DUA WARGA MENINGGAL DUNIA DISAMBAR PETIR

Lukas Bulu, adik korban saat menunjukan lokasi kejadian sambar petir yang memakan korban jiwa

Tana Righu –SJ………………..Dua warga Kampung Puu Kaza desa Lingu Lango, Kecamatan Tana Righu, Kabupaten Sumba Barat  meningga dunia dan 1 ekor kambing di sambar petir pada hari Selasa,  (10/12/19) tepat pukul 14:15 siang. Yuliana Bulu  (YB) 32 tahun dan Naomi Tamo Ina (NTI) 60 tahun adalah korban meninggal dunia yang tersambar petir tersebut.

Lukas Bulu yang merupakan  saksi mata dan adik korban Naomi Tamo Ina mengatakan kepada media saat dirinya pulang dari kebun, disitu ia melihat kambing sementara melahirkan dekat pohon kelapa, saya panggil kakak saya yang korban Naomi Tamo Ina dan kakak saya turun dari rumah bersama dengan ponakan saya yang menjadi korban Yuliana Bulu. Saat itu sebelum turun ada guntur kecil. Namun langit tidak terlalu  mendung dan mataharia sangat panas tidak ada tanda-tanda hujan.

“Sewaktu kakak saya, ponakan, anak saya dan saya sendiri mau pergi lihat kambing langsung disambar kilat. Petir menyambar  di tengah-tengah kami dan mengelilingi kami,  mungkin belum waktunya Tuhan pangil saya dan anak saya sehingga kami masih selamat. Kakak saya serta ponakan saya yang menjadi korban. Setelah petir menyambar kakak saya dan juga ponakan langsung menghantam kambing yang sementara beranak, setelah menyambar kambing petir langsung menyambar pohon kelapa dan menyambar tanah dibelakang kami. Tanah terpancar menutupi kami setelah itu menyambar meteran rumah kami” ungkapnya.

Lebih lanjut Lukas mengatakan pihaknya  sangat berduka dalam waktu sekejab kakak dan ponakannya meninggal dalam hitung detik saja. Dirinya juga bersyukur karena Tuhan belum berkehendak sehingga ia dan anaknya masih bisa selamat.

Baca Juga :   Bank NTT Salurkan 40 Juta Untuk Gereja We'oe dan Gereja Gemit Maktihan

Lukas berharap agar Pemerintah maupun siapa saja bisa memberikan bantuan untuka meringankan bebannya. Sampai saat ini  belum ada sumbangan atau bantuan dari Pemerintah baik dari desa, Kecamatan maupun Kabupaten atau Dinas terkait belum ada bantuan.

“Kami sangat berharap uluran tangan dari semua pihak untuk membantu kami. Kerugian barang hanya meteran saja yang hangus disambar petir,  tidak bisa digunakan lagi. Kami berharap pihak terkait bisa memperbaikinya untuk bisa digunakan lagi” pintanya.

Pantauan media saat turun dilokasi,  Lukas memperagakan kepada media proses terjadinya petir. Mulai dari rumah dan sampai tempat kejadian. Bahkan menunjukan bekas petir dan tanah yang disambar petir hingga ini masih seperti  bentuk semula saat terjadi petir. Tanah yang disambar petir tersebut dipagari bambu.

Liputan: Emil Buga,-