Jelita Pasien Positif Pertama Covid-19 Sumba Timur Yang Sembuh

Waingapu-SJ………. Kabar gembira datang dari Kabupaten Sumba Timur setelah terkonfirmasi 8 kasus positif Covid-19,  kini sudah ada satu orang yang sembuh  dan boleh pulang untuk berkumpul kembali bersama keluarganya. Jelita Wori Hana  adalah pasien kasus Positif 01 yang berasal dari kampung Tenau Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur.

 Kabar gembira ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana saat jumpa pers dengan wartawan di Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumba Timur, Kamis (28/5/2020).

Menurut Chrisnawan, sebagaimana hasil pemeriksaan dari laboratorium RSUD Prof.WZ. Johannes Kupang yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, bahwa sebanyak 92 spesimen swab yang diperiksa semuanya negatif.

“Jadi pasien 01 positif sudah dua kali pemeriksaan swab dan dinyatakan negatif. Pasien ini berasal dari Lambanapu, Kecamatan Kambera. Karena dua kali hasilnya negatif,maka pasien ini dinyatakan sembuh atau sehat,” kata Chrisnawan.

Pasien 01  Jelita Wori Hana  yang dinyatakan sembuh,  saat ditemui di rumahnya Kamis(28/05/20) petang, menyampaikan rasa syukurnya Kepada Tuhan Yang Maha Esa, kebahagiaan tergambar diwajahnya tidak bisa ditahan,  ia menceritakan pengalamannya dengan penuh semangat dan rasa syukur.

Jelita Wori Hana.

Jelita  menceritakan kisahnya setelah tiba di Waingapu tanggal 24 April 2020 yang lalu dan langsung di rapid test, ,setelah mendapat hasil rapid test yang reaktif dirinya  langsung diisolasikan di RSUD Umbu Rara Meha.

“Hal yang paling penting adalah saya menerima keadaan dengan sukacita  dan tetap bersyukur sehingga saya tidak terpikirkan hal-hal yang buruk jadi disana saya tetap dalam kondisi psikologis yang baik” ungkap Jelita.

Jelita menambahkan bahwa pernah ada disatu titik yang membuat dirinya hampir stress,  dikarenakan ada salah satu postingan di akun Fb seseorang yang berkata kasar dan menuding dirinya sebagai pembawa virus,  tetapi karena dukungan keluarga dan teman-temannya ia berhasil melewati masa-masa sulit itu. Terkait hal itu dirinya dan keluarga memaafkan perbuatan oknum penyebar isu itu dan berharap hal ini tidak lagi terulang kepada pasien atau kasus-kasus positif lainnya.

Baca Juga :   Save The Children Kucurkan Anggaran 650 Juta Untuk Bangun Sarana Air Minum Di Desa Tanarara

“Dirumah sakit,  saya tidak merasakan gejala atau sakit sehingga di ruang isolasi saya masih sempat melakukan gerakan-gerakan kecil seperti senam, selain itu saya berdoa dan bercengkrama dengan handphone. Sesekali berkomunikasi dengan keluarga dan teman via telpon ataupun sesekali Video Call” ceritanya dengan ekspresi bahagia yang tak terbendung.

“Saya sangat bersyukur bisa sembuh, bahagia sekali rasanya bisa pulang kembali dan berkumpul bersama keluarga.  Terima kasih untuk keluarga dan teman-teman yang sudah mendukung dan mendoakan saya. Terimakasih untuk tim medis yang dengan susah payah merawat saya hinggga sembuh” ujarnya.

Jelita juga berharap teman-temannya bisa segera sembuh dan kembali berkumpul bersama keluarganya, dan bagi mereka yang positif agar jangan berpikir banyak hal,  karena positif bukan akhir dari perjalanan.  

“Percayakan pada dokter dan tenaga medis dan jangan berhenti berharap kepada Tuhan” tutupnya. **** (Lit),-