Diduga Pungli Uang Beasiswa, Orangtua Siswa Minta Penjelasan

by -37 views

Malaka-SJ…….. Operator SDK Sulama Kada, diduga Pungut Liar (Pungli) uang beasiswa yang disalurkan melalui Bank BRI Unit Wemasa. Hal ini disampaikan orang tua korban AL dan MD ketika ditemui wartawan dikediamannya di Kada, Desa Lakekun, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Rabu, 15 Juli 2020.

Dugaan kuat pugli oleh oknum operator sekolah itu diketahui orang tua korban saat mendampingi anak mereka untuk pencairan uang beasiswa itu.

Pengakuan MD dan AL, pungli itu berlaku untuk semua murid yang terima beasiswa itu. Anehnya lagi, cara mengambil uang saat penerimaan beasiswa di BRI cabang Wemasa itu, operator menunggu langsung di depan BRI Unit Wemasa.

Dikatakan AL, nominal pungutan bervariasi, sesuai  nilai uang yang siswa terima. Siswa yang terima Rp. 1.000.000 lebih dipotong sebesar Rp. 200.000 sampai Rp. 250.000, yang terima Rp.800.000 potong Rp.150.000 dan Rp.400.000 potong Rp. 50.000.

“Operator minta uang semaunya saja di orang tua murid yang terima uang dari beasiswa itu, sedangakan jumlah penerima beasiswa untuk SDK Kada 100 lebih siswa yang terima”, kata AL.

Sesuai dengan pengakuan beberapa orang tua murid ini, kelakuan operator ini bukan baru ini kali saja, tapi sudah berulang kali.

Kepada wartawan, AL bertanya, kira-kira pemotongan uang ini ada perintah dari Dinas atau perintah dari kepala sekolah (kepsek)?

AL menjelaskan, ketika dirinya bertanya kepada oknum operator itu, alasannya ia meminta uang tersebut sebagai uang capai dari kerja semua administrasi. Menurut AL aneh sekali, karena cara mengambil uang itu, si operator langsung tunggu di depan pintu masuk BRI dan dia tagih sesuai siswa yang terima dan lihat dari nilai uang yang diterima, bahkan ada yang terima Rp. 800.000, ketika dia minta, orang tua siswa kasih Rp. 50.000, dia tidak mau terima, katanya harus Rp. 100.000.

“Sehingga kami sebagai orangtua siswa merasa tidak puas, untuk apa uang yang diminta dari siswa tersebut, karena minta juga tanpa alasan yang jelas. Ini hak anak-anak bukan hak dari operator. Apakah uang ini bisa potong atau tidak? Kalau memang bisa pemotongan uang itu untuk apa“ ujar  Al penuh tanya.

MD dan AL berharap, semoga pihak sekolah memberi penjelasan, sehingga, mereka tahu arah uang yang dipotong ini dikemanakan.

“Harapan kami, jelaskan saja uang yang kumpul itu untuk apa kalau memang ada keperluan lain jelaskan atau sampaikan saja dan terbuka untuk kami juga ketahui”  jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, oknum Operator yang berinisial T belum berhasil dikonfirmasi oleh media,  beberapa kali wartawan hubungi lewat via telepon, tidak direspon bahkan menonaktifkan handphone. **** (Viki).-