DANDIM 1629 BERI APRESIASI TIM KESEHATAN SBD

Tambolaka-SJ…… Dandim 1629/SBD, Letkol Inf. Laode Mohammad Sabaruddin beri apresiasi pada tim kesehatan dalam jajaran gugus tugas penanganan covid-19. Demikian diungkapkan Letkol Laode dalam Rapat Evelauasi Penanganan dan Penetapan Status Lanjutan Covid-19 kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) di lopo rumah jabatan bupati desa Radamata Kecamatan Kota Tambolaka SBD-NTT Selasa (30/6/20).

“Tim medis adalah tim utama kita, kalau tim medis sudah kena, kita lumpuh  tak berdaya. Kinerja kita di tingkat kabupaten sudah sangat maksimal, kita lihat bersama kita sudah melakukan pengawasan yang bagus dan ketat di bandara, pelabuhan, kita jemput PMI dari Waingapu, lakukan pemeriksaan orang yang masuk di SBD” ungkapnya.

Lebih  lanjut Letkol Laode menjelaskan tim medis adalah tim utama. Kalau tim medis lumpuh atau sakit maka tim gugus tugas tidak akan berdaya lagi. Makanya sebagai masukan atau saran dirinya minta agar tim kesehatan benar-benar menjalankan protap kesehatan dengan sungguh-sungguh.

(ki ke ka) Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S.IP, Bupati SBD, dr, Kornelius Kodi Mete, Dandim 1629 Letkol Inf. Laode M. Sabaruddin, Ketua Komisi C DPRD SBD Hery Pemudadi, Ketua DPRD Rudolf Radu Holo

“Mari kita selalu menjaga, kita sendiri harus menerapkan protokol kesehatan dengan super ketat. Selain kita menjaga diri kita sendiri, kita menjaga keluarga kita juga. Apalagi tim medis langsung bersentuhan dengan pasien, memeriksa langsung orang yang masuk dari berbagai tempat. Kalau tim medis sampai sakit, maka lumpuhlah kita semua” jelasnya.

Diirnya juga melihat tugas tim satgas penanganan covid-19 SBD kedepan semakin berat. Dalam penerapan new normal saat ini masyarakat masih menganggap biasa-biasa saja. Inilah yang harus dievaluasi apalagi dengan banyaknya PMI yang kembali ke Sumba harus melewati pemeriksaan yang super ketat, sehingga tim kesehatan harus benar-benar menggunakan APD yang lengkap dan steril.

Baca Juga :   PERLOMBAAN MENU DAN MASAKAN PANGAN LOKAL

“Tim gugus tugas SBD sudah bagus, tetapi secara tiba-tiba di kabupaten Sumba Barat meledak dengan adanya 4 orang yang dinyatakan positif, semuanya berasal dari luar Sumba yang masuk, ini yang harus menjadi perhatian kita” jelasnya.

Selain penerapan protokol kesehatan, Dandim  1629 ini juga mengingatkan agar masalah moril dari para tim gugus tugas penanganan covid-19 lebih khusus tim kesehatan harus dijaga.

“Jangan kita merasa karena new normal kita biasa-biasa, menganggap biasa-biasa itu yang rawan. Kita harus semangat dalam menjalankan tugas penanganan covid-19 ini” katanya.

Dalam kesempatan tersebut dirinya memberi apresiasi yang luar biasa pada wakil ketua pelaksana Johanes Tende yang sangat aktif membangun koordinasi dengan dinas Kesehatan dalam upaya menjalankan protokol covid-19 jika ada yang meninggal dunia.

“Kemarin saya sangat bangga dengan wakil ketua pelaksana gugus tugas yang sangat aktif membangun koordinasi dengan tim kesehatan. Kalau bisa libatkan TNI/Polri, kita berangkat sama-sama, datang sama-sama dan pulang sama-sama. TNI/Polri bisa memback up kalau ada apa-apa dalam artian kalau ada masyarakat yang tidak menerima anjuran pemerintah dan protokol kesehatan” pungkasnya.

Dipantau oleh media ini Rapat Evelauasi Penanganan dan Penetapan Status Lanjutan Covid-19 ini dihadiri oleh Bupati SBD, Wakil Bupati SBD,  Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Kejari Sumba Barat, Kapolres SBD, Plt Sekda SBD dan beberapa pimpinan OPD serta tim gugus tugas penangguangan covid-19 SBD. **** (OC$),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.