MAYAT TANPA IDENTITAS DIMAKAMKAN

Tambolaka-SJ……………. Seorang mayat lelaki tanpa identitas dimakamkan di Lokokaki Kelurahan Langga Lero Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Selasa  01/10/19 disaksikan Kapolsek Urban Loura, Sekretaris Dinas Sosial SBD dan masyarakat sekitar Lokokaki.

Mayat laki-laki tanpa indentitas ini diperkirakan berusia 35 tahun dengan tinggi badan 165 cm ditemukan hanya dengan baju kaos warna hitam bertuliskan FB, HUGO BOSS, SPORT dan tidak menggunakan celana.

Kapolsek Urban Loura, Kompol Ketut Mastina, S.Sos yang ditemui media di lokasi pemakaman menjelaskan penemuan mayat tanpa identitas ini pada Jumat, 27/09/19 pukul 15.30 Wita, dirinya mendapat laporan dari anggota Polsek Loura yang bertugas di Pos Pol Karuni. Anggota pos pol ini mendapat informasi dari masyarakat yang berkerja mengumpulkan rumput laut. Dirinya bersama anggota Polsek Urban Loura langsung untuk melakukan olah TKP dengan didampingi oleh dokter dari RS Karitas Weetebula.

“Kami berkoordinasi dengan pihak RS Karitas, RS Umum di SBD  karena tidak ada freezer (alat pendingin)  untuk menyimpan jenazah, atas petunjuk Bupati SBD kami ke RSU Waikabubak Sumba Barat untuk melakukan penitipan jenazah sekitar jam 8 malam” ungkapnya.

M. Jafar (kiri) pemilik lahan pemakaman Lokokaki dan Kapolsek Urban Loura, Kompol Ketut Mastina, S.Sos

Lebih lanjut Kapolsek Urban Loura ini menjelaskan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sosial SBD untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya yang dilakukan yaitu mencari tempat pemakaman, dan akhirnya menemukan M. Jafar pemilik lokasi pemakaman Lokokaki yang bersedia untuk memberikan tempatnya sebagai tempat pemakaman sementara jenazah tersebut.

Kompol Ketut menjelaskan langkah sementara yang diambil adalah menyebar informasi melalui media sosial, lewat gereja dari Kodi sampai Mamboro untuk mencari tahu keluarga korban, karena tidak ada petunjuk atau identitas yang bisa dipakai untuk melacak jejak keluarga korban mengingat wajahnyapun sudah bisa dikenali lagi. Dari hasil pemeriksanaan dokter yang turun ke TKP tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, badannya utuh tidak ada sayatan, sedangkan tangannya yang sudah hilang separuh karena hempasan air.  

Baca Juga :   Bhabinkamtibmas Polsek Loli Pantau Perkembangan Dapur Hidup Dan Kolam Ikan Air Tawar
Kondisi jenazah saat ditemukan di Karuni Jumat, 29/09/19

“Diperkirakan oleh dokter,  jenazah sudah meninggal 1 minggu lebih. Diduga kecelakaannya di laut dan untuk tanda-tanda kekerasan tidak ditemukan, ini berdasarkan hasil visum luar” tuturnya lebih jauh.

Kapolsek Ketut juga menyampaikan jika dikemudian hari ada orang yang mengaku keluarga kehilangan keluarganya dan bisa membuktikan berdasarkan petunjuk yang ada, pihaknya akan klarifikasi sesuai dengan foto-foto yang dimiliki.

“Kami siap membantu untuk mengavakuasi, jika sudah ditemukan keluarga dari korban. Kami juga himbau masyarakat SBD, tokoh masyarakat, tokoh adat jika ada yang merasa kehilangan keluarga dengan petunjuk kaos hitam tadi agar segera menghubungi kami Polsek Loura atau Dinas Sosial  atau instansi pemerintah  yang terdekat” tuturnya.

Sekretaris Dinas Sosial SBD, Lukas P. Mone, SE mengatakan pihaknya mengetahui adanya penemuan mayat tanpa identitas Senin, 30/09/19 dari Polsek Loura. Setelah berkoordinasi dan mendapat petunjuk dari Wakil Bupati SBD, pihaknya langsung turun mencari lokasi pemakaman sementar dan akhirnya menemukan pemakaman milik M. Jafar di Lokokaki Tambolaka ini.

Sekdis Sosial SBD, Lukas P. Mone (tengah) bersama staf Dinas Sosial SBD

“Kendala yang dihadapi disini adalah SBD belum mempunyai Tempat Pemakaman Umum (TPU) sehingga kami bersyukur ada M. Jafar yang merelakan tempatnya sebagai tempat pemakaman sementara sambil menunggu informasi lebih lanjut jika sudah ditemukan keluarga daripada korban” tuturnya.

Lebih lanjut Lukas berharap dengan adanya kejadian seperti ini agar dalam waktu dekat kabupaten SBD sudah harus mempunyai TPU sendiri, sehingga tidak kerepotan lagi jika ada kasus yang sama yang terjadi di kemudian hari nanti. Dirinya juga mengucapkan terima kasih pada Ambulance dari Perindo dan M. Jafar yang sudah menyediakan tempatnya sebagai tempat pemakaman sementara. Dan pihaknya akan berkoordinasi dan bekerjasama dengan Polsek Loura jika ada perkembangan masalah mayat tanpa identitas ini.

Baca Juga :   Musrenbang Kecamatan Wewewa Timur Diguyur Hujan Lebat

Muhamad Jafar yang dihubungi terpisah mengatakan dirinya merelakan tempatnya untuk dipakai karena dasar kemanusiaan. Dirinya baru memperoleh informasi dari Kapolsek Loura Senin kemarin.

“Saya juga kaget mendapat informasi dari bapak Kapolsek kemarin, dan begitu diminta tempat untuk dimakamkan saya siyapkan ini murni karena dasar kemanusiaan saja. Kalau dikemudian hari nanti sudah ditemukan adanya keluarga dari almarhum bisa diambil lagi dengan tatacara adat Sumba, yang penting lewat jalur yang benar, tidak ada masalah buat saya” ujarnya menutupi perbincangan dengan media.*****

(Penulis: Octa),-