Guru Antusias Membuat Alat Peraga Pembelajaran

Waingapu-SJ…..Guru-guru dari 4 Sekolah Dasar(SD) yakni SD Masehi Kambaniru 1, SDM Kambaniru 2, SDM Lumbumenggit dan SD Inpres Praikundu yang menjadi Peserta Kelompok Kerja Guru (KKG) tematik Kurikulum Khusus dan Literasi Dasar Kecamatan Kambera, Sumba Timur bersama Inovasi di SDM Kambaniru 1, Selasa (14/12/21) terpantau sangat antusias membuat alat peraga dari alat-alat yang ada sekitar sekolah dengan bahan utama kardus bekas.

Guru peserta KKG ini sebelum menyiapkan alat peraga pembelajaran sebelumnya telah melakukan Assement untuk memetakan kemampuan Siswa-Siswi di kelas masing-masing kemudian hasil assesment ini di evaluasi bersama dalam kegiatan KKG untuk membuat pengelopokkan sesuai dengan kemampuan siswa.

Guru peserta KKG juga kemudian dibagi dalam 6 kelompok sesuai dengan kemampuan siswa yakni kelompok Kata, Bunyi dan Huruf, Bunyi dan Huruf 2, Suku Kata, Kalimat dan Cerita Pendek yang masing kelompok memiliki gagasan dan cara mempraktekkan gagasan dalam tokoh gagasan.

Kelompok-kelompok guru akan secara bergantian melakukan belanja gagasan secara bergantian di toko gagasan yang ada dan akan mempraktekkan strategi ditiap toko gagasan yang dikunjungi.

Martha Langu, Guru Kelas 1 SDI Papindung kepada media ini menyampaikan KKG ini sangat membantunya dalam menentukan strategi pembelajaran didalam kelas sesuai dengan pengelompokkan kemampuan siswa dan juga memiliki kesempatan untuk belajar membuat alat peraga sesuai dengan kebutuhan anak dikelasnya.

Senada dengan Martha, Adriana Rawambaku yang berasal dari sekolah yang sama juga mengungkapkan kegiatan KKG itu sangat membantunya dalam menentukan treatment khusus yang akan diberikan kepada anak-anak dikelasnya.

“Ini memang hal baru membuat media pembelajaran begini karena biasanya alat peraganya hanya gambar-gambar saja tetapi jari ini belajar juga buat sendiri dan ketika dipraktekkan di toko gagasan ini sangat menarik sekali jadi saya rasa jika diterapkan di Kelas akan sangat diminati oleh siswa” Pungkasnya saat sedang menyelesaikan pembuatan Kompas Huruf untuk anak yang baru mulai belahar mengenal huruf.

Baca Juga :   Penjabat Bupati Sumba Barat Serahkan Sertifikat Secara Simbolis Kepada Masyarakat Desa Lokory

Selain membuat kompas huruf juga ada kompas suku kata, kata, kalimat dan juga media untuk cerita penting yang dibuat sesuai dengan pengelompokkan kemapuan siswa. *** (Tim-SJ/21).