D’DAMA KUNJUNGI DAERAH TERPENCIL DI WEWEWA TIMUR

Wewewa-SJ…….. Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Dominggus Dama, S.ST.  MT., lakukan kunjungan ke daerah terpelosok di desa Dikira kecamatan Wewewa Timur kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) untuk mempersiapkan pelaksanaan reses pada minggu pertama bulan Desember 2020 ini.

Jembatan Watu Pakadu desa DIkira Wewewa Timuryang sudah berusia 13 tahun lebih mulai diperbaiki dengan bambu oleh masyarakat

D”Dama adalah anggota DPRD Povinsi NTT yang selalu aktif mengunjungi masyarakat hingga di pelosok-pelosok walaupun belum masa reses DPRD, hal ini dilakukan sebagai ungkapan terima kasihnya karena masyarakat Sumba di 4 kabupaten sudah memilihnya menjadi anggota DPRD NTT.

“Kunjungan ini hanya sebagai silahturahmi, kunjungan keluarga karena masyarakatlah yang memilih saya sehingga bisa menjadi anggota DPRD” ungkap anggota DPRD asal PPP ini Minggu (29/12/20) di Dikira.

Melintasi jembatan gantung Watu Pakadu untuk menemui warga disana

Lebih lanjut D’Dama menjelaskan kunjungan ini tidak bernuansa politik, karena masa politik sudah lama selesai dan saat sekarang sebagai wakil masyarkat di provinsi NTT dirinya menjalankan tugas menjaring aspirasi, melihat langsung kondisi masyarkat sampai ke pelosok-pelosok untuk disampaikan dalam sidang-sidang DPRD nanti.

“Saya datang sebagai wakil rakyat, bukan sebagai calon RT. Masa politik sudah lewat, sekarang saatnya kita bekerja. Dengan adanya wabah covid-19 yang melanda saat ini, maka kita harus maklumi Pemerintah belum bisa banyak berbuat untuk masyarakat. Sementara ini anggaran lebih banyak dialokasikan untuk penanganan covid-19” ungkapnya.

Bermodalkan dana pribadi, D’Dama berusaha untuk melakukan kunjungan-kunjungan ke masyarakat mulai dari kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan SBD.

“Saya datang sebagai seekor kelinci yang kecil yang bermodalkan dana pribadi memberikan bantuan kecil, bukan sebagai seekor gajah yang besar yang bisa memberi bantuan besar tetapi pada akhirnya juga menginjak dengan kakinya yang besar hingga mati” tuturnya merendah.

Baca Juga :   RSUD WAIKABUBAK MENGGANTI BIAYA OBAT BAGI PASIEN JKN/KIS YANG MEMBELI DI APOTIK LUAR RSUD

Pada Minggu (29/11/2020) usai mengikuti ibadah Minggu pagi di GKS Kererebo, D’Dama bersama tim melanjutkan perjalanan ke Desa Dikira untuk berjumpa dengan warga masyarakat GBI Jemaat Dikira, beberapa GKS dan Stasi serta kelompok-kelompok tani dan pemuda Dikira.

Dirinya juga menyempatkan  kelompok komunitas Uma Pande dengan berjalan kaki melalui jembatan gantung, karena tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat.

D’Dama (kedua dari kiri) mengunjungi kelompok komuniat Uma Pande di Dikira

Dirinya melihat langsung kondisi jembatan gantung Watu Pakadu yang sudah berusia 13 tahun tetapi belum ada perbaikan atau pembuatan jembatan untuk melewati sungai besar Loko Pare di Dikira menuju Kodi tersebut.

Selain itu dirinya juga meninjau langsung kondisi jembatan Kali Kapanala yang sudah mulai longsor akibat terjangan banjir disaat musim hujan ini. Jembatan yang menghubungkan Mareda Kalada menuju Dikira dikerjakan 4 tahun yang lalu dan sudah mulai rusak. Warga masyarakat setempat kuatir disaat musim hujan mulai deras jembatan tersebut akan longsor sehingga terputusnya arus lalulintas antara Dikira dan Mareda Kalada kecamatan Wewewa Timur.

D’Dama (kanan depan) memberikan bantuan bola untuk pemuda-pemudai GBI Dikira

Seperti diungkapkan oleh salah satu masyarakat desa Dikira Samuel Sairo Kalli, kondisi kedua jembatan ini menjadi kekuatiran tersendiri bagi warga masyarakat setempat mengingat masyarakat Dikira pada umumnya adalah petani yang akan membawa hasil sawah dan kebunnya ke Kota untuk dijual guna memenuhi kebutuhannya.

“Masalah jalan dan jembatan ini, kami sudah bosan dengan janji-janji Pemerintah (Bupati SBD) untuk memperbaikinya sejak tahun 2013 hingga saat ini. Kami berharap dengan kunjungan bapak D’Dama ini bisa meneruskan suara hati kami ke Pemda SBD maupun Pemda NTT” ungkapnya.

Baca Juga :   AKHIRNYA ORANG RARA LAHIRKAN IMAM PERTAMA DALAM DIRI RM BENNY
Jembatan Kali Kapanala yang berusia 4 tahun mulai rusak diterjang banjir

Menanggapi keluhan Samuel Sairo Kalli, D’Dama berjanji akan menyampaikan keluhan tersebut ke Bupati  SBD untuk memperhatikan jalan dan jembatan tersebut.

“Jalan dan jembatan disini adalah program Kabupaten bukan Provinsi, sehingga nanti saya akan berusaha bertemu Bupati dan Wakil Bupati SBD untuk menyampaikan keluhan bapak mama disini” kata D’Dama didepan masyarakat Dikira.

Dalam kesempatan itu juga D’Dama memberikan bantuan bola kaki dan bola voley untuk pemuda serta memberikan alat semprot untuk beberapa kelompok tani tersebut. Dirinya juga berjanji akan melakukan reses di GKS Dangga Mangu pada minggu pertama bulan Desember 2020 ini untuk menyerap semua aspirasi masyarakat disana. *** (002/SJ.20),-