LOGISTIK PEMILU SBD, SUDAH SIAP

Tambolaka – SJ……………. Logistik pemilu baik untuk Pilkada Gubernur maupun Pilkada Bupati sudah tiba dan dalam proses penyortiran oleh KPUD untuk memastikan kertas suara yang rusak maupun tidak dan jumlah kertas suara sesuai dengan DPT ditambah 2,5% dari DPT.

Demikian hal ini disampaikan oleh Drs. Abubakar Pua kepada media saat ditemui di kantor KPUD SBD pada Senin, 18 Juni 2018 saat sedang melakukan penyortiran kertas suara. Dalam keterangannya Abubakar mengatakan sekarang ini kami lagi dalam proses penyortiran dan pelipatan surat suara.

“Dua surat suara  yaitu untuk pilgub maupun pilbub sudah masuk smua. Kami sedang melakukan penyortiran untuk memastikan kesiapan kertas suara tersebut, jika ada yang rusak akan kami minta untuk dicetak ulang dan segera dikirim kesini” ujarnya.

Lebih lanjut Abubakar mengatakan kendala yang dihadapi adalah kurangnya tenaga yang bisa membantu dan dikarenakan masih dalam suasana libu lebaran untuk droping ke kecamatan masih menunggu waktu yang tepat.

“Tapi untuk C6 mulai hari ini kami drop ke kecamatan skalian dengan DPT yang ditempel. Sedangkan kertas suara dan yang lainnya kami harapkan  3 hari sebelum hari H sudah berada di lokasi,  untuk pendropingan sendiri kita pakai sistim area mana yang terjauh itu yang didahulukan, apalagi sekarang sudah tidak hujan lagi.  Kita akan drop di PPK baru ke PPS tapi tetap dengan pengawalan KPU dan ada pengamanan  sampai tingkat bawah” ungkapnya lebih lanjut.

Abubakar juga menjamin keamanan pada hari H nanti, sehingga masyarakat bebas mengikuti pemilu dengan aman dan nyaman. Terkait pengamanan pada saat pelaksanaan pemilu 27 Juni nanti setiap TPS akan ada 2 sampai 3 orang polisi yang akan bertugas mengamankan pelaksanaan pemilu nanti. Kalau sudah bergeser ke kecamatan akan ada 15 sampai 20 personil Polri yang bertugas menjaga  kemananan.

Baca Juga :   5 PNS IKUT PILKADES SERENTAK TAHUN 2021

“Kita akan berusaha untuk seketat mungkin pengamanan dalam pelaksaanaan pemilu nanti, dan kami juga menghimbau  paslon-paslon agar pada masa tenang nanti lebih banyak membatasi diri, mematuhi aturan yang ada, karena selama 3 bulan kampanye khan masyarakat sudah mendengar visi, misi dan program dari setiap paslon, mari kita patuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh KPU dalam masa tenang nanti” ujar Abubakar menghimbau.

Penyortiran dan pelipatan surat suara sebanyak 219.346 yang dikemas dalam 110 dos  yang dilakukan oleh KPU ini juga dihadiri oleh anggota Panwaslu SBD Doni Nani, SE yang turut hadir untuk ikut mengawasi dan melihat langsung keadaan surat suara. Doni yang dihubungi media mengatakan kehadirannya untuk ikut menyaksikan dan mengawasi proses penyortiran kertas suara. Dirinya mengatakan beberapa logisitk sudah masuk, bahkan format C6 (undangan untuk pemilih berdasarkan DPT) sudah didistribusikan ke kecamatan-kecamatan.

Komisioner KPUD SBD, Drs. Abubakar Pua (kiri) dan Anggota Panwaslu SBD, Doni Nani, SE

“Kami ada minta panwas kecamatan untuk melakukan pengawasan ke PPS sampai KPPS. Karena hasil pengamatan kami di DPT masih ada nama ganda, misalnya yang sudah meninggal agar dihapus, C6 harus dikendalikan” ungkapnya.

Menurut Doni lebih lanjut total logistiknya sesuai dengan DPT, sedangkan surat suara lagi di sortir dan dilipat, kalau ada yang rusak  kita minta untuk dimusnakan dan minta ganti yang baru dari percetakan.

Panwaslu  SBD ini juga berharap H-3 logistik surat suara sudah beres semua sampai ke PPK, sedangkan untuk masa tenang nanti dari tanggal 24 sampai 26 Juni, akan dikeluarkan surat himbauan dan penegasan untuk masa tenan, sehingga tidak ada lagi aktifitas dari setiap paslon yang sifatnya melibatkan massa.

Baca Juga :   Suksesnya Demokrasi Ketika Masyarakat Terlibat Dalam Pesta Demokrasi

“Kalau ada acara syukuran, ulang tahun yang bermodus kampanye kita akan himbau untuk tidak dilakukan, kami akan pantau terus semua pergerakan paslon di masa tenang itu. Kalau ada indikasi kampanye kita akan lakukan pencegahan” ujarnya lagi.

Doni juga menghimbau pada 3 paslon yang berlaga nanti bisa menjaga suasana, karena setelah kampanye ini berjalan, masyarakat sudah mendengarkan visi dan misi dari masing-masing paslon, sehingga pada masa tenang nanti, benar-benar patuh pada aturan Undang-Undang.

Anggota DPRD SBD, David Tamo Ama

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota DPRD kabupaten SBD David Tamo Ama dari PPP dapil II Wewewa Utara, Timur dan Tengah. David mengatakan agar ketiga paslon benar-benar mematuhi aturan yang sudah dikeluarkan penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Panwaslu.

“Jangan ada paslon yang intervensi dan intimidasi masyarakat SBD, biarkanlah masyarakat SBD bebas dalam menentukan pilihannya, karena ini adalah pesta rakyat, dimana suara rakyat adalah suara Tuhan” tuturnya.

Lebih lanjut David melalui telpon genggamnya (HP) mengatakan pada media, agar jika ada paslon yang melakukan pelanggaran,  agar Panwaslu bertindak tegas, apalagi banyak informasi yang beredar di masyarakat adanya intimidasi dari paket tertentu pada pemerintah desa untuk mendukung dan memenangkan paket tersebut, jika tidak maka akan diperiksa oleh KPK terkait penggunaan dana desa. Belum lagi adanya money politik, bahkan dikabarkan akan beredar uang palsu dalam unit besar di SBD.

“Janganlah menekan pemerintah dan aparat desa dengan cara seperti itu untuk mendapat dukungan, masalah dana desa jika memang pemdes tidak korupsi ya jangan takut, yang periksa nanti bukan bupati melainkan jaksa” ujarnya tegas.

David juga menghimbau pada masyarakat SBD untuk menggunakan hak pilihnya pada 23 Juni nanti, dan menjaga kenyamanan serta tidak terprovokasi untuk membuat karicuhan yang bisa merugikan dirinya dan kabupaten SBD ini.

Baca Juga :   Pemdes Kateri Tidak Transparan, Pospera Lakukan Klarifikasi

“kita harus ingat SBD mempunyai catatan buruk pada pemilu tahun 2013 sehingga berakhir pada putusan MK dan memakan korban materi bahkan jiwa yang sangat merugikan kita, rakyat SBD jangan mau diperalat oleh kepentingan politik kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab” tutupnya. (SJ),-