dr. Nelis Akan Benahi Birokrasi Dalam 100 Hari Kerja

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete bersama Wakil Bupati Marthen Christian Taka, S.Ip

Tambolaka-SJ……………. Bupati baru Sumba Barat Daya (SBD) berjanji akan  membenahi OPD-OPD  yang ada dalam program 100 hari kerjanya. Hal dilakukan untuk memaksimalkan pencapaian 7 jembatan emas. Demikian diungkapkan Bupati Kornelius saat jumpa pers usai pelantikan pimpinan dan anggota DPRD kabupaten SBD Senin (9/9/19) di kantor DPRD Kadula SBD.

Dalam penyampaiannya didepan awak media dr. Nelis akan melihat aturan yang menjadi acuan, bersama DPRD  akan melihat struktur yang ada untuk memaksimalkan pencapaian 7 jembatan emas.

“Kita sudah melihat ada beberapa catatan masa lalu yang akan kita lihat untuk kita benahi. Sesuai dengan norma yang sudah berlaku sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Dan tentu kita harapkan tidak ada yang merasa kenapa harus dibuat, itu adalah aturan” ungkapnya.

Lebih lanjut dr.  Nelis sapaan akrabnya  juga menasehati  agar ASN jangan salah berpikir,  karena  kita semua diajak untuk melompat tidak untuk tinggal ditempat. Kalau ada yang tinggal di tempat tidak boleh, kalau tinggal berarti akan ketinggalan.

Untuk urusan birokrasi dalam 100 hari akan diselesaikan sehingga masuk pada tahun 2020 semangat masing-masing bagus, semua OPD akan bekerja dengan bagus sesuai dengan tupoksinya masing-masing dengan semangat yang ada dan tentu masyarakat akan menilai nanti. Masyarakat akan berterimah kasih karena pelayanan pemerintahan yang bagus.

“Ada aturannya, ada langkah-langkahnya, ada tahapan-tahapannya, ada uji kompetensi, ada lembaga yang membidangi dalam hal merapikan birokrasi di SBD” tuturnya lebih jauh.

Ketika disinggung adanya perbedaan politik pada masa yang lalu, dr. Nelis mengatakan itu merupakan hal yang  wajar, karena tidak ada yang memaksa agar PNS harus memilih dirinya.

Baca Juga :   19 KOTAK SUARA BERMASALAH TANPA PENYELESAIAN

“ASN tidak diharuskan memilih saya, saya akan memilih diri saya sendiri, yang penting sekarang  jangan ada lagi perbedaan, jangan karena ada perbedaan yang lalu, kalau memang punya potensi bagus apa harus dibuang ke laut, kita maju sama-sama” tuturnya lebih jauh.

Selain itu yang menjadir prioritasnya dalam program 100 hari adalah desa berair. Dirinya berjanji akan membenahi  air untuk masyarakat. Air yang sudah ada kita dorong supaya masyarakat manfaatkan,  yang belum ada air kita cari sumur-sumur  bor yang ada untuk dekatkan air itu.

 “Lebih utama lagi kita akan diaplikasikan ilmu kimia, air terdiri dari hydrogen dan oksigen (H2O), hidrogen di udara banyak, oksigen udara ada,  bagaimana kita kawinkan dengan teknologi yang ada,  sehingga orang bisa dapatkan air dimanapun dengan teknologi mengawinkan oksigen dan hydrogen” tutupnya. (Octav),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.