Klarifikasi Kapolres Sumba Barat, Terkait HATE SPEECH Terhadap Kelompok Pejuang Subuh Sumba

by -219 views

Waikabubak-SJ…………  Dengan banyaknya berita yang belum pasti kebenarannya dan dapat memecah belah kerukunan antar umat beragama diwilayah Sumba khususnya Sumba Barat dan Sumba Tengah, maka Kapolres Sumba Barat menegaskan bahwa berita yang beredar di media sosial terkait keberadaan kelompok Pejuang Subuh Sumba yang berafiliasi dengan kelompok radikal merupakan Kebencian.

Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto, SIK.MH, mengklarifikasi atas adanya pernyataan dan berita tentang kebencian yang saat ini banyak dibagikan di media sosial terkait keberadaan kelompok Pejuang Subuh Sumba yang dinilai memiliki keterkaitan dengan kelompok radikal maupun ormas terlarang di Indonesia. Ini merupakan berita yang tidak dapat dibenarkan.

Menyikapi hal tersebut Kapolres melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat yaitu Kesbangpol Kabupaten Sumba Barat, MUI Kabupaten Sumba Barat, Ketua Muhammadiyah dan NU kabupaten sumba barat serta tokoh agama di wilayah Sumba Barat. Dapat dipastikan bahwasannya berita yang ada merupakan berita yang dimuat untuk memancing perpecahan antar umat beragama di wilayah Sumba Barat dan Sumba Tengah. 

Untuk diketahui bersama bahwa secara pribadi Kapolres Sumba Barat membenarkan adanya kelompok Pejuang Subuh Sumba, yang mana pada kegiatan kelompok masyarakat tersebut terdapat anggota Polres Sumba Barat yang tergabung di dalamnya, dengan kegiatan positif yaitu mengajak masyarakat   muslim, terutama pemuda muslim setempat untuk meramaikan masjid dengan melaksanakan sholat subuh berjamaah dan dilanjutkan dengan membaca serta menghafal Al-Quran yang bertempat di masjid agung Al-Azhar Sumba Barat.

Hal ini sejalan dengan program pembinaan rohani yang senantiasa dilaksanakan Kapolres Sumba Barat pada setiap hari Kamis di Mapolres Sumba Barat secara bergiliran. Dengan tujuan untuk memupuk seluruh personel Polres Sumba Barat agar tetap taat beribadah sesuai ajaran agama masing-masing.

Saat ini kerukunan antar umat beragama di wilayah Hukum Polres Sumba Barat dan Sumba Tengah terjalin dengan baik, hal ini tergambar pada setiap momen perayaan hari raya keagamaan, hingga seperti halnya pada saat perayaan natal maka pemuda muslim terlibat dalam ibadah Natal, sebaliknya pada saat hari raya Pemuda gereja Raya Idul Fitri juga terlibat aktif dalam ibadah Idul Fitri yang berlangsung bersama TNI dan Polri.

“Terkait dengan keberadaan kelompok Pejuang Subuh Sumba dan kelompok masyarakat lainnya Polres Sumba Barat terus melakukan pemantauan aktifitas dan tidak segan-segan akan melakukan tindakan tegas secara hukum, jika ditemukan adanya kegiatan dari kelompok masyarakat tersebut yang bertentangan dengan hukum,” ucap Kapolres Sumba Barat, Kamis (8/7/21) di Waikabubak.

Kapolres Sumba Barat menegaskan bagi anggotanya yang beragama Katholik, Islam, Protestan dan Hindu jangan terprovokasi pada berita yang berkembang saat ini dan juga masyarakat diluar agar tidak jadi provokator.

Penekanan AKBP FX Irwan Arianto, SIKMH, apel pagi di Mapolres Sumba barat Kamis, (08/07/20 21).

Dirinya juga minta agar tidak ada lagi pihak-pihak luar yang berusaha menjadi provokator dan berupaya membangun opini untuk memecah belah kerukunan antar umat beragama di wilayah Hukum Polres Sumba Barat. Kapolres akan melakukan tindakan tegas terhadap oknum yang berusaha menganggu ketentraman kerukunan antar umat beragama di wilayah hukumnya yaitu Sumba Barat dan Sumba Tengah.

“Dapat disampaikan hingga saat ini situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Sumba barat dalam keadaan aman, kondusif dan sejuk,” ujar Kapolres Sumba Barat menutup apel pagi. *** (Humas Polres Sumba Barat),-