MISA JUMPER PERDANA KSP KOPDIT PINTU AIR

by -386 views

Tambolaka-SJ……. Misa Jumat Pertama (Jumper) KSP Kopdit Pintu Air Cabang Weetebula berlangsung di Konventu milik Kongregasi Redemtoris (C.Ss.R) yang dihadiri oleh seluruh pengurus kelompok dan unit kelompok serta manajemen dan komite Kodpit Pintu Air cabang Weetebula, Jumat 5/3/2021 pukul 09.00 wita.

Pater Raimond Segu, C.S.s.R dalam homilinya mengatakan dari bacaan tadi menarik sekali,  kenapa Yusuf dijual bahkan direncanakan untuk dibunuh oleh saudara-saudaranya. Karena ada sikap cemburu dari saudara-saudaranya. Hal yang sama juga terjadi dari pemilik lahan dan pengarapnya. Bahkan mereka membunuh anak satu-satunya dari pemilik lahan.

“Ini semua karena sikap cemburu. Dari kecumburuan melahirkan rencana yang tidak bagus” tuturnya menjelaskan.

Lebih lanjut P. Raimond mengatakan jangan ada sikap kecemburuan antara satu dengan yang lain dalam melayani anggota. Bekerjalah dengan senyuman dan tulus sehingga bisa mengembangkan lembaga ini dan menarik banyak orang lagi untuk masuk dalam lembaga ini.

Mari kita membuat diri kita sejauh mungkin, kita menjadi penggarap-pengarap yang tidak mempunyai rencana yang jahat untuk lembaga ini. Mari kita menaruh hati kita, jiwa kita, diri kita, waktu kita seluruh kehidupan kita di lembaga ini. Pelayanan dan totalitas terhadap lembaga dan anggota harus jadi yang utama dan selalu melayani dengan Sepenuh Hati.

P. Raimond Segu, CSsR saat memimpin misa Jumper

P. Raimond menyampaikan 3 hal yang mungkin jadi pegangan kita pertama, Bekerja dengan Tulus. Karena ketulusan itulah yang menjadi gambaran yang dilihat orang yang menjadi tugas dan tanggung jawab. Jangan bekerja karena takut, tapi bekerjalah dengan Tulus.

Kedua, bekerja dengan lurus. Pelayanan harus lurus, jangan bengkok, jangan karena banyak anggota mulai kerja yang bengkok. Ketiga, bekerja dalam rohani (Spritual). Ketika kita menjalankan tugas kita harus bertekun dalam kebenaran karena Iman Kita kepada-Nya.

“Karena apapun yang kita kerjakan dibumi semuanya kita akan kembali kepada yang maha Kuasa. Karena dibumi kita sifatnya sementara tidak ada yang abadi” tambahnya.

Anselmus Tana ketua komite Cabang Weetebula dalam arahannya  setelah Misa Jumper  mengatakan kita perlu bersyukur hari ini kita mulai kembali Jumper,  karena selama 1 tahun kita tidak melakukan Jumper karena situasi Covid-19.

“Jumper ini merupakan awal kita berkumpul kembali dan seterusnya,  namun tetap menaati protokol kesehatan” ungkapnya.

Lebih lanjuta Ansel mengatakan walaupun dalam situasi pandemi Covid-19,  anggota yang masuk ke Kopdit Pintu Air terus bertambah. Itu tandanya bahwa mereka benar-benar mencintai dan mau bergabung dalam keluarga besar KSP Kopdit Pintu Air.

Anselmus Tana, Ketua Komite cabang Weetabula

“Jumlah anggota kita di tahun 2020 bulan desember 6.057 anggota, mengalami peningkatan ditahun 2021 sebesar 6.285,  anggota bulan Februari belum terhitung, bulan Maret mengalami pertumbuhan sebersar 4% selama 2 bulan terhitung Januari-Februari 2021” katanya.

Ansel menjelaskan untuk asset Pintu Air cabang Weetebula pada Desember 2020 sebesar Rp.43.472.390.190 (empat puluh tiga milyar empat ratus tujuh puluh dua juga tiga ratus sembilan puluh ribu seratus sembilan puluh rupiah) menggalami peningkatan dari bulan Januari-Februari 2021,  belum terhitung bulan Maret sebersar Rp.45.404.760.510 (empat puluh lima milyar empat ratus empat juga tujuh ratus tujuh ratus enam puluh ribu lima ratus sepuluh rupiah ).  Ini juga mengalami pertumbuhan sebesar 4% walaupun dalam situasi covid-19 niat anggota untuk bergabung dan menabung di KSP Kopdit Pintu Air sangat tinggi dengan ditandai dari jumlah anggota.

Ansel juga mengambarkan bagi kelompok yang statusnya sudah unit yang sudah membawahi beberapa kelompok  untuk mempersiapkan diri menjadi KCP (Kantor Cabang Pembantu). Kita rencanakan di Elopada untuk bangun KCP karena Elopada (wilaya Wewewa) ditunjang dari hasil komiditi masyarakat yang baik  dan di Elopada daerah sentral.

Ansel juga menghimbau kepada para pengurus kelompok dan unit kelompok setelah Jumper ini kita lakukan pertemuan kelompok, namun tetap menaati protokol kesehatan dan ajuran dari pemerintah.

“Jumlah kelompok kita di cabang Weetebula 24 kelompok dan 1 unit yang akan dipersiapkan jadi KCP”  pungkasnya. *** (010/SJ/21),-