GUNCANGAN GEMPA MENGHANTUI PULAU SUMBA

Tambolaka-SJ……… Guncangan gempa terus terjadi di Pulau Sumba provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari ini. Bahkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sudah terjadi 244 kali gempa dalam 5 hari terakhir ini.

Camat Kodi Utara, Yengo Tanda Kawi, S.Pd

Hingga pukul 18.16 WIB, sudah terjadi 117 kejadian gempa susulan, tulis Stasiun Geofisika Sumba Timur, pada Sabtu (8/8/2020). Menurut BMKG, gempa susulan bermula dengan guncangan bermagnitudo 5,0, selanjutnya kedua dan ketiga pada 5,5 magnitudo.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam rilisnya dari Jakarta menyebut rentetan gempa yang terjadi di Pulau Sandelwud NTT itu adalah gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini terjadi dengan selisih waktu 5 menit dan 28 menit dari gempa bumi pertama. Ketiga episenter tersebut berlokasi di laut pada arah Barat Daya Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT pada kedalaman 10 km.

Ia menjelaskan, dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi kerak benua di dasar laut. Hasil analisis mekanisme sumber ketiga gempa bumi tersebut, menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).

Guncangan gempa, menurut BMKG, dirasakan di daerah Tambolaka IV MMI, Waingapu dan Waikabubak III-IV MMI serta Labuan Bajo, Bima dan Dompu III MMI.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” tulis BMKG.

Seorang warga Sumba Barat Daya (SBD), Roli Dunga mengaku di sekitar tempat tinggalnya belum terlihat dampak kerusakan akibat guncangan gempa tetsebut. Namun, kegelisahan dan kepanikan warga tetap saja ada.

Warga lain Wairato mengatakan gempa yang terjadi di Kodi memang tidak berpotensi tsunami, tetapi ketinggian ombak di pantai Wee Kuri kecamatan Kodi Utara sudah mencapai 6-7 meter. Hal ini menjadi ketakutan tersendiri bagi warga disana. Demikian juga di Pero kecamatan Kodi ombak sangat tinggi yang membuat warga sekitarnya menjadi penuh waspadah.

Baca Juga :   GMKI Cabang Kupang Siapkan Kader Hadapi Revolusi Industri 4.0

Camat Kodi Utara Yengo Tanda Kawi, S.Pd yang dihubungi media Minggu (9/8/20) via telepon mengatakan hingga saat ini belum ada kerusakan yang dirasakan dari gempa tersebut. Tetapi masyarakat menjadi kuatir akan adanya gempa susulan yang bertubi-tubi datang dalam beberapa hari ini.

Dirinya mengatakan akan keliling melakukan pemantauan jika saja ada yang rumah atau bangunan yang rusak akibat gempa tersebut.

“Sementara ini kami belum mendapat laporan dari masyarakat adanya korban dari gemba bumi ini. Saya akan berkeliling untuk memastikan keadaan masyarakat di Kodi Utara” ungkapnya.

Dirinya juga minta agar masyarakat tetap waspadah dan segera melaporkan jika ada yang terkena musibah akibat gempa ini. ***** (OC$),-