Dinas Ketahanan Pangan SBD Selenggarakan Lomba Pangan Lokal

This image has an empty alt attribute; its file name is 1-4-300x146.jpg

Tambolaka-SJ ………………………….Dalam rangka peringatan hari pangan sedunia ke-39,  Dinas Ketahanan Pangan menyelenggarakan Lomba  Pangan Lokal bertempat di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Puspem Kadula Sumba Barat Daya (SBD)  yang di hadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah,Ketua TIM Penggerak PKK,  Para Kepala Sekolah, Tim Yuri dan Peserta Lomba Pangan Lokal,  Rabu 7Agustus 2019.

Dalam sambutan Bupati SBD  yang diwakili oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. Yohanes L. Riti menyampaikan pemenuhan pangan sangat penting sebagai komponen dasar guna mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk dapat hidup sehat dan produktif.

Mengingat peran strategis pangan bagi kehidupan seluruh penduduk dunia maka di bentuk organisasi pangan dunia yaitu FAO (Food And Agriculture Organization) dan menetapkan tanggal 16 Oktober sebagai hari pangan sedunia.

“Kebutuhan pangan terus meningkat  seiring dengan pertambahan jumlah penduduk,  berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan produksi pangan, salah satunya melalui penganekaragaman pangan” ujarnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is 1-2-300x146.jpg

Melalui lomba pangan lokal  ini diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk mengolah potensi bahan local menjadi pangan yang sehat dan aman, dengan komposisi gizi yang seimbang juga memberikan nilai ekonomi dan nilai tambah pengolahan dan pemanfaatan produk pangan local yang berkelanjutan.

Salah satu siswi dari SMA Thomas Aquinas Wee Tebula, Marita Lasari Mete menyampaikan presentasi  pentingnya daun kelor dalam kesehatan dan kecantikan maka Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menjadikan kelor sebagai komoditi unggulan lokal dalam Gizi dan Stunting.  

“Kelor yang tumbuh subur di NTT memiliki khasiat dan menempati nomor II terbaik di dunia setelah kelor dari Negara Spanyol” katanya.

Lebih Lanjut Marita mengatakan, hal ini tentunya sangat strategis dan menjanjikan devisa bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat NTT khususnya pendapatan petani dan produksi rumahan dan Ibu Rumah Tangga melalui produk olahan kelor yang sejalan dengan visi  pembangunan NTT yaitu Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera dalam bingkai Negara Republik Indonesia.

Kadis Ketahanan Pangan SBD, Ir. Yohanes Lero Riti saat membuka kegiatan didmaping ketua Tim Penggerak PKK Ibu Ratu Wula Talu

Kepala Seksi Keamanan Pangan, Yakoba Lende, STP, M.Si., yang dihubungi media disela-sela kegiatan Lomba pangan lokal dengan  tema  “Mari Kita Tingkatkan  Budidaya Dan Komsumsi Pangan Lokal Untuk Mendukung  Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Barat Daya” mengajak untuk  memanfaatkan pangan lokal yang ada di wilayah kita masing-masing.

Baca Juga :   BUPATI PAULUS BERTEKAD TURUNKAN ANGKA KEMISKINAN DI SUMBA TENGAH

“Dengan  mengkonsumsi pangan lokal yang beraneka ragam maka kekurangan gizi pada jenis makanan yang satu akan dilengkapi oleh keunggulan zat gizi jenis makanan yang lain,  sehingga diperoleh gizi yang seimbang” ungkapnya.

Lebih lanjut Yakoba Lende mengatakan lomba pangan lokal tahun ini dasarnya dari kelor, karena berdasarkan hasil kajian ilmiah kelor mengandung nilai gizi yang tinggi dan banyak manfaatnya bagi kesehatan, antara lain kandungan kalsium pada daun kelor tiga kali lebih banyak dari pada pisang, vitamin A empat kali lebih banyal dari wortel dan vitamin C  tujuh kali lebih banyak dari jeruk.

“Dengan adanya kegiatan lomba pangan lokal hari ini  dapat mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat  dalam mengembangkan olahan pangan lokal yang bernilai komersial dan menghasilkan suatu produk yang tinggi nilainya” tutupnya. (Octa/Noflin),-