Ibadah PA Weyk: REFLEKSI DAN KONTEMPLASI

Tambolaka-SJ………………… Ibadah PA Weyk Rangga Roko Pambarona (RRP) 3&4 merupakan ibadah bulanan yang dipimpin secara bergantian oleh majelis maupun pengurus Weyk sendiri. Ibadah PA kali ini berbeda dari biasanya, ibadah yang diselenggarakan di ruang kerja GKS Mata dan dipimpin langsung oleh ketua BPMJ GKS Mata, Pdt. Irene Takandjandji, S.Th menggunakan metode refleksi dan kontemplasi. Peserta ibadah diajak untuk merenungkan dan merefleksikan langsung kasih Tuhan bagi dirinya.

Sebelum pelaksanaan ibadah peserta diminta untuk menutup matanya dengan selendang atau sapu tangan dalam ruangan yang gelap yang hanya diterangi 2 buah lilin untuk membayangkan jika Tuhan Yesus yang empunya kehidupan ini harus menutup mata dan melepas umaNya berjalan sendiri. Ditengah-tengah ibadah didalam kegelapan peserta ibadah dikagetkan dengan tangisan ibu Marta Dada Ghunu yang merupakan kaum difabel yang kurang bisa melihat yang bersaksi akan kehidupan yang dijalaninya selama ini. Dengan kondisi tersebut  dirinya sangat sedih karena tidak bebas untuk beraktifitas, tetapi walaupun demikian dirinya menyerahkan semua kehidupannya pada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruslamat manusia.

Selanjutnya setelah mata para peserta dibuka dalam ruangan yang hanya diterangi lilin tersebut, peserta kembali dikagetkan dengan masuknya Ama Radjah kaum disabilitas lainnya yang menggunakan tongkat untuk bisa berjalan dan bergabung dalam ibadah PA tersebut. Dirinya tidak sanggup berkata-kata lagi hanya pasrah dan berserah pada kuasaNya dalam menjalani kehidupannya ini.

Pdt. Irene Takandjandji, S.Th saat memimpin ibadah PA Weyk RRP 3&4 dengan menggunakan metode refleksi dan kontemplasi

Pendeta Irene yang mengambil tema Syukur dan Doa dalam Mazmur 40 : 2-6 mengajak peserta untuk merenung dan merefleksikannya dalam kehidupan pribadinya masing-masing. Satu persatu peserta ibadah bersaksi menurut pengalaman hidupnya masing-masing dan Pdt. Irene menegaskan serta menyimpulkan bahwa setiap anak Tuhan harus selalu mengucap syukur dan menaikan doa padaNya karena kita masih diberi kesempurnaan fisik dalam menjalani kehidupan ini.

Dewan Pembina Weyk, Bapak Imanuel Horo, SH

“Berbahagialah orang yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongannya” tutupnya mengakhiri ibadah PA Weyk RRP 3&4 kali ini.

This image has an empty alt attribute; its file name is 1-1-7-300x225.jpg
Pdt. Irene memberikan kesempatan pada peserta kaum difabel dalam bersaksi akan Kuasa Tuhan

Koordinator Weyk RRP 3&4, Marthen Rawang kepada media usai kebaktian mengatakan dirinya mengatakan cukup kaget juga dengan tata cara ibadah kali ini, dan memang ini merupakan kreasi ibu-ibu Weyk yang selalu membuat hal-hal baru dalam pelaksanaan ibadah PA untuk membuat semangat ibadah bulanan ini.

Koordinator Weyk Marthen Rawang (kanan) bersama Vicaris GKS Mata Novrianus Susanto Wella, S.Th

“Kami serahkan sepenuhnya pada ibu-ibu Weyk yang mengaturnya, dan memang dari waktu ke waktu selalu ada inovasi yang dibuat untuk menyemangati pelaksanaan ibadah Penelaan Alkitab (PA) ini” tuturnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is 3-4-1-300x225.jpg
Santap malam bersama usai ibadah PA Weyk RRP 3&4

Pantauan media pelaksanaan ibadah Weyk Jumat, 30/08/19 sore hingga malam kali ini sangat khusuk dan penuh haru, karena ada beberapa peserta ibadah yang ikut meneteskan air mata karena terharu. Sayangnya ibadah Weyk kali ini hanya diikuti 20an anggota dari 32 KK anggota weyk. (OC$),-

Baca Juga :   Bupati Sumba Tengah Sambut Wakil Ketua DPR RI