni saat itu untuk membangun kabupaten SBD tidak bisa bergantung pada satu orang saja, dirinya melihat ada banyak hal yang harus diperbaiki dalam birokrasi oleh Bupati SBD. Dirinya mengingatkan sebelum adanya wabah virus corona ini,  sudah ada banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh satu orang saja atau oleh Bupati/Wakil Bupati saja.

“Ini perlu dukungan dan peranan dari semua pihak baik orang muda, orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama dan ASN itu sendiri. Kita hilangkan perbedaan, kalau ego kita masih ada maka susah kita selesaikan masalah yang ada di SBD ini” ungkapnya.

Baca Juga :   57 Penjabat Kepala Desa Dilantik Hari Ini

Dirinya menjelaskan program 7JE  sudah merupakan program pemerintahan sekarang ini, sudah seharusnya dipenuhi dan dilaksanakan, karena ini adalah visi misi dan janji pada masyarakat waktu kampanye dulu.

Jhony Maju Jaya sapaan akrab tokoh muda Loura ini mengatakan dirinya sangat mendukung program 7JE. Sebagai ketua  Partai Hanura dirinya menyatakan siap mendukung 7JE  dan juga siap mengkritik apabila program ini berjalan dengan diluar rel.

“Kami mau memberi masukan bagi Bupati dan Wakil Bupati saat ini dalam penempatan pejabat struktural maupun fungsional di SBD agar benar-benar memilih orang yang tepat, kreatif, inovatif dan jujur” ujarnya.

Dirinya mengkwatirkan masyarakat akan merasa kecewa seperti kejadian pada waktu perekrutan tenaga kontrak daerah beberapa waktu lalu yang dinilainya sangat ambur adul.

Kata Johny itu sangat mengecewakan seluruh masyarakat SBD. Kalaupun itu keputusan Bupati kami harapkan harus sesuai dengan prosedur. Hal-hal seperti ini tidak boleh terulang lagi, kesalahan itu terjadi 3 sampai 4 kali, kenapa hal ini terjadi, setelah saya kumpulkan informasi kekompakan tim tidak ada. Kekompakan dalam birokrasi tidak ada. Orang-orang yang ada di Birokrasi saat ini masih ego, mau memimpin tetapi tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan pengalaman tersebut dirinya berharap khusus untuk pejabat Eselon II agar Bupati benar-benar bijak dalam menentukan orang-orang yang tepat, yang mempunyai kemampuan, bukan karena politik atau tim sukses.

“Mari kita lihat kembali bahwa daerah ini (SBD red) harus kita genggam bukan kita cengkram, jika kita cengkram maka daerah ini akan hancur” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya berharap agar Bupati dalam menentukan pejabat Eselon II agar melihat potensi, kemampuan, keahlian, etos kerja dan jangan yang suka mabuk-mabuk apalagi judi.

Baca Juga :   NTT TIDAK SEHARUSNYA MISKIN

“Kasian daerah ini, kasian program 7JE, jujur saya katakan saya mau Bupati mengulangi kepemimpinannya pada  tahun 2008-2013 yang lalu. Dulu pembangunan bukan lari tapi terbang” tuturnya mengenang masa lalu kepemimpinan dr. Kornelius.

Jhony menjelaskan ada banyak kader-kader muda yang bisa diandalkan oleh Bupati saat ini, apalagi ada banyak pejabat eselon II yang mau pensiun saat ini. Bidang Pertanian dan Peternakan agar menjadi prioroitas dulu agar rakyat tidak kekurangan makan.

“Bupati dan Wakil Bupati saat ini butuh orang–orang muda, karena untuk mensukseskan 7JE ini maka dibutuhkan pejabat yang gesit, lincah, selain itu sudah saatnya ada pengkaderan,  kita harus melihat SBD jauh kedepan, kalau orang tua bukan tidak suka tetapi sudah lamban, saat ini dibutuhkan pemimpin yang selalu turun ke masyarakat karena 7JE membangun SBD dari desa” jelasnya.

Ditempat terpisah tokoh muda asal Waijewa Jack Keremata menegaskan profesionalisme merupakan kata kunci untuk mengisi jabatan-jabatan penting itu, bagaimana birokrat menerjemahkan visi misi Bupati dalam program kegiatan yang terukur.

Kata Jack siapa saja pantas membantu Bupati di jajaran eselon II, yang penting orangnya harus professional. Birokrat ini khan sebuah profesi yang direkrut secara terukur. Melalui proses jenjang kepangkatan, pengkaderan dan sebagainya untuk sampai pada tingkat tertentu.

“Masyarakat sekarang ini butuh pelayanan yang prima,   sehingga dibutuhkan orang yang profesional yang mendampingi Bupati dan Wakil Bupati untuk jalankan program 7JE” ungkapnya.

Dirinya juga tidak memungkiri ada kepentingan politik. Kata Jack, sedangkan kita tahu bahwa ASN banyak yang hanyut dalam politik praktis, nah ini yang menjadi sangat sulit bagi Bupati SBD. Tetapi sepanjang dalam koridor sistem promosi yang berjalan disana,  tidak masalah, birokrat ini adalah lembaga yang paling professional. Sistem promosi, mutasi sangat siap di Birokrasi.

Baca Juga :   Ada Apa PT. Ivaro Ventura Cabang Betun, Tidak Terdata di Dinas Perijinan Kabupaten Malaka

Dirinya memberi kepercayaan penuh pada Bupati untuk menentukan pembantu-pembantu dalam birokrasi yang mampu menerjemahkan program dan visi misi Bupati. ***** (OC$),-