JF COURSE BANGUN KEMITRAAN DENGAN de DAMA

Tambolaka-SJ………. Pemilik lembaga kursus dan Pelatihan bahasa Inggris James First Course (JF Course),  Lambertus James Dima mengunjungi Yayasan de’Dama yang diterima langsung oleh ketua Yayasan de’ Dama Dominggus Dama S.T.,M.T  (D’Dama).

Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama atau Audiens untuk menjalin kerjasama kemitraan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Bertempat di Yayasan de’ Dama, Rangga Roko, kelurahan Langga Lero, kecamatan Kota Tambolaka, kabupaten Sumba Barat Daya-NTT,  Selasa (15/3/22).

Lambertus James Dima dari lembaga  (JF Course) mengatakan ini merupakan kunjungan pertama dengan Yayasan D’ Dama.  Goal atau tujuan besarnya adalah kita mau kerjasama kemitraan untuk isu-isu terkait pendidikan untuk percepatan.

“Yang paling penting bagaimana mengakselerasi percepatan Sumber Daya Manusia di SBD dan Sumba pada umumnya lebih membaik artinya melalui isu pendidikan ini” ungkap James.

Lalu di dalam kunjungan tadi denga ketua Yayasan D’Dama,  ada sebuah detail kegiatan,  jadi pertemuan tadi baru audiens bagaimana kita menjalin kemitraan dengan Yayasan D’Dama. Selanjutnya nanti kita akan ada lagi pertemuan untuk diskusi untuk bagaimana konsep tadi itu di tuangkan dalam bentuk detail aktivitasnya seperti apa.

James menambahkan, yang menjadi perjuangan kami saat ini adalah bagaimana mengadvokasi desa,   bagaimana desa bisa mengfasilitasi anak-anak di desa untuk bisa belajar bahasa Inggris sesuai dengan domain lembaga kami JF Course fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia,  khususnya pendidikan Non Formal salah satunya adalah kursus bahasa Inggris.

“Kami ingin kerjasama kemitraan dengan Yayasan D’Dama,  desa-desa semakin terjangkau untuk dilakukan pelayanan. Intinya kami ingin anak-anak di desa punya kesempatan belajar kursus bahasa Inggris secara Gratis.,  bisa di danai  oleh desa atau mitra yayasan atau siapa saja orang-orang yang punya konsen atau domain-domain yang sama di bidang pendidikan” tuturnya.

Baca Juga :   Ekosistem Pendidikan Berbasis Karakter

James menjelaskan, D’Dama tampil sebagai mediator yang sangat-sangat akan menunjang tidak hanya dari fungsi kemitraan tetapi juga D’Dama akan menjebatani ruang kemitraan ini beberapa pihak untuk kerja kolaborasi untuk mendukung pendidikan di SBD yang lebih baik lagi.

Harapan kami dari Lembaga JF Course semoga pertemuan tadi menjadi pertemuan pertama awal yang baik pintu masuk kita untuk menjangkau lebih luas lagi pelayanan-pelayanan bersama Yayasan De Dama mencoba mencari benang merah dari masalah-masalah pendidikan yang terjadi di Sumba khususnya di SBD.

Secara singkat kami jelaskan lembaga kami JF Course fokus pada pendidikan non formal khususnya kursus dan pelatihan bahasa asing dimana saat ini konsentrasi kami kursus bahasa Inggris baik Akademis untuk anak sekolah juga terbuka untuk umum atau publik, misalnya karyawan Swasta, hotel juga persiapkan tenaga-tenaga kerja TKI/TKW agar bisa berangkat secara layak ke Luar Negeri terbekali pengetahuan bahasa Inggris. Juga sampai pada tahap kita menjadi satu rool model lembaga yang kedepan bisa menampung atau bisa mempersiapkan anak-anak yang lanjut studi S2 atau S3 ke luar negeri maupun dalam negeri.

“Jadi tidak buang biaya ke Kupang, Bali dan Jawa untuk tes dan sebagainya. JF Course sudah memiliki Lab. Bahasa Inggris yang baik bisa menunjang proses belajar dan mendukung kualitas dan kuantitas pengajaran” jelasnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh Dominggus Dama, S.T.,M.T (D’Dama) ketua yayasan de’Dama dan juga anggota DPRD provinsi NTT dapil Sumba mengatakan kita apresiasi apa yang sudah di lakukan oleh JF Course dimana mereka bergerak bidang pendidikan non formal demi peningkatan kemampuan sumber Daya Manusia.

Apalagi mereka fokus di kursus dan pelatihan Bahasa Inggris. apa yang di lakukan JF course menjadi perhatian kita bersama membudayakan Bahasa Inggris di bumi loda wee maringi pada wee malala.

Lebih lanjut D’Dama mengatakan,  Sumba sekarang merupukan tujuan wisata para wisatawan manca negara maupun domestik, sehingga untuk mendukung Wisata kita perlu persiapkan anak-anak kita yang menguasai bahasa Inggris.

Baca Juga :   Membangun Sekolah Sembari Membangun Sumber Daya Manusia NTT

D’Dama mengatakan pertemuan tadi merupakan pertemuan awal untuk membangun kerjasama kemitraan dalam mendukung dan mengembangkan pengetahuan pendidikan khususnya kemampuan bahasa Inggris.

“Dalam waktu dekat ini saya akan mengunjungi lembaga JF Course baik sebagai Anggota DPRD dan juga sebagai Ketua Yayasan”  tuturnya. *** (Emil/009-22),-