Pegawai Hotel Nihi Sumba, Pelaku Pembuang Bayi di Taman Mamuli Waikabubak

by -14,952 views

Waikabubak-SJ…..  Polres Sumba Barat berhasil mengungkap pelaku pembuangan bayi yang ditemukan di taman Mamuli 08 Juni 2021 Kelurahan Loda Pare Kecamatan Loli Kabupaten Sumba Barat Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu.

Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan AriantoS.I.K,M.H mengungkapkan, pelaku pembuangan bayi yang berjenis kelamin perempuan tidak lain adalah ibu kandung dari bayi tersebut. Bayi  yang umur 0 tahun berjenis kelamin perempuan dengan panjang 46 Cm, berat badan 2450 gram,  warna kulit putih, kondisi tubuh normal dan sehat saat sekarang ini bayi dalam perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumba Barat dan sudah beri nama oleh Bupati Sumba Barat dengan nama ASHERA SOLIDADE.

Irwan memaparkan, ibu kandung dari bayi tersebut berinisial AH umur 32 tahun warga Kelurahan Lodapare Kecamatan Loli Kabupaten Sumba Barat.

Menurut pengakuan pelaku,  benar pada Selasa  tanggal 08 Juni 2021 sekitar jam 24:00 wita mulai ada gejala sakit seperti mau melahirkan,  pada saat itu AH gelisah dan tidak bisa tidur sekitar jam 02:00 AH keluar rumah lewat pintu depan dan mengunci pintu dari luar kuncinya dilempar ke dalam lewat pentilasi selanjutnya dengan menggunaan sepada motor Honda beat dan membawa satu buah sarung menuju pergi ke Puskesmas Weekarou.  Sampai depan ruang kebidanan, pintu ruangan terkunci, AH mengetuk pintu namun tidak ada yang membukakan pintu yang jaga,  sedangkan saat itu rasa sakit sekali semakin sakit, selanjutnya tersangka AH  depan pintu ruangan kebidanan menelpon koordintor bidan namun tidak diterima  tidak ada yang mengangkat,  karena sakit mau melahirkan tidak bisa tahan lalu tersangka AH memasukan HPnya ke saku celana dan melepaskan celana yang dipakainya sambil berteriak minta tolong,  tidak lama kemudian tersangka AH melahirkan bayinya, setelah bayi tersebut lahir lalu tersangka AH bangun dan jongkok lama kemudian keluar ari-arinya.  

Setelah ari-ari keluar lalu tersangka AH menggunakan celananya lagi,  dan bungkus bayi yang dilahirkannya  dengan menggunakan kain sarung yang di bawanya,  selanjutnya tersangka AH menuju ke arah sepeda motomya di parkir dengan membawa bayi dan ari-ari  yang belum dipotong tali pusamya,  setelah itu tersangka AH menaiki sepeda motornya selanjut keluar dari areal puskesmas Weekarou sampai di samping Puskesmas Weekarou tersangka AH sempat berhenti dengan posisi masih di atas sepeda motor sambil menggendong bayinya dan sambil berpikir bayi yang dilahirkan mau dibawa kemana,  pada saat itu muncul niat/pikiran bayi tersebut harus dibuang biar tidak malu dan tidak diketahui oleh orang/keluarga karena melahirkan tidak ada suami.  

Selanjutnya tersangka AH pergi kearah timur Puskesmas Weekraou yang berjarak sekitar 200 meter,  tersangka AH menghentikan sepeda motor yang di kendarai lalu memarkir sepeda motor di pinggir jalan, selanjutnya tersangka AH pergi masuk ke dalam kebun yang ada di sebelah timur pagar pembatas gedung serba guna Lodapare serasa cukup aman lalu tersangka AH memetik daun kayu jati lalu menaruh bayi yang dilahirkannya dengan dialasi daun kayu jati dan ditutup dengan daun kayu jati tanpa dibungkus dengan kain sama sekali,  setelah itu tersangka AH meninggalkan bayi di TKP.  

Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto, S.IK.,M.H. (kiri) didampingi Kasat Reskrim AKP Nyoman Gede Arya Triadi Putra, S.IK.,M.H.

Setelah sampai di sepeda motor yang digunakan tersangka,  sempat berhenti selama kurang lebih 10 menit, setelah  menaiki sepeda motomya lalu pulang ke rumah.  Setelah tiba dirumahnya ia menelpon adik kandung yang bernama RH untuk membukakan pintu,  lalu tersangka AH menyuruh adiknya untuk jangan dikunci pintunya dengan alasan masih buang air kecil.  Setelah itu masuk rumah untuk ambil pakian dan menganti pakian yang tersangka AH pakai waktu melahirkan, AH  sempat tidur sebentar,  sekitar jam 06.00 wita,  tersangka AH bangun lalu menganti celana dan menimba air,  lalu menyiram bercak bercak darah yang tercecer di halaman rumah.  

Setelah itu tersangka AH mencuci celana yang digunakan dan siap-siap pergi ke Hotel Nihi Sumba dengan membawa pakian yang digunakan waktu melahirkan dan mencuci pakian tersebut di mes hotel Nihi Sumba.  

Tersangka  AH sempat mencuci baju yang digunakan waktu melahirkan,  karena wamaya putih noda bekas darah tidak bisa hilang,  lalu tersangka AH membungkus dengan tas plastik dan dibuang di tong sampah yang ada.

“Bayi yang dilahirkan dan dibuang oleh tersangka AH adalah hasil hubungan gelap dengan SDL. “ungkap Irwan.

Dari kasus tersebut,  pihak kepolisan mengamankan barang bukti berupa satu unit Sepada Motor Honda Beet, satu lembar kain sarung. Pelaku sendiri diancam dengan pasal   308 KUHP  “jika seorang ibu takut akan diketahui orang tentang kelahiran anaknya, tidak lama sesudah melahirkan, menempatkan anaknya untuk ditemukan atau meninggalkannya dengan maksud untuk melepaskan diri, maka dengan kurungan penjara 9 tahun.*** (Yunia/004/21),-