Membangun Kecintaan Generasi Muda Pada Bahasa Daerahnya

Tambolaka – SJ……………Untuk menumbuhkan kembali rasa cinta generasi muda terhadap bahasa daerah, salah satunya adalah dilakukan dengan mengajarkanya  di lembaga pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD) melalui program kemitraan INOVASI bekerja sama dengan lembaga Suluh Insan Listari dan didukung oleh Australian Government mengadakan pelatihan dalam pengembangan bacaan kreatif dan materi pembelajaran dalam bahasa Kodi terhadap 8 orang guru yang ditunjuk sebagai tim fasilitator dan monitoring di aula hotel Sinar Tambolaka, Senin (26/11/2018).

Koordinator program Suluh Insan Lestari Minda Tahapary, S.Pd kepada media ini mengatakan bahwa program ini merupakan program hibah yang bertujuan untuk pengembangan literasi dan numerasi terutama terhadap bahasa daerah yang mulai ada ancaman kepunahan yaitu salah satu kecamatan yang ditujuk pemerintah adalah kecamatan Kodi.

“Jadi ini merupakan program inovasi yaitu program hibah yang ada di daerah 3T, yang didukung oleh Australian Government serta memiliki mitra yaitu salah satunya Suluh Insan Lestari. Tujuan program ini untuk pengembangan kemampuan literasi  dan numerasi terkait penggunaan bahasa daerah yang sudah mulai jarang digunakan, sehingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menunjuk daerah Kodi  Bangedo dan Kodi Balaghar  sebagai daerah yang bahasanya belum dituliskan.  Di Kodi Bangedo ada lima sekolah yang nantinya diajarkan bahasa daerah kodi yaitu SD Masehi Waikadada, SD Negeri Dila, SD Inpres Humba Tana,  SD Katholik Matakapore, dan SD Negeri Krekandara. Sedangkan untuk Kodi Balaghar yaitu SD Pandegui I, SD Negeri Batu Karang  dan SD Negeri Rada Galha jadi semua totalnya ada 8 sekolah”ungkap Minda.

Lebih lanjut Minda mengatakan bahwa 8 orang yang ada sekarang dipercaya untuk menjadi monitoring terhadap guru-guru di sekolah yang  suda ditunjuk. Ia berharap agar 8 orang yang dipilih ini menjadi fasilitator dan tim monitoring yang baik. Ia juga berpesan agar pemerintah terus mendukung agar program ini bisa tetap berjalan dan berkelanjutan.

Baca Juga :   Kades Elu Loda Klarifikasi Tanggapan BPD dan Masyarakat

“Mereka yang ditunjuk sekarang ini nantinya akan memonitoring guru-guru yang ada di sekolah-sekolah yang sudah saya sebutkan tadi, sehingga mereka kita kasih pemahaman tentang form-form monitoring dan kita  bantu  fasilitasi mereka. Harapan saya mereka bisa menjadi fasilitator yang baik dan lebih percaya diri karena setelah ini mereka yang akan turun langsung untuk memonitoring. Kalau untuk Pemda harapan kami program ini bisa berkelanjutan kalau memang ini dirasa baik dan perlu, karena program ini hanya satu tahun jadi setelah kami tidak disini lagi program ini bisa tetap  lanjut dan pemerintah harus terus mendukungnya. Lalu kami juga berharap terkait masalah keamanan terutama pencurian dan perampokan untuk lebih diperhatikan sehingga kami tidak  mau itu terjadi sehingga kami bisa menyalurkan buku-buku juga nantinya”ucapnya.

Sementara itu Field Coordinator Misriani Balle mengatakan bahwa upaya untuk melestarikan bahasa daerah mau tidak mau tidak boleh meninggalkan generasi muda. Untuk itu membangun kesadaran generasi muda sebagai ahli waris bahasa daerah identik dengan membangun kecintaan generasi muda pada bahasa daerahnya.

“Kita ingin mengajarkan bahasa daerah lokal terutama bahasa kodi karena selama ini orang mengucapkan bahasa kodi tapi tidak  tau tulisanya seperti apa, selain itu  ada bahasa-bahasa yang ditekan dalam ucapanya dan itu semua belum pernah ada secara tertulis. Karena kalau nanti mereka ucapkan dan tidak tau bagaimana abjadnya itu akan kacau sehingga kami mencoba mempraktekkan untuk ditulis”ungkapnya.

Pantauan media para peserta yang mengikuti pelatihan ini nampak bersemangat untuk mempraktekkan antara apa yang di ucapkan dan kemudian mereka bahasakan lewat tulisan. (JNL),-