KSU OLE DEWA BERHARAP PERAN PLUT DIOPTIMALKAN

Wihelmina Mali Dapa (kanan) ketua KSU Ole Dewa

Elopada-SJ …………… Bursa Inovasi Desa (BID) cluster II  Kecamatan Wewewa Timur, Tengah dan Utara  merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam pengembangan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. BID yang dihadiri oleh semua desa di tiga kecamatan ini tampak sangat antusias memamerkan berbagai jenis usaha-usaha inovatifnya di lapangan kantor kecamatan Wewewa Timur Elopada Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Jumat, 26 Juli 2019.

Salah satu peserta BID dari Wewewa Tengah, KSU Ole Dewa turut serta dalam mempromosikan produk-produk makanan ringan ptoduk lokal diantaranya Steak Jagung Plus Kelor,  Steak Ubi Ungu Plus Kelor,  Steak Labu Lilin,  Kunyit Asam, Kacang Telur,  Tortilla Jagung dan Minyak Kelapa Murni.

Ketua kelompok KSU Ole Dewa, Wihelmina Mali Dapa kepada media mengatakan melalui kegiatan BID ini desa bisa melihat peluang-peluang yang ada dengan adanya produk-produk unggulan yang dipamerkan saat ini.

“Khususnya desa kami melalui BID ini bisa mendapat banyak masukan tentang produk-produk unggulan dari tiap desa dan bisa membagi ilmu dan pengalaman dan pengelolaannya, sehingga dapat berkembang bagus dan pada akhirnya menjadi produk yang berlabel bagus” ungkapnya.

Selain kegiatan BID ini sebagai tempat mempromosikan hasil-hasil usaha kelompok di desa, Wilhelmina mengharapkan agar disediakan tempat untuk memajang produk-produknya di desa misalnya BUMDES yang sering disarankan oleh Pemerintah.  

Ketua BID, Pdt. Jack Malo Bili, S.Th (kiri) bersama Sekdis PMD SBD, Lodowaik L.Raya, S.Ip saat pelaksanaan BID Cluster II di Elopada Wewewa Timur

Lebih lanjut Wilhelmina mengatakan BID ini sendiri bisa memotivasi desa-desa lain yang belum membuat produk-produk unggulan. Kelompoknya  bisa membantu memberikan pelatihan yang penting  desa bisa membantu menyiapkan peralatan-peralatan yang dibutuhkan.

Baca Juga :   BABINSA TENA TEKE BERI EDUKASI 5M DAN 3T

“Desa-desa tetangga bisa menangkap peluang ini dan kami bisa memberikan pelatihan untuk membagikan ilmunya ke desa-desa yang lain. Kelompok kami sudah sering membantu dengan memerikan pelatihan-pelatihan ke desa lain” tuturnya.

KSU Ole Dewa yang berdiri sejak tahun 2008 ini mempunyai harapan khusus pada  Pemda SBD agar mendukung pengelolaan dan pemasarannya.

“Saya lihat sudah ada PLUT tetapi belum maksimal digunakan, padahal peluang bisnisnya diluar Sumba sangat bagus, yang penting kita sudah memiliki ijin usaha dan mendapat rekomendasi dari BPOM” ujarnya penuh harap.

Kegiatan   yang dibuka oleh Sekdis PMD, Lodowaik L. Raya, S.IP mewakili bupati SBD ini dihadiri oleh ketua Pamitia BID, Pdt. Jack Malo Bili, S.Th, Ketua Koordinator Kabupaten Tenaga Ahli PMD SBD, Edis Gena, Camat Wewewa Timur Thimotius B. Lero, Camat Wewewa Tengah Frans Nicolas Bora, para kepala desa, pendamping lokal desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pihak keamanan.

Dalam sambutannya mewakili Bupati SBD, Lodowaik mengatakan pembangunan dan pengembangan desa saat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan demi kesejahteraan masyarakat desa yang dapat diupayakan melalui pengembangan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku, ketrampilan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat desa sebagai dasar dalam peningkatan kemampuan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pembangunan yang partisipatif.

“Melalui BID tingkat kecamatan tahun 2019 ini diharapkan dapat memfasilitasi peningkatan kapasitas desa-desa melalui Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) berdasarkan kebutuhan desa dalam mewujudkan kegiatan yang berinovasi” tuturnya lebih lanjut.

Lebih lanjut Lodo menegaskan peran Tim Inovasi Kabupaten (TIK)  dan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) harus dilaksanakan secara sinergis untuk mempercepat laju pertumbuhan pembangunan SDM dan pertumbuhan ekonomi secara seimbang dalam menciptakan kemandirian desa.

Baca Juga :   BAHU-MEMBAHU MEMBANGUN KAPAKA MADETA

Sementara itu ketua panitia BID Cluster II, Pdt. Jack Malo Bili, S.Th dalam laporannya  menyebut bahwa pelaksanaan BID dimaksud untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan pilihan solusi bagi penyelesaian masalah, serta insiatif  atau alternatif kegiatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif.

“Tujuan dari kegiatan ini melakukan sosialisasi kebijakan program inovasi desa, alur kegiatan dan pelaku program, sekligus memperkenalkan insiatif dan kebijakan pembangunan desa pemberdayaan yang dinilai inovatif yang berkembang dimasyarakat dan desa  dalam menyelesaikan masalah dan mendukung peningkatan kapasitas pembangunan” ungkapnya.

Pantauan media kegiatan BID ini sendiri berjalan baik dan  lancar dan mendapat respon yang antusias  masyarakat dari 53  desa di tiga kecamatan tersebut. (OC$),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.