Guru Kontrak Tagih Janji DPRD SBD

Tambolaka – SJ…………. Sekitar 20 orang guru tenaga kontrak yang di PHK dengan dikawal ketat oleh personil kepolisian berunjuk rasa di depan kantor  DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Rabu, (03/10/2018) Pukul 11.30 Wita.

Koordinator lapangan Matheus M.Doli dalam orasinya meminta DPRD untuk bersikap tegas dalam memperjuangkan nasib guru tenaga kontrak yang diberhentikan tanpa  prosedur yang jelas dan mereka menuntut agar dipekerjakan kembali sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

“Kami datang kemari untuk  menagih janji pak dewan yang terhormat dan saya berharap semua dewan ada di ruangan untuk menemui kami serta mendengarkan aspirasi kami. Kami sangat kecewa dengan kinerja DPRD yang hanya diam ditempat tanpa mau memikirkan nasib kami. Sudah 10 bulan kami kerja tapi tidak memperoleh gaji dan sebagai wakil rakyat harusnya DPRD mampu bertindak” ucap Matheus.

Benyamin Tako, Wakil Ketua DPRD SBD dari Partai Nasdem menerima perwakilan guru-guru

Setelah setengah jam mereka berorasi diluar gedung akhirnya mereka diizinkan 7 orang perwakilan untuk  menemui wakil ketua DPRD Benyamin K. Tako diruang kerjanya.

Wakil ketua DPRD Benyamin K.Tako meminta agar para guru yang melakukan aksi demonstrasi untuk bersabar karena saat ini DPRD juga sedang memperjuangkan agar para guru yang di PHK bisa terakomodir sebagai tenaga kontrak kembali pada anggaran tahun 2019 mendatang.

Tokoh Masyarakat Pemerhati Pendidikan Agustinus Wakurkaka saat menyampaikan keluhan masyarakat

“Dalam sidang  badan anggaran pemerintah menyatakan bahwa guru yang di PHK akan diangkat kembali ucap sekda pada waktu itu sehingga saya minta para guru untuk bersabar karena masih sementara proses. Memang tidak ada jalan lain selain menunggu perubahan anggaran dan APBD tahun 2019. Untuk itu saya akan tetap berkoordinasi dengan pemerintah agar segara memenuhi janjinya untuk mengakomodir serta segera membayar gaji guru yang sudah di PHK” ungkapnya.

Baca Juga :   BEKERJASAMA DENGAN PROGRAM INOVASI NTT, PEMDA SBD GELAR RAPAT FPPS

Sementara itu perwakilan demonstran Lourensius M.Dadi meminta dewan agar konsisten dengan pernyataanya sebab sudah lama para guru dijanjikan namun sampai sekarang belum ada titik temu. Louren juga mengatakan bahwa terlalu lama jika harus menunggu sampai 2019, berarti jerih payah guru selama satu tahun mengajar tidak dihargai oleh pemerintah.

Anggota DPRD PDIP Loba Geli saat memberi tanggapannya pada para pendemo

Hal senada juga disampaikan oleh Agustinus Wakur Kaka  yang secara tegas mengatakan bahwa pendidikan di  SBD sangat bobrok dan memperhatinkan. Ia juga mengatakan bahwa masih banyak sistem pengangkatan guru yang  tidak sesuai aturan bahkan tamatan SMA bisa mengajar dan yang sarjana juga mengajar tidak  sesuai jurusanya.

“Seharusnya kita bisa menyadari bahwa pendidikan itu sangat penting. Kita ini memang masih kekurangan guru tapi jangan seenaknya juga mengangkat guru, guru matematika mengajar  keprawatan lalu apa yang mau diajarkan. Mengangkat guru kontrak juga tidak diperhatikan secara baik. Sehingga saya minta bapak dewan agar bisa melihat permasalahan-permasalahan yang ada ini untuk kemudian mencarikan solusi dan jalan keluarnya” ucap agus dengan nada tegas.

Setelah kurang lebih satu jam berdiskusi akhirnya pendemo keluar ruangan untuk melanjutkan aksi yang sama di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBD.(JNL),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.